
Lima Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta Membutuhkan Operasi
RS Islam Jakarta Cempaka Putih, yang berada di Jakarta Pusat, mengungkapkan bahwa terdapat lima korban dari ledakan yang terjadi di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang harus menjalani operasi medis. Data ini didasarkan pada informasi sementara hingga Jumat (7/11/2025) pukul 19.30 WIB, saat rumah sakit tersebut menangani sebanyak 33 pasien korban ledakan.
Direktur Utama RS Islam Jakarta Cempaka Putih, dr. Pradono Handojo, MBA, MHA, menyatakan bahwa para pasien tersebut telah mendapatkan tindakan operasi oleh dokter spesialis bedah dan anestesi. Proses ini dilakukan guna memastikan kondisi kesehatan para korban dapat segera pulih.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Terkait dengan korban yang mengalami luka sedang, mereka kini sudah dipindahkan dari ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) ke ruang perawatan khusus di RS Islam Jakarta Cempaka Putih. Hal ini dilakukan untuk memberikan perawatan yang lebih optimal dan nyaman.
Sementara itu, sejumlah korban yang hanya mengalami luka ringan telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis dari tim dokter rumah sakit tersebut. RS Islam Jakarta Cempaka Putih berkomitmen untuk memberikan layanan kesehatan terbaik agar semua korban dapat segera pulih dan kembali ke kehidupan normal.
"Kami berharap semua korban bisa segera pulih dan kembali ke rumah masing-masing. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan kesembuhan bagi para korban," ujar dr. Pradono.
Sebelum kejadian ledakan tersebut, SMAN 72 Jakarta di Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, mengalami insiden yang menyebabkan puluhan korban luka pada Jumat (7/11/2025) siang. Saat ini, penyebab pasti dari ledakan masih dalam proses penyelidikan. Namun, berdasarkan keterangan beberapa siswa, ledakan diduga dipicu oleh seorang siswa berinisial FN.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, FN disebut sebagai korban bullying atau perundungan di lingkungan sekolah. Dugaan ini membuat banyak pihak berspekulasi bahwa aksi balas dendam menjadi alasan di balik kejadian tersebut.