5 SD di Donggala Dapat Program Makanan Gratis Pertama

admin.aiotrade 01 Okt 2025 3 menit 16x dilihat
5 SD di Donggala Dapat Program Makanan Gratis Pertama
5 SD di Donggala Dapat Program Makanan Gratis Pertama

Penyaluran Perdana Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Balaesang

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) resmi dimulai di Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada hari Rabu, 1 Oktober 2025. Ini merupakan penyaluran perdana program yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan anak-anak serta kelompok rentan lainnya.

Pada hari pertama, lima sekolah dasar di wilayah tersebut menjadi penerima manfaat dari program ini. Kelima sekolah tersebut adalah SDN 19 Balaesang, SDN 22 Balaesang, SDN 4 Balailesang, SDN 12 Balaesang, dan SDN 5 Balaesang. Penyaluran makanan dilakukan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sementara produksi makanan ditangani oleh Yayasan Tujuh Tangkai sebagai mitra pemerintah.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Guru SDN 19 Balaesang, Ajeng, menyambut baik pelaksanaan program ini karena manfaatnya dirasakan merata oleh seluruh siswa. Ia mengungkapkan bahwa semua anak mendapatkan bagian yang sama, tanpa adanya perbedaan. Menu yang disajikan juga bervariasi, sehingga membuat anak-anak semangat untuk makan bersama.

Pada hari pertama, menu makanan di SDN 19 Balaesang terdiri dari ayam saus kecap, tempe goreng, sayur tumis wortel dengan kacang panjang atau buncis, serta buah lengkeng sebagai pencuci mulut. Ajeng menambahkan bahwa program ini bukan hanya soal makanan, tetapi juga tentang kebersamaan.

“Ketika anak-anak makan bersama di sekolah, mereka belajar disiplin dan berbagi. Kami berharap program ini terus berjalan tanpa hambatan, karena manfaatnya benar-benar terasa,” ujarnya.

Realisasi dan Pelaksanaan Program MBG

Program MBG secara resmi menjadi prioritas nasional dan mulai diimplementasikan dalam skala besar setelah pasangan Prabowo-Gibran memenangkan pemilihan presiden. Nama program ini diubah dari “Makan Siang Gratis” menjadi “Makan Bergizi Gratis (MBG)” untuk menegaskan fokus utamanya pada pemenuhan gizi seimbang, termasuk protein hewani, nabati, karbohidrat, vitamin, dan mineral.

Peluncuran perdana program MBG dilakukan secara bertahap pada 6 Januari 2025, sebelum pelantikan resmi, sebagai bagian dari uji coba dan persiapan. Pelaksanaan perdana ini dilakukan di berbagai titik di 26 provinsi.

Target penerima program ini mencakup peserta didik dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK, santri, serta kelompok rentan lainnya seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui dengan risiko stunting. Untuk mengelola program ini, pemerintah membentuk Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga khusus yang bertanggung jawab atas perencanaan, implementasi, dan pengawasan program MBG.

Tujuan Strategis Program MBG

MBG dirancang sebagai investasi jangka panjang dalam sumber daya manusia Indonesia, dengan tiga tujuan utama:

  • Peningkatan Gizi dan Pencegahan Stunting: Memastikan anak-anak dan ibu hamil mendapatkan asupan nutrisi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan fisik dan kognitif, sejalan dengan gerakan nasional melawan stunting.
  • Peningkatan Partisipasi Sekolah: Mendorong kehadiran siswa dan meminimalisir angka putus sekolah.
  • Penggerak Ekonomi Lokal: Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), petani, dan peternak lokal melalui penyediaan bahan baku makanan yang beredar di tingkat desa dan daerah.

Dengan alokasi anggaran yang signifikan, program MBG menjadi salah satu program unggulan yang mencatat sejarah baru dalam upaya perbaikan gizi dan pembangunan SDM di Indonesia.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan