57 Orang Keracunan Usai Parade Drumband, Diduga dari Nasi Kotak Panitia

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 18x dilihat
57 Orang Keracunan Usai Parade Drumband, Diduga dari Nasi Kotak Panitia
57 Orang Keracunan Usai Parade Drumband, Diduga dari Nasi Kotak Panitia

Keracunan Makanan Mengakibatkan 57 Orang Terkena Dampak di Kecamatan Maniis

Puluhan orang mengalami gejala keracunan makanan di Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, pada Senin 20 Oktober 2025. Kejadian ini terjadi setelah para korban mengonsumsi makanan yang dibagikan selama acara Parade Drumband Gebyar Merah Putih yang berlangsung sehari sebelumnya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut informasi yang diperoleh, jumlah korban hingga magrib mencapai 57 orang. Lima dari mereka dirawat di Rumah Sakit Bayu Asih, sedangkan 52 lainnya masih ditangani di Puskesmas Maniis. Hal ini disampaikan oleh Kepala Kepolisian Sektor Maniis Ajun Komisaris Anton Pelita Nugroho.

Kasus keracunan makanan ini telah dilimpahkan ke Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor (Polres) Purwakarta. Tim identifikasi atau Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) juga telah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian untuk mengumpulkan barang bukti. Polisi juga telah mengamankan sisa makanan dan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk pihak penyedia nasi kotak.

Penyelidikan dan Pengujian Sampel Makanan

Tim dari Polres Purwakarta telah mengambil sampel makanan yang tersisa, seperti ayam serundeng, tempe, sambal hingga lalapan, seperti sayur kol dan terung. Sampel tersebut akan diuji di laboratorium untuk mengetahui indikasi kandungan berbahaya di dalamnya.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, makanan yang dikonsumsi para korban disediakan khusus oleh panitia bagi peserta parade drumband. Penyediaan makanan tersebut menjadi fokus utama dalam penyelidikan.

Selain itu, tim dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Purwakarta juga melakukan pemeriksaan sampel makanan secara terpisah. Kepala Dinkes Purwakarta Asep Saepudin menduga bahwa keracunan kali ini berkaitan dengan nasi kotak yang dikonsumsi para korban. Namun, dia menginstruksikan jajarannya untuk lebih fokus menangani para korban yang membeludak di Puskesmas Maniis.

Penanganan Korban dan Tindakan Darurat

Banyak korban terpaksa dirawat di lantai dan lorong puskesmas akibat kapasitas ruangan yang terbatas. Untuk mengatasi hal ini, Dinkes Purwakarta telah mengerahkan tenaga tambahan dari Puskesmas Tegalwaru dan Plered untuk membantu penanganan. Prioritas utama adalah memastikan kondisi seluruh korban stabil. Soal penyebab pastinya, Dinkes menunggu hasil laboratorium.

Dari laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purwakarta, para korban berasal dari berbagai sekolah, seperti SMAN 1 Maniis, SMPN 1 Maniis, dan SMKN Maniis. Selain itu, beberapa orangtua siswa juga dilaporkan ikut menjadi korban.

Salah satu korban bernama Dika (16) mengaku memakan beberapa jenis makanan saat acara Parade Drumband Gebyar Merah Putih, antara lain nasi uduk dan nasi kotak berisi nasi, ayam serundeng, sambal dan sayur kol. Menurut dia, rasa makanan yang dia makan saat itu relatif normal sehingga tidak ada kecurigaan apa pun setelahnya. Terlebih, dia juga merasa badannya masih sehat hingga keesokan harinya, baru merasakan gejala keracunan.

Proses Penanganan dan Kesadaran Korban

Setelah mendapatkan penanganan medis, kondisi kesehatannya diakui mulai membaik. Dika mengatakan bahwa ia merasakan mulas di siang hari dan langsung pergi ke puskesmas. Ternyata, banyak teman yang juga muntah-muntah.

Hingga berita ini dibuat, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara acara tersebut. Penyelidikan terus berjalan untuk menemukan penyebab pasti dari kasus keracunan ini.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan