
Keracunan Makanan di Kecamatan Maniis, Purwakarta
Puluhan orang mengalami gejala keracunan makanan di Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, pada Senin 20 Oktober 2025. Gejala tersebut muncul setelah mereka mengonsumsi makanan yang dibagikan saat kegiatan Parade Drumband Gebyar Merah Putih sehari sebelumnya.
Menurut informasi yang diperoleh, hingga magrib jumlah korban mencapai 57 orang. Dari jumlah tersebut, lima orang dirawat di Rumah Sakit Bayu Asih, sedangkan 52 orang lainnya masih ditangani di Puskesmas Maniis. Kepala Kepolisian Sektor Maniis, Ajun Komisaris Anton Pelita Nugroho, menyampaikan bahwa kasus ini telah dilimpahkan ke Satuan Reserse Kriminal Polres Purwakarta. Tim identifikasi atau Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) juga telah melakukan pemeriksaan di lokasi untuk mengumpulkan barang bukti.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Tim dari Polres Purwakarta juga telah mengambil sampel makanan yang tersisa, berupa ayam serundeng, tempe, sambal hingga lalapan seperti sayur kol dan terung. Sampel tersebut akan diuji di laboratorium untuk mengetahui indikasi kandungan berbahaya di dalamnya.
Anton menjelaskan, polisi sudah mengamankan sisa makanan dan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk pihak penyedia nasi kotak. Berdasarkan pemeriksaan sementara, makanan yang dikonsumsi para korban itu disediakan khusus oleh panitia bagi peserta parade drumband.
Tindakan dari Dinas Kesehatan
Pemeriksaan sampel makanan juga dilakukan oleh tim dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Purwakarta secara terpisah. Kepala Dinkes Purwakarta, Asep Saepudin, menduga bahwa keracunan kali ini memang berkaitan dengan nasi kotak yang dikonsumsi para korban. Namun, dia menginstruksikan jajarannya untuk lebih fokus menangani para korban yang membeludak di Puskesmas Maniis.
Banyak di antara korban yang terpaksa dirawat di lantai dan lorong puskesmas akibat kapasitas ruangan yang terbatas. Untuk membantu penanganan, Dinkes telah mengirimkan tenaga tambahan dari Puskesmas Tegalwaru dan Plered. Prioritas utama adalah memastikan kondisi seluruh korban stabil. Soal penyebab pastinya, pihak Dinkes menunggu hasil laboratorium. Mudah-mudahan tidak ada tambahan kasus.
Korban dari Berbagai Sekolah
Dalam laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purwakarta, para korban yang berasal dari berbagai sekolah, seperti SMAN 1 Maniis, SMPN 1 Maniis, dan SMKN Maniis. Selain itu, ada beberapa orangtua siswa juga dilaporkan ikut menjadi korban.
Salah seorang korban bernama Dika (16) mengaku memakan beberapa jenis makanan saat acara Parade Drumband Gebyar Merah Putih, antara lain nasi uduk dan nasi kotak berisi nasi, ayam serundeng, sambal dan sayur kol. Menurut dia, rasa makanan yang dia makan saat itu relatif normal sehingga tidak ada kecurigaan apa pun setelahnya. Terlebih, dia juga merasa badannya masih sehat hingga keesokan harinya, baru merasakan gejala keracunan.
βBaru siang tadi terasa mul, terus langsung ke puskesmas. Ternyata sudah banyak teman yang juga muntah-muntah,β kata Dika saat ditemui di Puskesmas Maniis. Setelah mendapatkan penanganan medis, kondisi kesehatannya diakui mulai membaik.
Masih Belum Ada Keterangan Resmi
Hingga berita ini dibuat, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara acara tersebut.