6 Fakta Mengejutkan Ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading Jakarta Utara

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 14x dilihat
6 Fakta Mengejutkan Ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading Jakarta Utara

Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Puluhan Orang Terluka

Pada hari Jumat (7/11/2025), sebuah ledakan terjadi di lingkungan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA) Negeri 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ledakan tersebut terjadi pada pukul 12.15 WIB di area masjid yang berada di dalam sekolah tersebut. Informasi ini dikonfirmasi oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Setelah kejadian tersebut, pihak kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu, Tim Gegana juga dikerahkan untuk melakukan penyisiran di lokasi kejadian. Berikut adalah beberapa fakta-fakta terkait ledakan tersebut:

1. Banyak Korban Luka

Menurut informasi dari Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budhi Hermanto, hingga malam Jumat, terdapat 54 orang korban luka akibat ledakan. Dari jumlah tersebut, 33 di antaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit. "Jumlah korban hingga malam ini lebih kuang 54 siswa. 27 berada di rumah sakit Islam Jakarta, dan enam di rumah sakit Yarsi," ujar Kombes Budhi dalam konferensi pers.

Selain itu, sebanyak 21 korban sudah diperbolehkan pulang. Beberapa dari mereka mengalami luka bakar dan gangguan pendengaran karena dentuman ledakan yang sangat dekat dalam ruangan.

2. Sumber Ledakan Masih Didalami

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menyatakan bahwa sumber ledakan masih dalam proses penyelidikan. Ia mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih fokus menolong para korban. "Nanti lengkapnya akan saya sampaikan lagi, kita masih menolong korban dahulu sekarang," jelasnya.

3. Temuan Benda Mirip Senjata Hanya Mainan

Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam), Lodewijk Freidrich Paulus, menyampaikan bahwa benda mirip senjata yang ditemukan di lokasi kejadian hanya merupakan mainan. "Ada gambar itu tapi ternyata senjata mainan, bukan senjata beneran," kata Lodewijk setelah melakukan pengecekan.

4. Terduga Pelaku Sudah Ditemukan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa terduga pelaku ledakan di SMAN 72 sudah ditemukan. Saat ini, petugas sedang melakukan pendalaman terkait identitas, lingkungan, dan rumah pelaku. "Terduga pelaku saat ini sudah kita dapatkan," ujarnya dalam konferensi pers.

Ia juga menyebut bahwa terduga pelaku tengah menjalani operasi karena luka yang diderita akibat ledakan. Penyidik sedang mendalami motif pelaku melakukan aksi tersebut, termasuk menelusuri temuan senjata mainan di lokasi.

Selain itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budhi Hermanto menyebut bahwa motif pelaku masih didalami, termasuk apakah pelaku adalah korban perundungan atau bullying.

5. Biaya Pengobatan Korban Ditanggung Pemprov DKI

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menanggung biaya perawatan rumah sakit dari seluruh korban ledakan di SMAN 72 Jakarta. Hal ini disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. "Dalam keadan seperti ini pemerintah DKI akan hadir untuk semua hal yang berkaitan dengan tanggungan di rumah sakit, sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab pemerintah DKI," ujarnya.

Ia juga meminta Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan, dan Wali Kota untuk menangani persoalan tersebut.

6. Respons Presiden Prabowo Subianto

Presiden Prabowo Subianto meminta agar penanganan terhadap para korban ledakan di SMAN 72, Kelapa Gading menjadi prioritas utama. Pernyataan ini disampaikan melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat.

"Yang pertama ini merupakan keprihatinan kita kembali terjadi hal yang tidak kita inginkan, yang kedua beliau (Prabowo) tadi pertama bereaksi untuk prioritas ke korban penanganan korban," ungkapnya.

Di samping itu, Presiden menyampaikan agar kejadian tersebut menjadi peringatan bagi semua pihak untuk lebih waspada serta peduli terhadap lingkungan sekitar. "Jika ada hal-hal yang dirasa mencurigakan atau ada hal-hal yang mungkin berpotensi untuk hal-hal yang tidak baik, untuk kita semakin peduli baik di lingkungan rumah maupun di lingkungan sekolah," paparnya.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan