6 Fakta Mengejutkan Pelaku Peledakan SMAN 72 Jakarta, Penggemar Video Sadis dan Penjahat Dunia

admin.aiotrade 12 Nov 2025 4 menit 18x dilihat
6 Fakta Mengejutkan Pelaku Peledakan SMAN 72 Jakarta, Penggemar Video Sadis dan Penjahat Dunia
6 Fakta Mengejutkan Pelaku Peledakan SMAN 72 Jakarta, Penggemar Video Sadis dan Penjahat Dunia

Fakta Terbaru tentang Remaja Terduga Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Pada Jumat (7/11/2025), sebuah ledakan terjadi di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ledakan tersebut menimbulkan banyak korban dan menjadi perhatian besar dari masyarakat serta pihak berwajib. Dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Selasa (11/10/2025), beberapa fakta baru terungkap mengenai remaja terduga pelaku ledakan tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Korban Ledakan

Ledakan tersebut menyebabkan sebanyak 96 orang menjadi korban. Dari jumlah tersebut, 67 orang mengalami luka ringan, 26 orang luka sedang, dan 3 orang luka berat. Sejauh ini, 68 orang korban telah dinyatakan boleh pulang, sementara 28 orang masih menjalani perawatan medis. Kejadian ini menunjukkan betapa seriusnya dampak dari aksi yang dilakukan oleh pelaku.

Status Hukum Terduga Pelaku

Terduga pelaku ledakan adalah seorang siswa aktif di SMAN 72 Jakarta. Ia kini ditetapkan sebagai anak berhadapan dengan hukum (ABH). Polda Metro Jaya menemukan bukti-bukti kuat bahwa ABH diduga terlibat dalam kejadian tersebut. Hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi serta barang bukti yang dikumpulkan dari tempat kejadian perkara (TKP) dan rumah ABH menunjukkan adanya indikasi perbuatan melawan hukum.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menjelaskan bahwa ada dugaan pelaku melanggar norma hukum. "Berdasarkan keterangan saksi terdapat dugaan ada perbuatan melawan hukum yang patut diduga melanggar norma hukum," ujarnya dalam konferensi pers.

Motif Pelaku

Berdasarkan hasil penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP), pelaku meledakkan bom di dua lokasi yang berbeda, yaitu di dalam masjid sekolah dan di bank sampah serta taman baca. Menurut Kombes Iman Imanuddin, tindakan pelaku dipicu oleh dorongan emosional dan rasa keterasingan dalam kehidupan sehari-hari.

"Yang bersangkutan merasa sendiri dan tidak ada yang menjadi tempat untuk menyampaikan keluh kesahnya, baik itu di lingkungan keluarga maupun di lingkungannya sekolah," jelas Iman.

Tidak Terlibat Jaringan Teroris

Meskipun terbukti melakukan tindak peledakan, Direktur Kontra Naratif Direktorat Pencegahan Densus 88, AKBP Mayndra Eka Wardhana, memastikan bahwa ABH tidak terlibat dalam jaringan terorisme. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut murni merupakan aksi kriminal umum.

"Tidak ditemukan adanya aktivitas terorisme yang dilakukan ABH. Jadi murni tindakan yang dilakukan adalah murni tindakan kriminal umum," ujarnya.

Kepribadian dan Minat ABH

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri mengungkapkan bahwa ABH dikenal sebagai pribadi tertutup, jarang bergaul, dan tertarik pada konten-konten kekerasan. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, ABH bertindak secara mandiri tanpa keterkaitan dengan jaringan terorisme mana pun.

Sejauh ini, penyidik telah memeriksa 16 saksi, termasuk korban (guru dan siswa), ABH, serta keluarganya.

Idolakan Pelaku Penembakan Massal Dunia

Juru Bicara Densus 88 AKBP Mayndra Eka Wardhana menjelaskan bahwa ABH turut mengikuti komunitas online yang mengagumi segala bentuk kekerasan. Selain itu, ABH juga mengagumi enam orang yang merupakan pelaku penembakan massal dunia.

Mereka antara lain Dylan Klebold dan Eric Harris dari Columbine High School di Colorado, AS tahun 1999; Dylann Storm Roof dari Gereja Charleston di Carolina Selatan, AS, tahun 2015; Alexandre Bissonnette dari Centre Culturel Islamique de Quebec, Kanada, tahun 2017; Brenton Tarrant dari masjid Christchurch, Selandia Baru, tahun 2019; dan Natalie Lynn Rupnow dari sebuah sekolah di Wisconsin, AS, tahun 2024.

Mayndra menyatakan bahwa ABH terinspirasi dari tindakan-tindakan ekstrem dari para pelaku tersebut. "Yang bersangkutan hanya mempelajari kemudian mengikuti beberapa tindakan ekstrimisme yang dilakukan. Bahkan, posenya dan beberapa simbol-simbol yang ditemukan sekedar menginspirasi."

Diduga Ingin Lukai Diri Sendiri

Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menjelaskan bahwa ABH sempat berada di lokasi saat ledakan pertama terjadi di masjid sekolah. Namun, pada ledakan kedua, yang terjadi di titik berbeda, ABH ditemukan dalam kondisi terluka.

“Ledakan pertama diduga dipicu menggunakan remote control, sementara ledakan kedua menggunakan sumbu yang menimbulkan luka di bagian kepalanya,” ujar Iman.

Polisi juga mendalami dugaan bahwa ABH memang bermaksud meledakkan bahan peledak tersebut ke arah dirinya sendiri. “Memang ada maksud meledakkan itu di bagian kepalanya, kami masih melakukan pendalaman,” ujar Iman.

Saat ini, pihak kepolisian disebut tengah memprioritaskan pemulihan kesehatan ABH. “Saat ini kami mengedepankan kesehatan ABH. Sudah dilakukan upaya operasi pemulihan,” tambahnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan