7 Berita Populer Hari Ini: Siswa SMAN 14 Batam Tewas Dilindas Truk, Polisi Pastikan Bukan Tabrak Lar

admin.aiotrade 21 Okt 2025 4 menit 16x dilihat
7 Berita Populer Hari Ini: Siswa SMAN 14 Batam Tewas Dilindas Truk, Polisi Pastikan Bukan Tabrak Lar

Kronologi Kecelakaan Maut di Batam yang Menewaskan Seorang Pelajar SMA

Polisi menyatakan bahwa kecelakaan maut yang terjadi di Tanjung Sengkuang, depan Puskesmas setempat, yang menewaskan seorang remaja berusia 17 tahun bukanlah tabrak lari. Kecelakaan tersebut terjadi pada Sabtu (18/10/2025) malam sekira pukul 23.00 WIB. Korban bernama Ahmad Sathoni (17), siswa kelas XI Soshum 1 dari SMAN 14 Batam, meninggal dunia dalam kecelakaan itu.

Kasatlantas Polresta Barelang, Kompol. Afiditya Arief Wibowo, S.I.K., M.H melalui Kasubnit Gakkum, Iptu Victor Hutahean, menegaskan bahwa kejadian tersebut bukanlah tabrak lari seperti yang banyak beredar. "Personel sudah turun ke lokasi kejadian dan melakukan olah TKP. Barang bukti yang terlibat dalam lakalantas sudah kita amankan. Lebih lanjut masih dalam proses penyelidikan," ujarnya, Senin (20/10/2025).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban kecelakaan maut di Batam dilaporkan tewas di lokasi kejadian setelah sepeda motor Honda Beat biru dengan nomor polisi BP 2705 EI yang dikendarainya bertabrakan dengan mobil truk berwarna hijau kuning bernomor polisi BP 9736 EY yang dikemudikan oleh AD (44).

Status Sopir Mobil Toyota Yaris yang Menabrak Empat Orang

Selain kecelakaan yang menewaskan pelajar SMAN 14 Batam, ada juga kejadian lain yang menimpa pengemudi mobil Toyota Yaris. Mobil tersebut menabrak sejumlah orang, satu di antaranya meninggal dunia pada Minggu (19/10/2025) pagi. Saat ini, sopir mobil masih berstatus sebagai saksi.

Toyota Yaris dengan nomor polisi BP 1651 CO kini berada di Polresta Barelang. Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin, S.I.K melalui Kasubnit Satlantas Polresta Barelang, Ipda Tarmizi Rambe, mengatakan bahwa pria pengemudi Yaris berinisial Ks hingga saat ini statusnya masih sebagai saksi dalam proses penyelidikan.

"Belum ada peningkatan status. Semua masih kami lakukan pemeriksaan sebagai saksi," ujar Ipda Rambe, Senin (20/10/2025) sore.

Duka yang Menghiasi Keluarga Korban

Di sebuah rumah kontrakan sederhana di Kavling Bukit Makmur, Blok B C RT 001 RW 013, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Batu Ampar, suasana duka masih terasa pekat. Bosaria (60), ayah dari Ahmad Sathoni (17) siswa kelas XI SMA yang tewas dalam kecelakaan tragis, Sabtu (18/10) malam, tampak duduk termenung.

Sejak hari itu, hidup Bosaria seolah berhenti di satu titik, titik kehilangan. Rasa sesak di dadanya belum surut. Ia masih sulit percaya, anak yang tiap pagi menyapanya dengan senyum pamit sekolah kini telah tiada.

Proyek Pelebaran Jalan Duyung di Batam

Jalan Duyung di Kecamatan Batuampar, Kota Batam menjadi perhatian serius Pemko Batam. Tahun ini akan dilakukan pelebaran dan ditargetkan rampung akhir Tahun 2025. Jalur utama yang menghubungkan Simpang Pelabuhan Batuampar hingga Baloi akan dilebarkan menjadi tiga lajur di setiap jalur.

Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan proyek pelebaran sekaligus pengaspalan ulang atau Overlay Jalan Duyung sudah masuk dalam anggaran perubahan (APBD-P) tahun 2025. “Jalan Duyung akan kita overlay dan lebarkan dari Simpang Pelabuhan Batuampar hingga Baloi. Kadis Bina Marga dan Kabidnya sudah berkoordinasi dengan kontraktor, dan mereka menyanggupi bisa menuntaskan pekerjaan sampai akhir tahun,” kata Amsakar, saat ditemui di lantai IV Kantor Wali Kota Batam, Senin (20/10/2025).

Perkembangan Pasien Korban Ledakan Kapal di Batam

Korban ledakan kapal Federal II PT ASL Shipyard yang menjalani perawatan medis di RS Graha Hermine, Batuaji, Kota Batam terus menunjukkan kemajuan. Sebanyak enam pasien yang mendapat penanganan medis masih dirawat dengan 5 orang di ruang rawat inap biasa, sementara 1 orang masih di ICU.

Direktur RS Graha Hermine, Fajri Israq mengatakan kondisi pasien pasca ledakan dari kapal dalam kondisi stabil. "Totalnya ada 7 yang dibawa kesini, 6 masih kita rawat disini, 1 lagi kita rujuk karena ada tindakan khusus trauma pada toraks. Pasca ledakan saat ini kondisi pasien stabil," ujar Fajri saat ditemui pada Senin (20/10/2025) sore.

Penurunan Kasus DBD di Natuna

Sebaran kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mulai menunjukkan tren penurunan. Meski begitu, sejumlah kasus baru masih ditemukan hingga Oktober 2025 ini. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Hikmat Aliansyah mengatakan, bahwa kasus DBD mulai melandai dibanding bulan sebelumnya.

“DBD di Natuna mulai meningkat itu diawal September lalu. Dibandingkan dengan bulan ini ada sedikit penurunan, meski belum signifikan. Untuk DBD di bulan ini mulai melandai,” ujarnya kepada aiotrade, Senin (20/10/2025). Ia menegaskan, sejauh ini Natuna masih dalam kategori aman, dan belum ada kasus DBD yang menyebabkan kematian sepanjang tahun 2025.

Ucapan Terakhir Ahmad Sathoni Sebelum Kecelakaan

Ucapan sederhana yang dilontarkan Ahmad Sathoni (17) sehari sebelum meninggal dunia kini terasa begitu menohok bagi para guru di sekolahnya. Siswa kelas XI Soshum 1 ini tewas dalam kecelakaan lalu lintas di depan Puskesmas Tanjung Sengkuang, Batu Ampar, Sabtu (18/10) malam.

Tak ada yang menyangka, kalimat terakhir yang diucapkannya kepada guru menjadi seperti pesan perpisahan sebelum ia pergi untuk selamanya. Hal itu diungkapkan Wakil Kepala Sekolah IV Bidang Humas SMA Negeri di Batam, Dian Evi Wahyuningsih. Tepat sehari sebelum kejadian, Jumat (17/10) dirinya sempat berbincang langsung dengan Ahmad di sekolah.

"Dia datang ke saya dan bilang, Bu, mulai minggu depan saya nggak ngontrol kebersihan lagi, ya. Saat itu saya kira dia cuma bercanda atau mau fokus belajar. Tapi setelah tahu kejadian itu, kalimat itu rasanya seperti pesan terakhir," tutur Dian dengan mata berkaca-kaca saat ditemui Tribun di sekolah, Senin (20/10).

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan