
Ringkangan Berita
Penembakan terjadi saat White House Correspondents' Dinner 2026 di Washington Hilton, memicu kepanikan dan evakuasi cepat Donald Trump, Melania Trump, serta pejabat tinggi lainnya oleh Secret Service.
Pelaku, Cole Tomas Allen, berhasil menembus checkpoint keamanan dengan senjata api sebelum terjadi baku tembak; tidak ada korban jiwa, namun satu agen terluka.
Insiden menyebabkan acara dibatalkan, memicu penyelidikan oleh Federal Bureau of Investigation.
Acara Makan Malam Presiden Amerika Berubah Jadi Petaka
Acara makan malam Presiden Amerika Donald Trump berubah jadi petaka. Peristiwa baku tembak terjadi di tempat itu. Suasana seketika berubah menjadi kepanikan.
White House Correspondents' Dinner 2026 yang digelar di Washington Hilton, Sabtu (25/4/2026) malam, berubah drastis dari acara penuh kemewahan menjadi situasi darurat.
Kepanikan terjadi setelah suara tembakan terdengar saat Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump sedang menghadiri acara tersebut.
Jamuan tahunan yang biasanya menjadi simbol hubungan antara Gedung Putih dan media nasional itu mendadak lumpuh.
Trump, Ibu Negara Melania Trump, Wakil Presiden JD Vance, para menteri kabinet, anggota Kongres, jurnalis senior, hingga tamu internasional langsung dievakuasi.
Suasana ballroom yang sebelumnya dipenuhi pidato, makan malam formal, dan perbincangan politik mendadak berubah menjadi kepanikan.
Beberapa tamu berlindung di bawah meja. Sebagian lainnya tiarap di lantai. Agen Secret Service berlari menuju panggung sambil meneriakkan shots fired atau tembakan dilepaskan.
Momen itu menjadi salah satu insiden keamanan paling serius dalam masa jabatan kedua Trump.
Fakta-Fakta Terkait Penembakan di Acara Makan Malam Trump
-
Detik-Detik Saat Tembakan Pecah
Menurut kesaksian para saksi dan laporan CNN, suara keras pertama kali terdengar dari bagian belakang area acara, tidak jauh dari jalur masuk menuju ballroom utama.
Trump saat itu sedang berada di panggung bersama Melania Trump. Ia sempat berbincang dengan mentalis Amerika Oz Pearlman beberapa saat sebelum suara ledakan terdengar.
Dalam video yang beredar, ekspresi terkejut terlihat jelas di wajah Melania dan sejumlah tamu VIP.
Trump mengaku awalnya mengira suara itu hanyalah nampan yang terjatuh.
Saya pikir itu suara nampan jatuh. Saya berharap itu nampan, ternyata bukan, kata Trump dalam konferensi pers beberapa saat setelah kejadian.
Namun, petugas keamanan langsung mengetahui situasi itu jauh lebih serius. Secret Service bergerak sangat cepat. Dalam hitungan detik, Trump langsung dikelilingi agen dan dibawa turun dari panggung menuju ruang aman di dalam hotel.
Melania Trump ikut dievakuasi. Begitu pula Wakil Presiden JD Vance dan sejumlah pejabat kabinet.
Jeanine Pirro, Jaksa AS untuk Distrik Columbia yang hadir malam itu, menggambarkan seluruh ruangan mendadak hening.
Semua orang langsung menunduk. Ribuan orang berada di ruangan itu dan semua sadar sesuatu yang sangat serius sedang terjadi, ujarnya. -
Pelaku Tembus Pos Pemeriksaan
Kepala Kepolisian Metropolitan DC sementara, Jeffery Carroll, mengatakan tersangka diduga menerobos pos pemeriksaan keamanan Secret Service. Ia membawa senapan laras panjang, pistol, dan beberapa pisau.
Dia bersenjata dengan senapan, pistol, dan beberapa pisau, kata Carroll. Menurut polisi, pelaku berlari melewati checkpoint keamanan sebelum dicegat petugas.
Saat itulah terjadi baku tembak singkat antara tersangka dan aparat. Saksi mata Erin Thielman mengatakan ia melihat seorang pria dengan senapan dan magasin di pundaknya jatuh ke tanah setelah ditembak petugas. Ia mendengar sedikitnya tiga tembakan.
Wolf Blitzer dari CNN, yang berada hanya beberapa meter dari lokasi, mengatakan ia melihat pelaku sudah berada di dalam zona aman setelah melewati detektor logam.
Tiba-tiba seorang pria bersenjata dengan senjata sangat serius mulai menembak, katanya. Belum sepenuhnya jelas bagaimana pelaku bisa menembus lapisan keamanan acara yang dikenal sangat ketat. White House Correspondents' Dinner disebut memiliki pengamanan hampir setara dengan acara keamanan nasional. -
Lokasi dan Acara yang Jadi Sasaran
Insiden ini terjadi di Washington Hilton, hotel ikonik di Washington DC yang rutin menjadi lokasi White House Correspondents' Dinner.
Acara ini merupakan jamuan tahunan Asosiasi Koresponden Gedung Putih yang mempertemukan presiden Amerika Serikat dengan para jurnalis nasional.
Acara tersebut dihadiri ribuan tamu. Mulai dari pejabat pemerintahan, anggota Kongres, tokoh media, hingga tamu internasional. Secara simbolis, acara ini menjadi panggung kebebasan pers dan hubungan politik nasional.
Ironisnya, hotel yang sama juga menjadi lokasi bersejarah saat Presiden Ronald Reagan ditembak pada tahun 1981. Karena itu, insiden terbaru ini langsung membangkitkan trauma sejarah keamanan presiden AS. -
Korban dan Kerusakan
Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Trump, Melania Trump, seluruh anggota kabinet, dan para tamu utama dinyatakan selamat. Namun, satu agen Secret Service mengalami luka setelah terkena tembakan dari jarak dekat. Menurut sumber CNN, peluru mengenai perlengkapan pelindung petugas sehingga ia berhasil selamat.
Trump mengatakan dirinya sudah berbicara langsung dengan agen tersebut. Dia memiliki semangat yang sangat tinggi. Kami mengatakan bahwa kami mencintai dan menghormatinya, ujar Trump. Selain itu, sejumlah saksi melaporkan kaca pecah di lorong hotel saat insiden berlangsung. Beberapa area sekitar ballroom sempat ditutup total. Program acara dihentikan dan lokasi langsung diamankan penuh oleh Secret Service, FBI, dan Kepolisian Metropolitan DC. -
Sosok Tersangka
Pelaku diidentifikasi sebagai Cole Tomas Allen, pria berusia 31 tahun asal California. Menurut beberapa sumber penegak hukum kepada CNN, ia merupakan lulusan California Institute of Technology (Caltech) dan memiliki latar belakang teknik. Polisi juga meyakini tersangka adalah tamu hotel tempat acara berlangsung.
Informasi awal, kami yakin dia adalah tamu di hotel ini, kata Jeffery Carroll. Sebuah kamar hotel yang diduga terkait dengan tersangka telah diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut. Pihak berwenang menyebut tersangka bertindak sendirian atau lone wolf. Tidak ada indikasi keterlibatan pelaku lain. Trump sendiri menyebut pelaku sebagai orang yang sangat sakit jiwa. Kami tidak ingin hal seperti ini terjadi, katanya. -
Apa yang Terjadi Setelah Penembakan?
Setelah dibawa ke ruang aman, Trump sempat ingin kembali ke acara dan membiarkan makan malam tetap berlangsung. Ia bahkan sempat menulis di Truth Social bahwa dirinya ingin acara tetap dilanjutkan. Namun, Secret Service menolak dan meminta presiden segera meninggalkan lokasi sesuai protokol keamanan. Trump akhirnya kembali ke Gedung Putih dan menggelar konferensi pers darurat. Acara White House Correspondents' Dinner resmi dibatalkan dan dijadwalkan ulang dalam 30 hari.
Kita akan melakukannya lagi. Kita tidak akan membiarkan siapa pun mengambil alih masyarakat kita, kata Trump. Ia juga menegaskan acara berikutnya akan dibuat jauh lebih aman. Kita akan membuatnya lebih aman, ujarnya. Melania Trump disebut mengalami pengalaman yang cukup traumatis. Trump mengatakan istrinya sudah berkali-kali mengingatkan bahwa jabatan presiden adalah pekerjaan yang berbahaya. -
Langkah Pemerintah dan Dakwaan
FBI langsung turun tangan menyelidiki motif, latar belakang, dan kemungkinan target utama serangan. Direktur FBI Kash Patel meminta masyarakat memberikan informasi sekecil apa pun yang berkaitan dengan insiden tersebut.
Kami akan mengevaluasi semuanya. Tidak ada informasi yang terlalu kecil, katanya. Jaksa AS Jeanine Pirro menyatakan tersangka akan menghadapi dua dakwaan federal utama. Pertama, penggunaan senjata api dalam kejahatan kekerasan. Kedua, penyerangan terhadap petugas federal menggunakan senjata berbahaya.
Jelas, individu ini berniat melakukan sebanyak mungkin kerusakan, kata Pirro. Tersangka dijadwalkan menjalani sidang awal pada Senin. Secret Service juga melakukan evaluasi total terhadap sistem keamanan acara. Direktur Secret Service Sean Curran menegaskan sistem perlindungan berlapis sebenarnya telah bekerja efektif. Menurutnya, jika checkpoint tidak berfungsi, korban bisa jauh lebih besar karena ribuan orang berada dalam satu ruangan bersama presiden. Meski serangan berhasil digagalkan sebelum mencapai Trump secara langsung, insiden ini kembali menunjukkan bahwa jabatan presiden Amerika Serikat tetap menjadi salah satu posisi paling berbahaya di dunia.