7 fakta mengerikan penembakan di acara makan malam Trump, pelaku tembak dengan senjata api

7 fakta mengerikan penembakan di acara makan malam Trump, pelaku tembak dengan senjata api
7 fakta mengerikan penembakan di acara makan malam Trump, pelaku tembak dengan senjata api

Ringkasan Berita

Penembakan terjadi saat Presiden AS, Donald Trump menghadiri White House Correspondents' Dinner di Washington Hilton. Pelaku membawa senapan, pistol, dan pisau sebelum dilumpuhkan Secret Service. Trump selamat, satu agen terluka, acara dibatikan, dan tersangka kini menghadapi dakwaan federal serius.

White House Correspondents' Dinner 2026

Acara yang digelar di Washington Hilton, Sabtu (25/4/2026) malam, berubah drastis dari acara penuh kemewahan menjadi situasi darurat. Kepanikan terjadi setelah suara tembakan terdengar saat Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump sedang menghadiri acara tersebut. Jamuan tahunan yang biasanya menjadi simbol hubungan antara Gedung Putih dan media nasional itu mendadak lumpuh.

Detik-Detik Saat Tembakan Pecah

Menurut kesaksian para saksi dan laporan CNN, suara keras pertama kali terdengar dari bagian belakang area acara, tidak jauh dari jalur masuk menuju ballroom utama. Trump saat itu sedang berada di panggung bersama Melania Trump. Ia sempat berbincang dengan mentalis Amerika Oz Pearlman beberapa saat sebelum suara ledakan terdengar. Dalam video yang beredar, ekspresi terkejut terlihat jelas di wajah Melania dan sejumlah tamu VIP. Trump mengaku awalnya mengira suara itu hanyalah nampan yang terjatuh.

Pelaku Tembus Pos Pemeriksaan

Kepala Kepolisian Metropolitan DC sementara, Jeffery Carroll, mengatakan tersangka diduga menerobos pos pemeriksaan keamanan Secret Service. Ia membawa senapan laras panjang, pistol, dan beberapa pisau. Menurut polisi, pelaku berlari melewati checkpoint keamanan sebelum dicegat petugas. Saat itulah terjadi baku tembak singkat antara tersangka dan aparat. Saksi mata Erin Thielman mengatakan ia melihat seorang pria dengan senapan dan magasin di pundaknya jatuh ke tanah setelah ditembak petugas. Ia mendengar sedikitnya tiga tembakan.

Lokasi dan Acara yang Jadi Sasaran

Insiden ini terjadi di Washington Hilton, hotel ikonik di Washington DC yang rutin menjadi lokasi White House Correspondents' Dinner. Acara ini merupakan jamuan tahunan Asosiasi Koresponden Gedung Putih yang mempertemukan presiden Amerika Serikat dengan para jurnalis nasional. Acara tersebut dihadiri ribuan tamu. Mulai dari pejabat pemerintahan, anggota Kongres, tokoh media, hingga tamu internasional. Secara simbolis, acara ini menjadi panggung kebebasan pers dan hubungan politik nasional. Ironisnya, hotel yang sama juga menjadi lokasi bersejarah saat Presiden Ronald Reagan ditembak pada tahun 1981.

Korban dan Kerusakan

Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Trump, Melania Trump, seluruh anggota kabinet, dan para tamu utama dinyatakan selamat. Namun, satu agen Secret Service mengalami luka setelah terkena tembakan dari jarak dekat. Menurut sumber CNN, peluru mengenai perlengkapan pelindung petugas sehingga ia berhasil selamat. Trump mengatakan dirinya sudah berbicara langsung dengan agen tersebut. Selain itu, sejumlah saksi melaporkan kaca pecah di lorong hotel saat insiden berlangsung. Beberapa area sekitar ballroom sempat ditutup total.

Sosok Tersangka

Pelaku diidentifikasi sebagai Cole Tomas Allen, pria berusia 31 tahun asal California. Menurut beberapa sumber penegak hukum kepada CNN, ia merupakan lulusan California Institute of Technology (Caltech) dan memiliki latar belakang teknik. Polisi juga meyakini tersangka adalah tamu hotel tempat acara berlangsung. Sebuah kamar hotel yang diduga terkait dengan tersangka telah diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut. Pihak berwenang menyebut tersangka bertindak sendirian atau lone wolf.

Apa yang Terjadi Setelah Penembakan?

Setelah dibawa ke ruang aman, Trump sempat ingin kembali ke acara dan membiarkan makan malam tetap berlangsung. Ia bahkan sempat menulis di Truth Social bahwa dirinya ingin acara tetap dilanjutkan. Namun, Secret Service menolak dan meminta presiden segera meninggalkan lokasi sesuai protokol keamanan. Trump akhirnya kembali ke Gedung Putih dan menggelar konferensi pers darurat. Acara White House Correspondents' Dinner resmi dibatalkan dan dijadwalkan ulang dalam 30 hari.

Langkah Pemerintah dan Dakwaan

FBI langsung turun tangan menyelidiki motif, latar belakang, dan kemungkinan target utama serangan. Direktur FBI Kash Patel meminta masyarakat memberikan informasi sekecil apa pun yang berkaitan dengan insiden tersebut. Jaksa AS Jeanine Pirro menyatakan tersangka akan menghadapi dua dakwaan federal utama. Pertama, penggunaan senjata api dalam kejahatan kekerasan. Kedua, penyerangan terhadap petugas federal menggunakan senjata berbahaya. Tersangka dijadwalkan menjalani sidang awal pada Senin. Secret Service juga melakukan evaluasi total terhadap sistem keamanan acara.