
Pemerintah Kabupaten Sidrap Berkomitmen Percepat Transformasi Digital
Pemeriptah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menunjukkan komitmen penuh dalam mempercepat transformasi digital. Langkah konkret diambil untuk memperluas pembayaran pajak daerah secara nontunai, yang menjadi kunci peningkatan transparansi dan efisiensi pengelolaan pendapatan.
Komitmen ini ditegaskan dalam kegiatan peningkatan kapasitas bagi koordinator pemungut pajak daerah di Kantor Bapenda Sidrap, Pangkajene Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Sulsel, Jumat (24/10/2025). Kepala Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Pengelolaan Sistem Informasi Pendapatan Daerah Bapenda Sidrap, Nurhidayah Ibhas, menjelaskan bahwa modernisasi sistem pembayaran merupakan dukungan terhadap upaya digitalisasi daerah.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Petugas pemungut pajak adalah ujung tombak dalam membangun kesadaran wajib pajak untuk beralih ke sistem pembayaran yang lebih modern, aman, dan efisien," ujar Nurhidayah Ibhas.
Untuk mencapai target perluasan nontunai, Bapenda Sidrap menyepakati tujuh langkah strategis dan terukur:
- Akselerasi QRIS: Mengarahkan petugas pemungut pajak agar secara aktif mengajak wajib pajak memanfaatkan QRIS untuk setiap transaksi pembayaran.
- Evaluasi Kinerja: Melakukan evaluasi bulanan yang ketat untuk memantau pelaksanaan sistem nontunai dan menindaklanjuti wajib pajak yang masih memilih setoran tunai.
- Edukasi Langsung: Memberikan edukasi dan pelatihan praktik pembayaran nontunai secara langsung di lapangan kepada wajib pajak.
- Kampanye Publik: Memasang baliho dan spanduk di lokasi strategis sebagai sarana sosialisasi kewajiban dan tata cara pembayaran pajak daerah nontunai.
- Pendekatan Pre-Edukasi: Bidang Perencanaan akan melakukan edukasi pendahuluan sebelum Bidang Pendapatan melaksanakan kegiatan pemungutan pajak.
- Penguatan Mentalitas Petugas: Menanamkan pola pikir positif pada koordinator pemungut, menghilangkan persepsi bahwa sistem nontunai adalah hal yang sulit.
- Sinergi Atasi Kendala: Menyusun solusi bersama untuk mengatasi hambatan di lapangan, khususnya terkait keengganan wajib pajak beralih ke metode pembayaran digital.
Melalui strategi ini, Bapenda Sidrap optimistis dapat mempercepat adopsi pembayaran digital, sekaligus memastikan pengelolaan pendapatan daerah berjalan lebih transparan dan akuntabel.
Manfaat Pembayaran Nontunai
Pembayaran pajak daerah secara nontunai memberikan berbagai manfaat signifikan, baik bagi pemerintah maupun masyarakat. Salah satu manfaat utamanya adalah meningkatkan transparansi dalam pengelolaan pendapatan daerah. Dengan sistem digital, setiap transaksi dapat tercatat secara rinci dan mudah dipantau, sehingga mengurangi risiko penyalahgunaan dana.
Selain itu, pembayaran nontunai juga meningkatkan efisiensi. Wajib pajak tidak perlu repot membawa uang tunai, sementara petugas pemungut pajak bisa fokus pada tugas intinya, yaitu memastikan semua wajib pajak memenuhi kewajibannya.
Tidak hanya itu, sistem digital juga memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap risiko pencurian atau kehilangan uang tunai. Dengan adanya transaksi elektronik, setiap pembayaran bisa dilacak dan diverifikasi dengan cepat.
Tantangan dan Solusi
Meskipun ada banyak manfaat, proses peralihan ke sistem pembayaran nontunai juga menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah ketidaktahuan atau ketidaknyamanan masyarakat dalam menggunakan teknologi digital. Untuk mengatasi ini, Bapenda Sidrap melakukan edukasi langsung dan kampanye publik yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kenyamanan masyarakat.
Selain itu, ada juga tantangan terkait infrastruktur. Tidak semua wilayah memiliki akses internet yang stabil atau perangkat lunak yang mendukung transaksi digital. Oleh karena itu, Bapenda Sidrap bekerja sama dengan pihak terkait untuk memastikan infrastruktur yang cukup tersedia di seluruh wilayah.
Kesimpulan
Dengan langkah-langkah strategis yang telah dirancang, Bapenda Sidrap menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat transformasi digital. Proses ini tidak hanya akan mempermudah pengelolaan pendapatan daerah, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel.