7 Santri Ponpes Al Khoziny Masih Terjebak, Basarnas Kirim Bantuan Vital

admin.aiotrade 01 Okt 2025 3 menit 21x dilihat
7 Santri Ponpes Al Khoziny Masih Terjebak, Basarnas Kirim Bantuan Vital

Tim SAR Gabungan Berhasil Menemukan 15 Korban di Bawah Reruntuhan Musala

Di wilayah Sidoarjo, Jawa Timur, tim penyelamatan gabungan dari Basarnas berhasil menemukan 15 titik korban yang terjebak di bawah reruntuhan musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Penemuan ini dilakukan pada Rabu (1/10), setelah bangunan tiga lantai tersebut ambruk pada Senin (29/9) sore.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dari jumlah tersebut, sebanyak delapan korban dinyatakan dalam status hitam, yang berarti tidak ada tanda-tanda kehidupan, sementara tujuh korban lainnya berstatus merah, artinya masih hidup. Dengan kondisi ini, Basarnas memprioritaskan suplai vital kepada para korban yang berada di zona merah. Suplai tersebut meliputi oksigen, makanan, minuman, hingga infus untuk menjaga kelangsungan hidup korban.

Upaya Penyelamatan Korban yang Masih Hidup

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menjelaskan bahwa suplai vital diberikan melalui celah-celah reruntuhan agar korban dapat bertahan lebih lama dari batas krusial 72 jam pascakejadian. Ia mengatakan:

"Saat tim dapat mencapai korban, melalui celah-celah di bawah reruntuhan yang tersedia, selama mendapatkan suplai makan minum serta infus maka memungkinkan korban dapat bertahan lebih lama."

Menurut Syafii, tanda-tanda kehidupan masih terpantau dari para korban yang berstatus merah. Untuk memperkuat kondisi fisik mereka, korban diberi tambahan vitamin serta obat-obatan. Ia menekankan bahwa korban kali ini merupakan anak-anak yang memiliki potensi besar untuk membawa negara menjadi lebih baik di masa depan.

"Karena itu, kami akan terus memprioritaskan upaya penyelamatan korban," ujarnya.

Keterlibatan Banyak Instansi dalam Operasi SAR

Operasi pencarian dan penyelamatan ini melibatkan 379 personel dari 65 instansi. Tim gabungan telah melakukan evakuasi terhadap sebelas korban yang sempat terjebak di bawah reruntuhan bangunan. Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya meninggal dunia.

Proses evakuasi dan penyelamatan terus berlangsung meskipun kondisi di lokasi sangat sulit. Tim SAR bekerja keras untuk memastikan semua korban yang masih hidup bisa segera dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis yang layak.

Peran Penting Suplai Vital dalam Operasi Penyelamatan

Suplai vital seperti oksigen, makanan, dan infus menjadi kunci dalam menjaga harapan hidup para korban yang terjebak. Dengan memberikan suplai secara berkala, tim SAR berharap dapat memperpanjang waktu bertahan para korban hingga akhirnya bisa dievakuasi dengan selamat.

Selain itu, para korban yang masih hidup juga diberi dukungan psikologis dan perlindungan dari kondisi lingkungan yang ekstrem. Hal ini penting untuk menjaga semangat dan keberlanjutan hidup mereka.

Proses Evakuasi yang Terus Dilakukan

Sejak musala tiga lantai di Ponpes Al Khoziny ambruk, operasi SAR terus berlangsung tanpa henti. Tim gabungan terus berupaya keras untuk menemukan dan menyelamatkan korban yang belum dievakuasi. Setiap hari, para petugas bekerja dengan kondisi yang berat, tetapi tetap berkomitmen untuk memberikan bantuan secepat mungkin.

Proses evakuasi ini tidak hanya melibatkan anggota Basarnas, tetapi juga berbagai pihak seperti relawan, dokter, dan tenaga medis lainnya. Kolaborasi antarinstansi menjadi salah satu faktor penting dalam kesuksesan operasi penyelamatan ini.

Kesimpulan

Peristiwa ambruknya musala di Pondok Pesantren Al Khoziny menjadi peringatan tentang pentingnya keselamatan bangunan dan kesiapan dalam menghadapi bencana. Meski situasi sangat sulit, upaya penyelamatan yang dilakukan oleh tim SAR menunjukkan komitmen tinggi untuk menyelamatkan nyawa manusia. Dengan kerja sama yang baik dan penggunaan teknologi modern, diharapkan semua korban bisa segera dievakuasi dan mendapatkan perawatan yang tepat.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan