
Peningkatan Jumlah Kendaraan dan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, memberikan laporan terbaru mengenai angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dalam laporan tersebut, sebanyak 7.475 kendaraan telah menyeberang menuju Pelabuhan Merak Banten. Dari jumlah tersebut, kendaraan logistik atau truk mendominasi antrean dengan jumlah 3.864 unit, disusul mobil pribadi sebanyak 2.794 unit.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Selain itu, jumlah penumpang yang menyeberang baik pejalan kaki maupun dalam kendaraan tercatat sebanyak 28.821 orang. Kenaikan jumlah kendaraan calon penumpang kapal terpantau terjadi sejak Senin lalu dan menyebabkan kemacetan lalu lintas di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni.
Partogi menduga kepadatan di Bakauheni akibat cuaca ekstrem yang melanda perairan Selat Sunda dalam beberapa hari terakhir, yang berdampak pada jadwal sandar dan layar kapal. Antrean kendaraan pada Kamis malam hingga Jumat mencapai satu kilometer dari area pelabuhan.
Upaya Mengurai Antrean dan Meningkatkan Pelayanan
Untuk mengurai antrean dan memberikan pelayanan terbaik kepada para calon penumpang kapal, petugas ASDP bersama pihak kepolisian dari Polsek KSKP Bakauheni terus melakukan upaya. ASDP Bakauheni pun menyiapkan kantong parkir sebagai upaya antisipasi terjadi kemacetan arus lalu lintas di depan pintu masuk Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni Lampung.
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya penumpukan penumpang atau kemacetan di area pelabuhan. "Kami telah mengoptimalkan kantong parkir (bufferzone) di rest area KM 49B, KM 20B, dan titik non-tol seperti Terminal Agribisnis Gayam dan Rumah Makan Gunung Jati, RM Tiga Saudara, dan Kantor Lama Balai Karantina,” ujarnya.
Selain itu, kata Partogi, ASDP juga mengoperasikan sebanyak 51 kapal besar untuk melayani para penumpang yang akan melakukan penyeberangan rute Bakauheni-Merak. “Sebagai antisipasi, ASDP Cabang Bakauheni telah menyiapkan 67 kapal, dengan 51 kapal dalam kondisi standby dan 16 kapal tidak siap operasi." Sebanyak 51 unit kapal feri disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan penyeberangan penumpang pejalan kaki, kendaraan pribadi, dan truk logistik di masa angkutan libur panjang Nataru.
Persiapan Nasional oleh ASDP
Sebelumnya, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo menyatakan bahwa 15 lintasan di bawah koordinasi 15 cabang pada 33 pelabuhan dipastikan dalam kondisi siap melayani penyebrangan periode Nataru. Langkah antisipasi yang disiapkan di antaranya menghadapi dinamika cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia, terutama lintasan yang menjadi urat nadi konektivitas antardaerah.
"ASDP berkomitmen menghadirkan layanan penyeberangan yang andal dengan menempatkan keselamatan, empati, dan tanggung jawab sebagai fondasi utama pelayanan, terutama di tengah meningkatnya mobilitas dan potensi cuaca ekstrem,” ujar Heru dalam keterangan tertulisnya pada Senin, 15 Desember 2025.
Jumlah penumpang yang akan diangkut sebanyak 547 ribu orang, sedangkan kendaraan diperkirakan mencapai 868 ribu unit atau meningkat 8,9 persen dari periode yang sama sebelumnya. Puncak kepadatan diperkirakan terjadi pada 23–24 Desember 2025.
Fasilitas dan Kolaborasi untuk Layanan Terbaik
Secara nasional, kata Heru, ASDP menyiapkan 222 kapal yang terdiri dari 135 kapal komersial dan 87 kapal perintis, untuk melayani 318 lintasan penyeberangan, termasuk 91 lintasan komersial dan 227 lintasan perintis. Perusahaan mengandalkan pemesanan tiket via aplikasi Ferizy agar penumpang tidak menumpuk di pelabuhan.
ASDP juga menyediakan fasilitas customer service 24 jam, pengoperasian layanan Express II di lintasan Merak–Bakauheni, penambahan toilet portable, serta optimalisasi penerangan dan kelistrikan pelabuhan. ASDP terus bekerja sama dengan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), Indonesian National Ferryowners Association (INFA), Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyebrangan (GAPASDAP), dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Untuk memastikan kesiapan kapal, pengaturan lalu lintas kendaraan, serta respons cepat terhadap perubahan cuaca," kata Heru.
Lintasan Prioritas yang Siap Beroperasi
Berikut 15 lintasan prioritas yang berada di bawah koordinasi 15 cabang pada 33 pelabuhan dipastikan dalam kondisi siap layanan:
- Merak–Bakauheni
- Ketapang–Gilimanuk
- Jangkar–Lembar
- Kayangan–Pototano
- Tanjung Api-Api–Tanjung Kelian
- Telaga Punggur–Tanjung Uban
- Ajibata–Ambarita
- Nias–Sibolga
- Padangbai–Lembar
- Kariangau–Penajam
- Bajoe–Kolaka
- Bira–Pamatata
- Bitung–Ternate
- Hunimua–Waipirit
- Bolok–Rote.