PANGKALANKERINCI (aiotrade.CO) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mencatat ada sembilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah aktif menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Negeri Seiya Sekata hingga saat ini. Dapur-dapur SPPG tersebut setiap hari menyiapkan sarapan dan makan siang untuk puluhan ribu siswa di tiga kecamatan, yakni Pangkalan Kerinci, Pangkalan Kuras, dan Bandar Petalangan. Program ini mencakup peserta didik mulai dari Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.
“Dari data yang kita miliki, ada 69 sekolah dari tingkat TK hingga SMA yang telah menjalankan program MBG sampai sekarang,” ujar Plt Kepala Disdikbud Pelalawan, Leo Nardo, Kamis (23/10/2025). Ia menyebutkan, dari puluhan sekolah itu, terdapat 24.927 siswa penerima manfaat yang setiap hari menerima makanan bergizi yang dikirim dari dapur SPPG.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Adapun sembilan dapur SPPG aktif tersebut antara lain:
- SPPG Pelalawan Bandar Petalangan Lubuk Terap
- SPPG Pangkalan Kerinci Kota Yayasan Harapan Bunda
- SPPG Makmur Pangkalan Kerinci Yayasan Harapan Bunda
- SPPG Pangkalan Kerinci Barat 2 Yayasan Harmoni Riau Sejahtera
- SPPG Pangkalan Kerinci Barat 3 Yayasan Harapan Bunda
- SPPG Pangkalan Kerinci Kota Yayasan Kemala Bhayangkari
- SPPG Pangkalan Kerinci Barat Yayasan Tuah Karya Mandiri
- SPPG Raja Pangkalan Kerinci Yayasan PHIB
- SPPG Pelalawan Pangkalan Kerinci Kota 4 Yayasan Tuah
“Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada laporan kasus keracunan atau gangguan kesehatan yang dialami siswa sejak program MBG berjalan,” ungkap Leo Nardo.
Peran SPPG dalam Mendukung Kesehatan Anak Sekolah
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu inisiatif penting dalam memastikan anak-anak di Pelalawan mendapatkan nutrisi yang cukup selama masa belajar. Dengan adanya SPPG, setiap hari ratusan bahkan ribuan siswa dapat mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi tanpa harus membayar biaya tambahan. Hal ini sangat penting, terutama bagi keluarga yang memiliki kondisi ekonomi kurang mampu.
Selain itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan memberikan asupan gizi yang tepat kepada siswa. Dengan tubuh yang sehat dan energi yang cukup, siswa lebih fokus dalam belajar dan memiliki kemampuan akademik yang lebih baik.
Penyebaran SPPG di Berbagai Wilayah
SPPG yang aktif saat ini tersebar di tiga kecamatan utama, yaitu Pangkalan Kerinci, Pangkalan Kuras, dan Bandar Petalangan. Setiap SPPG memiliki peran masing-masing dalam memenuhi kebutuhan makanan para siswa. Misalnya, SPPG Pangkalan Kerinci Kota Yayasan Harapan Bunda dan SPPG Makmur Pangkalan Kerinci Yayasan Harapan Bunda menjadi pusat pengadaan makanan yang cukup besar. Sedangkan SPPG Raja Pangkalan Kerinci Yayasan PHIB dan SPPG Pelalawan Bandar Petalangan Lubuk Terap berperan sebagai penyedia makanan untuk wilayah-wilayah yang lebih jauh.
Keterlibatan Berbagai Pihak dalam Program MBG
Tidak hanya Pemkab Pelalawan yang terlibat dalam program ini, tetapi juga banyak yayasan dan organisasi swasta yang turut serta dalam mendukung pelaksanaan MBG. Yayasan seperti Harapan Bunda, Kemala Bhayangkari, dan PHIB telah menjadi mitra strategis dalam penyediaan makanan bergizi untuk siswa-siswa di wilayah Pelalawan.
Kolaborasi ini tidak hanya membantu dalam pemenuhan kebutuhan makanan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan pendidikan. Dengan dukungan dari berbagai pihak, program MBG dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
Tantangan dan Langkah Ke depan
Meskipun program MBG telah berjalan lancar hingga saat ini, masih ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah ketersediaan bahan baku yang cukup dan stabil. Selain itu, pengawasan terhadap kualitas makanan dan proses distribusi juga harus terus dilakukan agar tidak ada masalah yang timbul.
Leo Nardo menyatakan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan program ini dan melakukan evaluasi berkala. Ia juga berharap agar partisipasi dari berbagai pihak tetap terjaga agar program ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang maksimal bagi siswa-siswa di Pelalawan.