
Babak Kualifikasi Cabor Woodball Menuju Porprov 2026
Cabang olahraga Woodball resmi memasuki babak kualifikasi dalam rangka persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026. Sebanyak 9 Pengurus Cabang (Pengcab) dari berbagai daerah turut serta dalam ajang ini. Pelaksanaan babak kualifikasi digelar di Pusat Pendidikan Kavaleri (Pusdikav), Kabupaten Bandung Barat, pada Jumat, 24 Oktober 2025.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Babak kualifikasi menjadi momen penting bagi para atlet Woodball, terutama kategori U-22, untuk menunjukkan kemampuan terbaik dan mengamankan tiket menuju Porprov 2026. Menurut Kabid Rencana dan Strategi (Rensra) KONI Jawa Barat, Ahmad Oli Solihin, babak kualifikasi merupakan proses wajib bagi setiap cabang olahraga sebelum tampil di Porprov.
“Babak kualifikasi ini menjadi tahapan penting untuk menentukan Pengcab mana yang berhak mengikuti Porprov 2026. Saat ini, ada sembilan Pengcab dengan sekitar 120 atlet yang ikut berpartisipasi,” ujar Ahmad saat ditemui di lokasi.
Awalnya, pelaksanaan babak kualifikasi Woodball direncanakan di Kota Bogor. Namun, karena kendala teknis, kegiatan akhirnya dialihkan ke Pusdikav di Bandung Barat. “Bandung Barat siap menjadi tuan rumah. Alhamdulillah, kegiatan babak kualifikasi tetap berjalan sesuai jadwal dan diharapkan berlangsung lancar sampai akhir,” tambahnya.
Ahmad menjelaskan bahwa sembilan Pengcab yang ikut serta dalam babak kualifikasi antara lain berasal dari Bandung Barat, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Cimahi, Subang, dan Cianjur serta daerah lainnya. Ia menambahkan bahwa babak kualifikasi tidak hanya menentukan kelolosan, tetapi juga menjadi dasar peringkat masing-masing daerah.
“Jika peserta hanya sembilan, kemungkinan semuanya bisa lolos. Namun, tetap tergantung kebijakan KONI daerah masing-masing,” imbuhnya.
Kota Bandung Masih Jadi Barometer
Ahmad juga menyampaikan bahwa Kota Bandung masih menjadi barometer kekuatan Woodball di Jawa Barat. Hal ini dikarenakan adanya pelatih nasional, fasilitas latihan lengkap, dan dukungan dana yang baik.
"Kota Bandung tetap jadi barometer di cabor Woodball dan seluruh kombinasi membuat pembinaan atlet di Bandung lebih maju,” ujarnya.
Meski demikian, Ahmad berharap Cabor Woodball yang diikuti sembilan Pengcab dapat berkembang menjadi olahraga yang lebih populer dan diminati masyarakat luas. Menurutnya, keberlanjutan pembinaan menjadi kunci agar Jawa Barat terus menjadi barometer prestasi olahraga di Indonesia.
“Masih banyak yang belum mengenal Woodball. Dengan adanya event seperti ini, semoga olahraga ini makin dikenal dan bisa menjadi cabang yang memasyarakat seperti sepak bola, dan tentunya Jabar harus tetap menjadi barometer olahraga prestasi di Indonesia,” harapnya.
Apresiasi atas Terselenggaranya Babak Kualifikasi
Di tempat yang sama, Ketua Pengcab Kabupaten Bogor sekaligus Humas Pengprov Woodball Jawa Barat, Ismail HS, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya babak kualifikasi yang diselenggarakan di Bandung Barat.
“Alhamdulillah pembukaannya berjalan lancar. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa berlangsung sukses hingga penutupan tanggal 27 Oktober nanti,” ujar Ismail.
Disinggung terkait kendala pelaksanaan babak kualifikasi, Ismail tak menutup mata terhadap sejumlah kendala yang dihadapi, terutama terkait masalah finansial yang masih menjadi hambatan di banyak cabang olahraga.
“Keterbatasan anggaran masih menjadi persoalan utama. Ini bukan hanya terjadi di Woodball, tapi juga di banyak cabang olahraga lainnya,” ungkapnya.
Meski demikian, Ismail tetap optimistis. Ia berharap kegiatan ini dapat memotivasi semua pihak untuk lebih memperhatikan pembinaan olahraga di tingkat kabupaten dan kota.
“Woodball ini sebenarnya potensial dan sudah masuk cabang olahraga di SEA Games. Artinya, peluang untuk berprestasi di tingkat internasional sangat terbuka,” ujarnya.
Selain itu, Ismail menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak, baik dari KONI kabupaten, provinsi, maupun pemerintah. Sehingga, Cabor Woodball bisa berkembang optimal.
“Kalau olahraga besar seperti sepak bola bisa mendapat dukungan besar hanya untuk satu medali, seharusnya cabor seperti Woodball juga mendapatkan perhatian. Kita ingin melahirkan atlet-atlet bertalenta yang bisa berprestasi hingga ke level internasional,” tegasnya.
Momentum Kebangkitan Woodball Jawa Barat
Lebih lanjut, kata Ismail, dengan semangat kebersamaan dan dukungan dari berbagai pihak, babak kualifikasi Woodball di Bandung Barat bukan sekadar ajang persaingan, tetapi juga langkah nyata membangun masa depan olahraga Woodball di Jawa Barat.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak masyarakat mengenal olahraga Woodball yang menggabungkan teknik golf dan bola kayu ini, dan suatu hari nanti, atlet-atlet muda dari Jawa Barat dapat mengharumkan nama daerah hingga ke tingkat internasional,” pungkasnya.