96 Korban Luka, Pelaku Ledakan SMAN 72 Kini Sadar: Korban Bullying?

admin.aiotrade 12 Nov 2025 6 menit 15x dilihat
96 Korban Luka, Pelaku Ledakan SMAN 72 Kini Sadar: Korban Bullying?
96 Korban Luka, Pelaku Ledakan SMAN 72 Kini Sadar: Korban Bullying?

Penanganan Terduga Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara

FN, seorang siswa SMAN 72 Kelapa Gading yang diduga menjadi pelaku peledakan di masjid kompleks sekolah tersebut, telah dipindahkan dari RS Islam Jakarta ke RS Polri Kramat Jati. Pemindahan ini dilakukan untuk memastikan penanganan medis dan psikologis yang lebih terpadu, serta mencegah risiko infeksi. Saat ini kondisi FN sudah membaik dan sadar, sehingga akan memudahkan penyidik dalam mengumpulkan keterangan lebih lanjut.

Penyidik juga melakukan penggeledahan di rumah terduga pelaku, dan menemukan sejumlah barang bukti seperti buku dan dokumen yang kini sedang diteliti oleh Puslabfor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari keterkaitan dengan motif ledakan yang terjadi.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Hingga Selasa (11/11/2025), jumlah total korban terluka akibat ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta Utara mencapai 96 orang. Mayoritas dari mereka mengalami luka ringan, luka bakar, hingga gangguan pendengaran. Polri terus berkoordinasi dengan KPAI dan tim psikolog untuk memberikan pendampingan psikologis dan trauma healing secara berkelanjutan bagi korban, guru, kepala sekolah, serta terduga pelaku.

Polda Metro Jaya berkomitmen menuntaskan kasus ini secara transparan, dengan mempertimbangkan status pelaku yang masih di bawah umur. Hal ini penting untuk memastikan hak-hak khusus terduga pelaku sesuai prosedur hukum.

Temuan Bahan Peledak

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, Senin (10/11), menemukan tujuh peledak yang dibawa oleh terduga pelaku peledakan di SMAN 72 Jakarta Utara. Dari jumlah tersebut, empat peledak ditemukan meledak, sementara tiga lainnya tidak meledak. Sebanyak empat peledak ditemukan di dua lokasi sekitar sekolah tersebut.

Sebelumnya, jumlah korban luka-luka akibat ledakan di SMA Negeri 72, Jakarta Utara, telah bertambah sejak kejadian pada Jumat (07/11). Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyatakan bahwa luka yang dialami anak itu cukup berat, terutama di bagian kepala, sehingga memerlukan tindakan operasi. Operasi telah dilakukan, dan saat ini dia dirawat di unit perawatan intensif dengan penjagaan ketat petugas kepolisian.

"Luka pasti di bagian kepala dan ada luka goresan. Iya, menjalani operasi pada bagian kepala," kata Sabtu (08/11), sebagaimana dikutip kantor berita Antara. Budi menyebut, anak itu sudah sadar, namun masih harus menjalani perawatan medis secara bertahap.

Meski kondisi medisnya mulai membaik, proses pemulihan fisik dan psikologis terduga pelaku harus dilakukan secara hati-hati. Penyidik dan pihak rumah sakit berkoordinasi erat dengan lembaga perlindungan anak untuk memastikan proses penanganan sesuai prosedur hukum bagi anak di bawah umur.

Terduga pelaku kini berstatus anak yang berhadapan dengan hukum (ABH). Status tersebut mencakup hak-hak khusus yang harus dipenuhi, termasuk perlindungan identitas. Meski berstatus sebagai anak yang berhadapan dengan hukum, proses penyelidikan terhadap dugaan keterlibatan terduga pelaku dalam kasus ledakan tetap berjalan.

Penyelidikan Motif Ledakan

Saat ini, Densus 88 bersama Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih mendalami motif di balik peristiwa tersebut. "Untuk motif masih didalami oleh Densus 88 dan Krimum Polda Metro Jaya. Setelah pengumpulan dan analisa barang bukti dari TKP, hasil penggeledahan, serta keterangan saksi, nanti akan disampaikan secara lengkap oleh Pak Kapolri dan Pak Kapolda Metro Jaya," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto.

Penyidik juga melakukan penyelidikan atas aktivitas media sosial terduga pelaku. Hal ini dilakukan untuk menelusuri kemungkinan pelaku pernah bergabung dalam grup atau komunitas daring yang memiliki afiliasi dengan kelompok teror tertentu.

Aparat kepolisian menemukan serbuk saat melakukan penggeledahan rumah terduga pelaku peledakan. "Terdapat sejumlah barang bukti yang disita polisi dari hasil penggeledahan itu. Salah satunya adalah serbuk yang diduga dijadikan pemicu ledakan di SMAN 72 Jakarta," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, Sabtu (08/11).

Korban Ledakan Bertambah

Korban ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, bertambah menjadi 96 orang, hingga Sabtu (08/11). Dari jumlah tersebut, sebanyak 29 orang masih menjalani perawatan medis, sementara 67 orang lainnya sudah diperbolehkan pulang ke rumah setelah kondisinya membaik. "Saat ini yang dirawat berjumlah 29 orang. Sementara 67 orang lainnya sudah pulang ke rumah dalam kondisi lebih baik," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto.

Angka korban ini mengalami peningkatan dari data sebelumnya yang sempat disebut sebanyak 54 orang. Menurut Budi, data bersifat dinamis karena korban terus berdatangan ke fasilitas kesehatan dan dilakukan verifikasi ulang oleh petugas.

Setidaknya dua ledakan terjadi di lingkungan SMA Negeri 72 Jakarta Utara, pada Jumat (07/11) siang. Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri mengatakan beberapa orang menderita luka bakar hingga gangguan pendengaran akibat ledakan. "Sebagian luka bakar ada yang kena serpihan dan ada luka kecil dan ada beberapa yang telinganya terganggu," tuturnya.

Identifikasi Senjata Api

Kepastian bahwa terduga pelaku ledakan merupakan pelajar SMA Negeri 72 disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, beberapa jam setelah kejadian. Kapolri menegaskan temuan senjata api di lokasi ledakan merupakan senjata mainan. "Kita temukan jenis senjatanya senjata mainan, ada tulisan-tulisan tertentu," ungkapnya.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Lodewijk Freidrich Paulus, menjelaskan peristiwa ledakan terjadi sekitar pukul 12.15 WIB di masjid atau musala yang ada di sekolah tersebut. "Ada dua kali ledakan, satu di belakang dan satu dekat pintu masjid atau musala," kata dia.

Para siswa dan masyarakat sekitar yang awalnya berkumpul di depan gerbang sekolah tersebut diminta menjauh dari lokasi setelah.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Lodewijk Freidrich Paulus, mengatakan benda mirip senjata yang ditemukan di lokasi ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara hanyalah senjata mainan. "Ada gambar itu tapi ternyata senjata mainan. Senjata mainan, bukan senjata beneran. Setelah kami cek itu senjata mainan," kata Lodewijk di SMAN 72, Jumat (07/11).

Namun demikian, Lodewijk tidak menjelaskan secara rinci di mana lokasi persisnya senjata tersebut ditemukan. Dirinya juga belum bisa memastikan siapa pihak yang membawa senjata mainan tersebut.

Berdasarkan foto yang didapatkan kantor berita Antara, terdapat dua benda mirip senjata api yang terdiri satu senjata laras panjang dan satu pistol. Pada bagian laras benda mirip senjata api itu tertulis, "14 Words. For Agartha." Adapun pada bagian badan objek terdapat tulisan, "Brenton Tarrant. Welcome to Hell."

Brenton Tarrant adalah pelaku penembakan massal di Christchurch, Selandia Baru, pada 15 Maret 2019. Ia melakukan dua penembakan massal berturut-turut saat salat Jumat di Masjid Al Noor dan kemudian di Linwood Islamic Centre. Dalam peristiwa dua penembakan di Christchurch tersebut, total korban tewas mencapai 51 orang dan 89 lainnya luka-luka.

Pengakuan Siswa SMAN 72

Sejumlah media mengutip pernyataan beberapa pelajar SMAN 72 yang menyebut terduga pelaku ledakan adalah seorang siswa yang kerap mengalami bullying atau dirundung siswa lain. "Saya menduga siswa ini ingin balas dendam dan bunuh diri. Tadi saya lihat ada tiga jenis bom dan hanya dua yang meledak," kata seorang pelajar SMAN 72 di Jakarta, sebagaimana dikutip kantor berita Antara, Jumat (07/11).


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan