97 WNI Terlibat Kerusuhan di Kamboja, Kemenlu Bantu Pulang

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 14x dilihat
97 WNI Terlibat Kerusuhan di Kamboja, Kemenlu Bantu Pulang

Keterlibatan 97 WNI dalam Kerusuhan di Kamboja

Sebanyak 97 Warga Negara Indonesia (WNI) terlibat dalam kerusuhan yang terjadi di Kota Chrey Thum, Provinsi Kandal, Kamboja, pada 17 Oktober 2025. Peristiwa ini berlangsung di sebuah perusahaan penipuan daring (online scam) tempat para WNI bekerja. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) telah mengonfirmasi kejadian tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Judha Nugraha, menjelaskan bahwa kerusuhan bermula ketika aparat kepolisian setempat berupaya mengamankan para pekerja dari perusahaan tersebut. Namun, para WNI justru melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri, sehingga situasi memburuk hingga menimbulkan ricuh.

“Dalam persoalan ini ada 97 warga negara Indonesia yang terlibat dari kerusuhan tersebut. Dan langkah-langkah penanganan segera dilakukan oleh KBRI Phnom Penh, yang terutama KBRI Phnom Penh segera bertemu dengan kantor kepolisian Kota Chrey Thum. Dan kemudian kita melakukan akses ke konsulerat. Jadi teman-teman KBRI ini sudah dapat menemui para WNI yang ada di kantor polisi tersebut,” kata Judha dalam keterangannya, Senin (20/10/2025).

86 WNI Ditahan, 11 Dirawat di Rumah Sakit

Berdasarkan laporan KBRI Phnom Penh, sebanyak 86 WNI saat ini diamankan di kantor polisi Kota Chrey Thum, sementara 11 lainnya menjalani perawatan di rumah sakit terdekat. Dari jumlah yang ditahan, empat WNI diduga terlibat dalam tindak kekerasan terhadap sesama WNI.

Judha memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, meski sempat terdengar suara tembakan saat kerusuhan terjadi. “Teman-teman KBRI Phnom Penh juga sudah mengunjungi 11 orang ini di rumah sakit, dan tidak ada kondisi yang life threatening,” ujarnya.

"Langkah-langkah saat ini sedang kita lakukan, selain tadi berkoordinasi dengan otoritas setempat, melakukan kunjungan ke konselerat, ya, menemui langsung para WNI baik yang ada di kantor polisi maupun yang ada di rumah sakit," imbuhnya.

KBRI Phnom Penh telah melakukan akses konsuler untuk menemui para WNI yang diamankan, sekaligus memberikan bantuan logistik berupa makanan, obat-obatan, dan kebutuhan sanitasi, terutama bagi perempuan. Selain memberikan bantuan kemanusiaan, Kemlu juga tengah berkoordinasi dengan otoritas Kamboja untuk pendampingan hukum terhadap para WNI tersebut.

Pemerintah berharap mereka tidak terlibat langsung dalam tindak pidana dan dapat segera dipulangkan ke Indonesia. “Selanjutnya kita akan berupaya, ya, berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk pendampingan hukum bagi mereka, ya, termasuk kita mengupayakan agar mereka bisa dipulangkan ke Indonesia,” kata Judha.

Insiden Kedua di Kamboja

Judha menjelaskan, insiden di Chrey Thum merupakan kerusuhan kedua yang terjadi di Kamboja dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, pada 4 Oktober 2025, sempat terjadi kerusuhan di Sihanoukville, namun tidak ada WNI yang terlibat.

“Jadi dapat kami sampaikan, ada dua kejadian yang terpisah. Sebetulnya yang 4 Oktober tidak ada WNI, yang 17 Oktober itu ada WNI,” ujar Judha.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan