
Jakarta – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyampaikan beberapa faktor yang berpotensi memengaruhi pengelolaan investasi unitlink hingga akhir tahun ini. Direktur Eksekutif AAJI, Togar Pasaribu, menjelaskan bahwa perusahaan asuransi jiwa perlu memperhatikan berbagai faktor eksternal, seperti dinamika ekonomi global dan nasional serta pergerakan pasar saham.
Selain itu, kebijakan pemerintah terkait suku bunga dan obligasi juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan asuransi jiwa. Menurut Togar, perusahaan perlu terus menyesuaikan strategi investasinya sesuai dengan portofolio bisnis yang dimiliki. Hal ini bertujuan agar dapat menghadapi berbagai tantangan di pasar keuangan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Togar juga menekankan pentingnya disiplin dalam manajemen risiko. Perusahaan asuransi jiwa dituntut untuk melakukan diversifikasi portofolio agar tidak terlalu terpaku pada satu jenis investasi. Selain itu, komunikasi yang transparan kepada pemegang polis mengenai potensi risiko maupun peluang investasi unitlink juga sangat penting.
Dengan menerapkan strategi tersebut, industri asuransi jiwa dapat menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memaksimalkan peluang pertumbuhan. Secara keseluruhan, AAJI tetap optimistis kinerja unitlink akan terus membaik hingga akhir 2025.
Optimisme ini didorong oleh beberapa faktor, antara lain implementasi regulasi baru yang memperkuat perlindungan pemegang polis. Selain itu, peningkatan literasi keuangan membuat masyarakat lebih memahami manfaat jangka panjang dari produk unitlink. Togar juga menyebutkan bahwa asuransi jiwa mulai menerapkan inovasi produk yang lebih fleksibel, efisien, dan sesuai dengan profil risiko nasabah.
Produk unitlink masih diminati oleh masyarakat segmen tertentu sampai saat ini. Sebagai informasi, berdasarkan data AAJI, pendapatan premi asuransi jiwa dari produk unitlink mencapai 32,40 triliun pada semester I-2025. Angka ini mengalami kontraksi sebesar 11,7% secara Year on Year (YoY).
Namun, pencapaian pada semester I-2025 terbilang membaik jika dibandingkan capaian pada semester I-2024 yang pertumbuhannya tercatat terkontraksi sebesar 13,8% secara YoY. Hal ini menunjukkan adanya perbaikan kinerja meskipun masih ada tantangan di pasar keuangan.