
Pemulangan Mahasiswa Bondowoso dari Iran
Seorang mahasiswa asal Bondowoso, Abdullah (25 tahun), berhasil dipulangkan ke Indonesia setelah menempuh pendidikan di Iran. Ia tiba di kota Bondowoso pada 16 April 2026, setelah menjalani proses pemulangan yang difasilitasi oleh berbagai instansi terkait.
Pemulangan Abdullah dilakukan melalui koordinasi lintas instansi, termasuk Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Proses ini dilakukan secara bertahap, mulai dari Iran hingga akhirnya sampai ke daerah asalnya di Bondowoso.
Koordinasi Lintas Instansi untuk Pemulangan WNI
Menurut Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Jatim, Muchamad Arif Ardiansyah, pemulangan Abdullah dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, seperti KBRI, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah. Dengan adanya koordinasi tersebut, Abdullah akhirnya bisa kembali ke tanah air dan dijemput oleh keluarganya.
Sebelumnya, Abdullah bersama empat warga negara Indonesia (WNI) lainnya difasilitasi kepulangannya dari Iran menuju Indonesia oleh Kementerian Luar Negeri RI melalui KBRI. Setibanya di Jakarta, mereka kemudian diteruskan oleh Badan Penghubung (Banhub) Jawa Timur ke Surabaya. Setelah itu, para WNI tersebut diserahkan kepada Dinsos Jatim untuk dipulangkan ke daerah masing-masing, dengan melibatkan Dinsos kabupaten/kota.
Jika nantinya ada tambahan pemulangan warga asal Jawa Timur, kami akan menyesuaikan fasilitasi dengan kebutuhan di lapangan agar prosesnya tetap berjalan lancar, ujar Arif Ardiansyah.
Kondisi Keluarga dan Proses Serah Terima
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bondowoso, dr. Moch Imron, mengatakan bahwa Abdullah merupakan mahasiswa asal Desa Taman, Kecamatan Grujugan, yang telah menempuh pendidikan di Iran selama empat tahun. Dari hasil asesmen, pihak keluarga membenarkan bahwa Abdullah adalah putra mereka yang sedang kuliah di Iran.
Ia menjelaskan bahwa pemulangan Abdullah dilakukan karena situasi yang dinilai tidak kondusif, pasca konflik di kawasan tersebut beberapa waktu lalu. Dilakukan prosedur serah terima WNI kepada keluarganya yang diwakili ayahanda, tambahnya.
Proses Pemulangan yang Berjalan Lancar
Proses pemulangan Abdullah berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Dari awal hingga akhir, semua tahapan dilakukan secara terkoordinasi dan transparan, sehingga memastikan keselamatan dan kenyamanan bagi warga negara Indonesia yang kembali ke tanah air.
Selain itu, Dinsos Jatim juga menyatakan siap memberikan bantuan dan fasilitasi jika ada penambahan pemulangan warga asal Jawa Timur. Hal ini dilakukan agar proses pemulangan tetap berjalan lancar dan efisien.
Penutup
Pemulangan Abdullah menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara berbagai instansi dapat membantu warga negara Indonesia yang sedang dalam situasi sulit. Dengan koordinasi yang baik dan komitmen dari pihak-pihak terkait, proses pemulangan dapat dilakukan dengan aman dan cepat.