
Kehadiran Paguyuban Mitra SPPG Subang dalam Mendukung Program Makan Bergizi Gratis
Para pelaku usaha yang tergabung dalam Satuan Pengolahan Pangan dan Gizi (SPPG) Kabupaten Subang semakin memperkuat komitmennya untuk berkontribusi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini tidak hanya fokus pada aspek kesehatan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian dan sosial masyarakat.
Dalam upaya mendukung kesuksesan MBG, para pelaku usaha membentuk Paguyuban Mitra SPPG Subang sebagai wadah resmi untuk koordinasi, silaturahmi, serta penyelesaian masalah di lapangan. Pembentukan paguyuban ini disampaikan langsung oleh Ketua Paguyuban Mitra SPPG Kabupaten Subang, Aceng Kudus, dalam Rapat Koordinasi dan Silaturahmi bersama Pemerintah Daerah (Pemkab) dan Kodim 0605/Subang.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Bupati II pada Jumat (7/11/2025), dan dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi. Aceng Kudus menjelaskan bahwa paguyuban ini dibentuk secara aklamasi dengan tujuan utama menjalin kebersamaan di antara para mitra pelaksana program MBG.
"Paguyuban ini dibentuk agar kita saling mengenal, menjaga silaturahmi, dan saling membantu ketika ada kendala di lapangan," ujar Aceng. "Selain itu, tujuan utama kami adalah mendukung penuh program pemerintah, karena Program Makan Bergizi Gratis ini adalah program yang sangat mulia."
Lebih dari sekadar komitmen logistik, Aceng Kudus menyoroti manfaat ekonomi dan sosial yang dihasilkan MBG bagi masyarakat Subang. Ia mengungkapkan bahwa program ini telah memungkinkan banyak pihak terlibat dan memperoleh manfaat ekonomi, termasuk golongan yang sebelumnya kesulitan mendapatkan pekerjaan.
"Melalui MBG, banyak pihak dapat terlibat dan memperoleh manfaat ekonomi, termasuk para ibu rumah tangga yang sebelumnya tidak lagi bekerja di sektor industri, kini bisa ikut berperan dalam pengelolaan dapur dan penyediaan pangan bergizi," tambahnya. Hal ini menegaskan peran strategis para mitra SPPG dalam menggerakkan roda perekonomian mikro di tingkat lokal Kabupaten Subang.
Mengingat tanggung jawab besar dalam penyediaan gizi bagi anak-anak sekolah, para mitra SPPG juga berkomitmen tinggi terhadap aspek keamanan dan kualitas makanan. Dalam rakor tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Subang telah menekankan pentingnya higienitas.
"Yang paling utama dari program ini adalah keamanan pangan," ujar dr. Sugito dari Dinas Kesehatan. Sejalan dengan hal tersebut, seluruh mitra didorong untuk aktif mengurus Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS) sebagai bukti komitmen paguyuban dalam menjaga kualitas makanan yang disajikan.
Saat ini, Wakil Bupati Subang mengonfirmasi bahwa terdapat 122 dapur SPPG yang sudah aktif di Subang, sementara 33 dapur lainnya masih dalam tahap proses sertifikasi dan kelengkapan izin. Paguyuban berkomitmen untuk membantu para mitra yang masih dalam proses perizinan agar seluruh masyarakat Subang dapat merasakan manfaat MBG secara merata.
Para mitra SPPG menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dan bertanggung jawab penuh dalam program yang disebut Wakil Bupati sebagai amanah besar untuk menyiapkan generasi sehat dan tangguh menuju Indonesia Emas 2045.