
aiotrade.CO.ID - JAKARTA.
PT Acset Indonusa Tbk (ACST) secara resmi melepaskan kepemilikan sahamnya di bisnis infrastruktur maritim. Nilai transaksi penjualan tersebut mencapai sebesar Rp 20 miliar.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Berdasarkan keterbukaan informasi yang diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), ACST menjual saham perseroan dalam PT Dredging International Indonesia (DII) kepada PT Eka Jaya Kridatama (EJK).
DII adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengerukan dan reklamasi lahan untuk pengembangan infrastruktur maritim, pelabuhan, serta pembangunan wilayah baru. Sementara itu, EJK merupakan perusahaan jasa pelaksana konstruksi yang berbasis di Jakarta Pusat.
Corporate Secretary ACST, Kadek Ratih Paramita Absari, menjelaskan bahwa perseroan telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat (conditional sale and purchase agreement) pada 20 Oktober 2025 dengan EJK dan DEME Singapore Pte Ltd.
DEME adalah perusahaan berbasis di Singapura yang sebelumnya bernama Dredging International Asia Pacific Pte Ltd. Perjanjian tersebut mencakup penjualan seluruh 400 lembar saham Seri A milik ACST di DII, setara dengan kepemilikan 23,53%. Saham tersebut akan dikonversi menjadi saham Seri B dengan nilai transaksi sebesar Rp 20 miliar kepada EJK.
“Tanggal akhir penyelesaian transaksi ditetapkan paling lambat pada 22 Oktober 2025, atau waktu lain yang disepakati para pihak,” ujar Kadek dalam keterbukaan informasi tersebut.
Kadek menambahkan bahwa tujuan dari transaksi ini adalah untuk memfokuskan kegiatan usaha ACST pada sektor konstruksi sebagai bisnis inti perusahaan.
Ia juga menegaskan bahwa transaksi ini bukan merupakan transaksi material maupun afiliasi, serta tidak berdampak signifikan terhadap kegiatan operasional, hukum, maupun kondisi keuangan ACST saat ini.
Alasan Utama Transaksi
Berikut beberapa alasan utama mengapa ACST melakukan penjualan saham tersebut:
-
Fokus pada Bisnis Inti
ACST ingin lebih fokus pada sektor konstruksi, yang menjadi inti dari operasional perusahaan. Dengan melepas kepemilikan saham di DII, perusahaan dapat mengalokasikan sumber daya dan investasi ke proyek-proyek yang lebih relevan dengan bisnis intinya. -
Peningkatan Efisiensi Operasional
Penjualan saham ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional perusahaan. Dengan mengurangi keterlibatan dalam bisnis maritim, ACST dapat mempercepat proses pengambilan keputusan dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya. -
Pengurangan Risiko
Bisnis maritim memiliki risiko yang berbeda dibandingkan bisnis konstruksi. Dengan melepas saham, ACST dapat mengurangi paparan risiko terhadap fluktuasi pasar dan regulasi yang mungkin terjadi di sektor maritim.
Proses Penyelesaian Transaksi
Transaksi antara ACST dan EJK dilakukan melalui perjanjian jual beli bersyarat (conditional sale and purchase agreement). Berikut detailnya:
-
Jumlah Saham yang Dijual
Seluruh 400 lembar saham Seri A milik ACST di DII akan dijual. Kepemilikan saham tersebut setara dengan 23,53% dari total saham DII. -
Konversi Saham
Saham Seri A yang dijual akan dikonversi menjadi saham Seri B. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian dengan struktur kepemilikan saham EJK. -
Nilai Transaksi
Total nilai transaksi mencapai Rp 20 miliar, yang akan diterima oleh ACST sebagai hasil dari penjualan saham tersebut. -
Tenggat Waktu Penyelesaian
Tanggal akhir penyelesaian transaksi ditetapkan paling lambat pada 22 Oktober 2025. Namun, jika para pihak sepakat, tanggal tersebut dapat diubah sesuai kesepakatan.
Impak Terhadap ACST
Menurut pernyataan dari Corporate Secretary ACST, transaksi ini tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap kegiatan operasional, hukum, maupun kondisi keuangan perusahaan.
Selain itu, transaksi ini tidak termasuk dalam kategori transaksi material maupun afiliasi, sehingga tidak memerlukan persetujuan tambahan dari pemegang saham.
Dengan demikian, langkah ini dianggap sebagai strategi yang tepat untuk memperkuat posisi ACST di sektor konstruksi, sekaligus mengurangi keterlibatan di sektor maritim yang dinilai kurang strategis dalam rencana jangka panjang perusahaan.
ACST Chart
by TradingView