Ada Potensi Untung, Pantau Saham Rekomendasi Analis Hingga Akhir Tahun

admin.aiotrade 16 Nov 2025 2 menit 13x dilihat
Ada Potensi Untung, Pantau Saham Rekomendasi Analis Hingga Akhir Tahun


Di tengah pergerakan pasar saham Indonesia yang masih menunjukkan tren kenaikan dalam jangka menengah dan panjang, arus dana asing terus mengalir keluar dari pasar domestik hingga akhir 2025. Meski demikian, kecenderungan ini tidak akan terlalu agresif dibandingkan periode sebelumnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penurunan tipis sebesar 0,02% pada penutupan perdagangan Jumat (14/11/2025), dengan posisi di level 8.370. Selama seminggu, indeks mengalami koreksi sebesar 0,29%. Namun, dalam satu bulan terakhir, IHSG masih mampu naik 5,75%, sementara dalam enam bulan terakhir, kenaikan mencapai 22,52%, dan sejak awal tahun, IHSG telah menguat 18,23%.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pada hari Jumat, investor asing melakukan penjualan bersih sebesar Rp 56,74 miliar di pasar reguler dan Rp 73,42 miliar di seluruh pasar. Meskipun IHSG mengalami koreksi mingguan, aliran dana asing justru mencatat beli bersih sebesar Rp 600,82 miliar di pasar reguler dan Rp 4,84 triliun di seluruh pasar.

Dalam enam bulan terakhir, dana asing masih masuk sebesar Rp 16,18 triliun ke pasar modal Indonesia. Namun, sepanjang tahun ini, aliran dana asing tercatat keluar sebesar Rp 34,68 triliun dari seluruh pasar.

Menurut Praska Putrantyo, CEO Edvisor Profina Visindo, tren net sell dari investor asing kemungkinan besar akan berlanjut hingga akhir Desember 2025. Ia menjelaskan bahwa aksi ambil untung setelah IHSG mencetak rekor all time high (ATH) menjadi salah satu faktor utama tekanan jual. Selain itu, penurunan peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember 2025 juga turut memengaruhi minat investor asing.

Praska menilai bahwa emiten dengan fundamental kuat dan bergerak di sektor yang sedang berkembang, seperti energi, properti, keuangan, dan infrastruktur, memiliki potensi untuk menahan tekanan jual sepanjang tahun. Jika dana asing kembali masuk secara signifikan, IHSG masih berpeluang menciptakan rekor tertinggi baru. Namun, setelah melewati level 8.400, ia memperkirakan IHSG mulai rentan terhadap aksi profit taking.

Proyeksi IHSG hingga akhir 2025, menurut Praska, berada dalam kisaran 8.100–8.200. Selain sektor perbankan, sektor energi, migas, batubara, infrastruktur, dan barang konsumsi non-primer tetap menjadi incaran investor asing.

Untuk saham BUMN, minat asing diproyeksikan tetap fokus pada sektor-sektor dengan prospek pertumbuhan kinerja yang stabil dalam jangka pendek dan menengah, seperti perbankan, energi, migas, dan infrastruktur.

Beberapa saham yang direkomendasikan oleh Praska antara lain:

  • ADRO dengan target harga Rp 2.100 per saham
  • BMRI dengan target harga Rp 5.000 per saham
  • PGAS dengan target harga Rp 1.850 per saham
  • MAPI dengan target harga Rp 1.550 per saham


BMRI Chart
by TradingView

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan