Adam Back Kritik Bitcoiner VC Terkait Ancaman Komputasi Kuantum

admin.aiotrade 20 Des 2025 3 menit 19x dilihat
Adam Back Kritik Bitcoiner VC Terkait Ancaman Komputasi Kuantum

Kritik terhadap Narasi Ancaman Kuantum terhadap Bitcoin

CEO Blockstream, Adam Back, memberikan kritik tajam terhadap salah satu modal ventura (VC) yang fokus pada Bitcoin. Kritik ini terkait dengan narasi mengenai ancaman komputasi kuantum terhadap keamanan jaringan Bitcoin. Back menilai bahwa pernyataan tersebut hanya menciptakan kegaduhan yang tidak perlu di pasar kripto.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kritik tersebut ditujukan kepada Nic Carter, pendiri Castle Island Ventures. Carter baru-baru ini menjelaskan alasan perusahaan investasinya di Project Eleven, sebuah startup yang sedang mengembangkan perlindungan aset kripto dari potensi ancaman komputasi kuantum. Dalam unggahan di platform X, Back menyampaikan bahwa pernyataan seperti ini hanya memicu kebisingan tanpa dasar informasi yang utuh.

Back menegaskan bahwa komunitas Bitcoin tidak menutup mata terhadap potensi ancaman komputasi kuantum. Namun, ia menekankan bahwa riset dan pengembangan solusi untuk menghadapi ancaman ini dilakukan secara serius dan tenang, tanpa perlu membangun narasi berlebihan di ruang publik.

Nic Carter membantah kritik tersebut dan menilai bahwa masih banyak pengembang Bitcoin yang dalam kondisi "penyangkalan total" terhadap risiko dari perkembangan teknologi komputasi kuantum. Carter menegaskan bahwa investasinya di Project Eleven bukanlah keputusan tersembunyi. Ia mengaku telah mengungkapkan kepemilikan tersebut sejak Oktober lalu melalui tulisan di Substack.

“Saya sudah menyampaikannya secara terbuka sejak awal. Tidak ada yang disembunyikan,” ujarnya. Carter juga mengakui bahwa kekhawatirannya terhadap risiko komputasi kuantum muncul setelah berdiskusi dengan CEO Project Eleven, Alex Pruden. Sejak saat itu, ia semakin yakin bahwa teknologi kuantum bisa menjadi ancaman serius bagi sistem kriptografi blockchain.

Ancaman Kuantum dan Investasi di Project Eleven

Carter menjelaskan bahwa ancaman komputasi kuantum bisa menjadi target utama dalam perlombaan supremasi kuantum, mengingat nilai ekonomi Bitcoin yang besar. Selain itu, ia menyoroti langkah pemerintah yang mulai mempersiapkan sistem keamanan pasca-kuantum serta derasnya investasi global ke perusahaan teknologi kuantum.

Isu ancaman komputasi kuantum terhadap Bitcoin bukan hanya diangkat oleh Carter. Charles Edwards, pendiri Capriole Investments, sebelumnya memperingatkan bahwa teknologi kuantum bisa menjadi ancaman nyata bagi Bitcoin dalam dua hingga sembilan tahun ke depan jika jaringan tidak segera mengadopsi kriptografi yang tahan kuantum. Namun, pandangan tersebut tidak sepenuhnya disepakati oleh semua pihak.

Kevin O’Leary menilai bahwa penggunaan komputasi kuantum untuk membobol keamanan Bitcoin bukanlah pemanfaatan paling efektif dari teknologi tersebut. Ia berpendapat bahwa potensi terbesar komputasi kuantum justru ada pada riset medis berbasis kecerdasan buatan dan sektor ilmiah lainnya.

Adam Back sendiri menyatakan bahwa kesiapan Bitcoin menghadapi era kuantum tetap penting. Meski demikian, ia menilai ancaman nyata dari komputasi kuantum masih jauh. “Teknologinya masih sangat dini dan menghadapi banyak tantangan riset dan pengembangan,” ujar Back.

Perdebatan tentang Potensi Ancaman Kuantum

Perdebatan mengenai ancaman komputasi kuantum terhadap Bitcoin terus berlangsung. Beberapa pihak melihatnya sebagai risiko yang perlu diperhatikan, sementara yang lain merasa bahwa isu ini dibesar-besarkan. Di tengah perdebatan ini, para ahli dan pengembang kripto terus melakukan riset dan pengembangan solusi untuk menghadapi ancaman yang mungkin datang di masa depan.

Proses ini membutuhkan kesiapan dan kolaborasi antara para pengembang, investor, dan pemerintah. Meskipun ancaman kuantum belum terwujud secara nyata, langkah-langkah pencegahan tetap diperlukan untuk memastikan keamanan dan stabilitas jaringan kripto di masa depan.

Dengan berkembangnya teknologi, penting bagi komunitas kripto untuk tetap waspada dan siap menghadapi berbagai tantangan yang muncul. Dengan pendekatan yang rasional dan berbasis data, Bitcoin dan kripto lainnya dapat tetap bertahan dan berkembang meski menghadapi ancaman baru.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan