
Asian Development Bank (ADB) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 akan meningkat menjadi 5,1 persen, dibandingkan proyeksi sebelumnya yang sebesar 5,0 persen. Proyeksi ini didorong oleh beberapa faktor utama. Salah satunya adalah Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur yang menunjukkan adanya ekspansi aktivitas industri atau berada di atas 50 poin sejak Agustus 2025. Selain itu, peningkatan belanja pemerintah melalui realisasi anggaran dan stimulus juga turut mendorong proyeksi pertumbuhan ekonomi pada tahun depan.
"Proyeksi pertumbuhan tahun 2026 kini berada di level 5,1 persen dari sebelumnya 5,0 persen, didukung oleh perbaikan permintaan domestik yang didorong oleh stimulus fiskal dan moneter," tulis laporan Asian Development Outlook bulan Desember 2025.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Selain itu, ADB juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 naik menjadi 5,0 persen dari sebelumnya 4,9 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Malaysia diprediksi membaik menjadi 4,5 persen untuk tahun 2025, dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 4,3 persen. Untuk tahun 2026, proyeksi pertumbuhan ekonomi Malaysia diperkirakan mencapai 4,3 persen dari sebelumnya 4,2 persen. Faktor pendorongnya antara lain pertumbuhan kuartal ketiga Malaysia yang melampaui ekspektasi, serta peningkatan permintaan domestik, ekspor, dan pemulihan di sektor pertambangan.
Kucurkan USD 500 Juta untuk Indonesia

ADB telah menyetujui pinjaman berbasis kebijakan senilai USD 500 juta untuk mendukung reformasi pembangunan modal manusia di Indonesia dalam sistem pendidikan, pengembangan keterampilan, kesehatan, dan perlindungan sosial. Program ini difokuskan untuk melembagakan reformasi sebagai kelanjutan dari dua subprogram sebelumnya yang telah disetujui pada 2021 dan 2023.
Pertama, program ini membentuk fondasi regulasi dan menjalankan berbagai prakarsa rintisan. Kedua, program ini memperluas pelaksanaannya. Ketiga, program ini menyatukan berbagai reformasi tersebut ke dalam sistem nasional Indonesia guna mendukung produktivitas tenaga kerja yang lebih tinggi demi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
"Jalan Indonesia menuju pertumbuhan berkelanjutan bergantung atas investasi pada penduduknya," ujar Bobur Alimov, Direktur ADB untuk Indonesia dalam keterangan resminya.
"Dengan melembagakan reformasi yang meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas akses perawatan kesehatan, dan memperkuat perlindungan sosial, kami membantu Indonesia membangun perekonomian yang lebih produktif dan inklusif tanpa ada rakyat yang tertinggal,” tambahnya.
Beberapa bidang reformasi utama termasuk langkah jaminan kesehatan yang memperluas cakupan perawatan preventif, sehingga turut mencakup skrining kanker payudara dan kanker rahim, serta pencegahan anemia pada remaja perempuan. Reformasi ini memberdayakan perempuan dengan memungkinkan mereka memilih sendiri fasilitas kesehatan tingkat pertama dan mencari lokasi perawatan yang aman bagi mereka.
Program kartu prakerja, yang telah melatih lebih dari 18 juta penduduk, ditingkatkan dengan konten yang mencakup keahlian bidang lingkungan dan kecerdasan buatan. Platform baru untuk panduan karier digital akan membantu mencocokkan lulusannya dengan peluang kerja. Program ini juga mendukung pendirian tambahan 15 pusat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) dalam kerja sama dengan berbagai universitas, serta memberikan wewenang kepada semua universitas negeri untuk mencegah dan mengatasi kekerasan berbasis gender.
Program ini juga telah membentuk tim koordinasi pendidikan dan pelatihan teknis dan kejuruan di 63 persen provinsi di Indonesia agar lebih menyelaraskan pelatihan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. Program ini meningkatkan kinerja transfer fiskal berbasis kinerja untuk menyelaraskan belanja daerah dengan prioritas nasional. Program ini dipandu oleh sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk penargetan bantuan sosial secara akurat.
Program ini selaras dengan Visi 2045 Pemerintah Indonesia dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025–2029, serta mendukung strategi kemitraan negara (country partnership strategy) ADB untuk Indonesia 2025–2029, dengan mengedepankan prioritas di bidang transformasi digital, ketangguhan, dan pemberdayaan.