
PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mencatatkan perolehan kontrak baru sebesar Rp 6,5 triliun hingga kuartal III-2025. Angka ini setara dengan 38,33% dari total target kontrak baru yang ditetapkan ADHI untuk tahun 2025 sebesar Rp 17 triliun.
Sekretaris Perusahaan ADHI, Rozi Sparta, menjelaskan bahwa dari total perolehan kontrak baru sepanjang tahun berjalan, segmen engineering & construction menjadi kontributor utama dengan porsi mencapai 88%. Selanjutnya, segmen property & hospitality menyumbang 7%, investment & concession sebesar 3%, dan manufaktur sebesar 2%.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Berdasarkan segmentasi pemilik pekerjaan, 50% berasal dari pemerintah, 38% dari BUMN, dan 12% dari swasta. Sementara itu, berdasarkan tipe pekerjaan, 52% adalah proyek gedung, 17% adalah infrastruktur air, 11% adalah sarana perhubungan, dan sisanya merupakan jenis pekerjaan lainnya.
Hingga saat ini, ADHI mencatatkan total orderbook sebesar Rp 36 triliun yang diharapkan dapat berkontribusi optimal terhadap pendapatan perseroan di sepanjang 2025.
Dari sisi kinerja keuangan, pendapatan ADHI terpantau mengalami penurunan sebesar 38,28% YoY menjadi Rp 5,65 triliun hingga akhir September 2025. Pada periode yang sama tahun lalu, ADHI masih mampu membukukan pendapatan sebesar Rp 9,16 triliun.
Menurut Rozi, kontributor utama pendapatan di tahun ini berasal dari lini bisnis engineering & construction, termasuk Proyek Jalan Tol Jakarta Cikampek Selatan, Jalan Tol Solo-Yogyakarta-Kulon Progo, dan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen.
ADHI melihat prospek industri konstruksi pada 2026 cukup positif, didukung oleh keberlanjutan program pembangunan infrastruktur pemerintah baru yang diharapkan menjadi penggerak utama pertumbuhan sektor ini.
Perseroan fokus dengan memperkuat fundamental bisnis dan penguatan pada kompetensi inti sebagai kontraktor.
Perseroan tercatat membukukan laba bersih sebesar Rp 4,42 miliar per kuartal III-2025. Angka ini anjlok 93,62% dibandingkan Rp 69,32 miliar di periode sama tahun lalu.
Strategi Bisnis dan Kontribusi Segmen
Adhi Karya menunjukkan strategi yang terfokus pada segmen engineering & construction sebagai basis utama pendapatan. Dalam beberapa proyek besar, seperti Jalan Tol Jakarta Cikampek Selatan dan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-Kulon Progo, ADHI berhasil memperkuat posisinya dalam pasar konstruksi nasional.
Proyek-proyek tersebut tidak hanya memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan, tetapi juga memperkuat reputasi ADHI sebagai salah satu perusahaan konstruksi terkemuka di Indonesia.
Selain itu, ADHI juga aktif dalam segmen property & hospitality, yang memberikan peluang ekspansi ke sektor properti dan layanan pariwisata. Meskipun kontribusinya relatif kecil dibandingkan engineering & construction, segmen ini memiliki potensi pertumbuhan yang menjanjikan.
Kinerja Keuangan yang Menurun
Meski memiliki orderbook yang kuat, kinerja keuangan ADHI mengalami penurunan yang signifikan. Pendapatan yang turun 38,28% YoY menjadi Rp 5,65 triliun hingga akhir September 2025 menunjukkan tantangan yang dihadapi perusahaan. Penurunan ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk fluktuasi harga bahan baku, biaya operasional yang meningkat, serta ketidakpastian ekonomi makro.
Laba bersih yang turun drastis menjadi Rp 4,42 miliar per kuartal III-2025 juga menunjukkan tekanan pada profitabilitas perusahaan. Meski demikian, ADHI tetap berkomitmen untuk memperkuat fondasi bisnis dan meningkatkan efisiensi operasional agar dapat kembali pulih secara bertahap.
Prospek Industri Konstruksi
Industri konstruksi di Indonesia diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang stabil pada tahun 2026. Hal ini didorong oleh kebijakan pemerintah yang terus mendorong pembangunan infrastruktur. Proyek-proyek besar seperti jalan tol, bandara, dan sistem transportasi umum akan menjadi prioritas utama.
ADHI optimis bahwa kebijakan ini akan memberikan peluang bagi perusahaan untuk meningkatkan kontribusi pendapatan dan memperluas pangsa pasarnya. Dengan kompetensi inti sebagai kontraktor, ADHI siap mengambil bagian dalam proyek-proyek infrastruktur yang sedang berkembang.