
Investasi Strategis untuk Pembangunan SDM Indonesia
Pakar dan dosen Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, Syurya M. Nur, menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah penting dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas di Indonesia. Menurutnya, program ini merupakan investasi strategis yang memiliki dampak jangka panjang terhadap kesejahteraan masyarakat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Syurya menjelaskan bahwa gizi yang baik sejak dini sangat berpengaruh pada tumbuh kembang anak dan kemampuan belajar mereka di masa depan. Ia menyatakan bahwa ketika anak-anak sehat dan mendapatkan asupan gizi yang cukup, proses belajar akan berjalan lebih optimal. Hal ini menjadi fondasi penting bagi kemajuan pendidikan nasional dan kualitas SDM Indonesia secara keseluruhan.
“Ketika anak-anak sehat dan bergizi baik, maka proses belajar pun berjalan optimal. Inilah fondasi penting bagi kemajuan pendidikan nasional dan kualitas SDM Indonesia,” ujar Syurya kepada wartawan, Senin (6/10/2025).
Ia menambahkan bahwa keberhasilan MBG akan menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan publik bisa menyentuh kebutuhan dasar masyarakat sekaligus memperkuat masa depan bangsa. Program seperti MBG, menurutnya, adalah bentuk investasi jangka panjang. Meskipun hasilnya mungkin tidak langsung terlihat, dalam 10–20 tahun ke depan, Indonesia akan memiliki generasi yang lebih unggul.
Peran Sekolah dalam Pelaksanaan MBG
Syurya juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam pelaksanaan MBG, mulai dari tenaga ahli gizi, pihak sekolah, hingga dapur penyedia makanan. Ia menyarankan agar pengelolaan program dilakukan secara transparan dan efisien, dengan sekolah sebagai garda terdepan pelaksanaannya.
“Akan lebih efektif jika sekolah diberikan kewenangan mengelola anggaran MBG. Misalnya, memasak di kantin sekolah dengan pengawasan kepala sekolah, sehingga manfaatnya langsung dirasakan oleh siswa,” sarannya.
Menurut Syurya, dengan pengawasan yang baik dan kolaborasi lintas sektor, MBG dapat menjadi tonggak penting dalam pembangunan SDM unggul dan berkarakter di Indonesia. Ia optimistis bahwa program ini akan menjadi masa depan bangsa, karena dapat meningkatkan gizi anak didik di masa golden age-nya.
Dampak Jangka Panjang MBG
Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik anak, tetapi juga pada perkembangan mental dan intelektual mereka. Dengan asupan gizi yang cukup, anak-anak akan lebih fokus dalam belajar dan memiliki kemampuan berpikir yang lebih baik. Hal ini akan berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan.
Selain itu, MBG juga memberikan kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan akses yang sama terhadap makanan bergizi. Ini membantu mengurangi kesenjangan ekonomi dan memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
Keterlibatan Berbagai Pihak
Keterlibatan berbagai pihak seperti guru, orang tua, dan komunitas lokal sangat penting dalam keberhasilan program ini. Dengan adanya kerja sama yang baik antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat, MBG dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
Sekolah juga perlu diberikan wewenang untuk mengelola anggaran MBG secara mandiri, sehingga dapat mengambil keputusan yang paling sesuai dengan kebutuhan siswanya. Pengawasan dari pihak terkait harus tetap dilakukan untuk memastikan bahwa semua anak mendapatkan makanan yang sehat dan bergizi.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Program Makan Bergizi Gratis adalah langkah penting dalam membangun SDM yang unggul dan berkualitas. Dengan investasi yang tepat dan kolaborasi yang kuat, MBG dapat menjadi salah satu fondasi utama dalam menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.