Ahli Minta Tim Investigasi untuk Selidiki Jatuhnya Gedung Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo

admin.aiotrade 06 Okt 2025 3 menit 19x dilihat
Ahli Minta Tim Investigasi untuk Selidiki Jatuhnya Gedung Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo
Ahli Minta Tim Investigasi untuk Selidiki Jatuhnya Gedung Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo

Perlu Tim Investigasi untuk Menelusuri Penyebab Keruntuhan Bangunan Ponpes Al Khoziny

Pakar Teknik Sipil dan Struktur Tahan Gempa dari Fakultas Teknik Universitas Andalas (Unand), Sumatera Barat, Prof Fauzan menyarankan agar dibentuk tim investigasi untuk menelusuri penyebab robohnya bangunan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur. Ia menekankan bahwa selain proses penyelamatan dan evakuasi, penting untuk membentuk tim khusus guna mengungkap faktor utama yang menyebabkan keruntuhan.

"Selain penyelamatan dan evakuasi, saya rasa perlu dibentuk tim untuk investigasi penyebab keruntuhan," kata Prof Fauzan di Padang, Senin, 6 Oktober 2025. Menurutnya, pembentukan tim tersebut sangat penting untuk mendalami faktor utama penyebab ambruknya bangunan, terlebih karena peristiwa itu terjadi dalam kondisi normal tanpa adanya gempa atau gangguan alam lainnya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Standar Nasional Indonesia untuk Bangunan Pendidikan

Prof Fauzan menjelaskan, setiap fasilitas pendidikan yang akan dibangun harus mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI). Dalam standar ini, faktor keutamaan mencapai 1,5 kali lipat dibandingkan gedung biasa. "Jadi, kalau itu (Ponpes Al Khoziny) dibangun sesuai standar, maka beban pengalinya itu satu setengah kali lipat lebih kuat dari bangunan kantor biasa," jelas dia.

Standar ini bertujuan memastikan bangunan memiliki kekuatan yang memadai untuk menampung banyak peserta didik dalam jangka panjang. Bangunan pendidikan harus dirancang agar kokoh dan aman karena digunakan secara intensif setiap hari. "Di dalam SNI ketentuan itu juga sudah diatur," lanjut dia.

Hasil Investigasi sebagai Evaluasi Dunia Konstruksi

Prof Fauzan berharap hasil asesmen dan investigasi nanti dapat menjadi bahan evaluasi nasional agar kasus serupa tidak terulang. Ia juga menggarisbawahi tujuan akhir setelah asesmen dan tim investigasi bekerja yakni publik bisa mengetahui penyebab robohnya bangunan Ponpes Al Khozini, di Sidoarjo, Jawa Timur serta bisa menjadi sebuah evaluasi bagi dunia konstruksi ke depannya.

Pentingnya Standar Bangunan Tahan Gempa

Secara terpisah, Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU), Diana Kusumastuti, menegaskan pentingnya seluruh bangunan di Indonesia, termasuk gedung pendidikan, dibangun sesuai dengan SNI 1726:2019 tentang ketahanan gempa. "Pada saat persetujuan bangunan gedung, seharusnya semua struktur yang dilakukan itu sudah mengacu kepada SNI 1726:2019," ungkap Diana Kusumastuti.

SNI 1726:2019 mengatur tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non-gedung. Standar ini diterbitkan serta disosialisasikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai panduan utama untuk menjamin keamanan konstruksi di wilayah rawan bencana.

Langkah-Langkah yang Harus Dilakukan

Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, beberapa langkah penting perlu dilakukan:

  • Pemerintah dan instansi terkait harus memperketat penerapan SNI dalam pembangunan gedung, terutama untuk fasilitas pendidikan.
  • Membentuk tim investigasi independen yang terdiri dari ahli teknik sipil, arsitek, dan pakar bencana untuk menelusuri penyebab pasti keruntuhan.
  • Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap bangunan-bangunan lain yang berpotensi rentan terhadap gempa atau beban berlebih.
  • Memberikan pelatihan dan edukasi kepada para pekerja konstruksi dan pengawas bangunan tentang pentingnya mematuhi standar SNI.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan kejadian seperti keruntuhan bangunan Ponpes Al Khoziny tidak terjadi lagi, dan bangunan-bangunan di Indonesia lebih aman serta tahan terhadap berbagai risiko.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan