Ahmad Luthfi-Khofifah Tandatangani MoU Perkuat Kemitraan Ekonomi Jateng-Jatim

admin.aiotrade 25 Okt 2025 3 menit 13x dilihat
Ahmad Luthfi-Khofifah Tandatangani MoU Perkuat Kemitraan Ekonomi Jateng-Jatim

Kerja Sama Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk Peningkatan Ekonomi

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi dan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa memperkuat kerja sama antara kedua wilayah guna memperkuat perekonomian di masing-masing provinsi. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan 10 nota kesepahaman dalam rangka meningkatkan perekonomian kedua daerah, yang dilakukan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Jumat (24/10/2025).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut menambah beberapa kerja sama yang sebelumnya sudah disepakati antara kedua provinsi. Dalam sambutannya, Ahmad Luthfi menyatakan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan dan menumbuhkan ekonomi baru di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Beberapa bidang kerja sama yang dibangun meliputi:

  • Dinas Ketahanan Pangan Jateng-Jatim terkait pembangunan dan pengembangan ketahanan pangan.
  • Dinas Koperasi dan UMKM Jateng-Jatim terkait pemberdayaan dan pengembangan koperasi dan UMKM.
  • Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng-Jatim tentang fasilitasi pengembangan bidang industri dan perdagangan.
  • Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Jateng-Jatim tentang fasilitasi pengembangan SDM industri produk tekstil dan alas kaki.
  • Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim tentang pengelolaan perlindungan tanaman.
  • Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jateng-Jatim tentang fasilitasi pengembangan sektor peternakan dan kesehatan hewan.

Selain itu, sejumlah BUMD dari kedua provinsi juga menjalin kerja sama, antara lain:

  • PT Jateng Petro Energi (Perseroda) dengan PT Petrogas Jatim Utama.
  • PT Jateng Agro Berdikari (Perseroda) dengan PT Jatim Grha Utama (Perseroda).
  • PT Jateng Agro Berdikari (Perseroda) dengan PT Karet Ngagel Surabaya Wira Jatim.
  • Kadin Jateng dengan Kadin Jatim.
  • Hipmi Jateng dengan Hipmi Jatim.

Menurut Ahmad Luthfi, MoU ini akan segera ditindaklanjuti, tidak hanya oleh organisasi perangkat daerah (OPD), tetapi juga oleh beberapa BUMD, Kadin, dan Hipmi. Dengan demikian, di dua provinsi ini akan muncul ekonomi baru di beberapa sektor.

Gubernur Luthfi menegaskan bahwa kerja sama antara Jawa Tengah dan Jawa Timur merupakan salah satu bentuk pemerintahan kolaboratif. Dengan kerja sama ini, diharapkan mampu memperkuat ekonomi di Jateng dan Jatim.

Menurutnya, sejumlah potensi ekonomi yang dapat dikolaborasikan antara lain pemenuhan kebutuhan susu di Jawa Tengah yang berasal dari Jawa Timur, serta gula kristal yang banyak diproduksi di Banyumas Jawa Tengah dan sangat dibutuhkan oleh Jawa Timur.

"Kerja sama dan kolaborasi ini dalam rangka memperkuat posisi Jawa Tengah dan Jawa Timur dalam rangka mendukung kebijakan Presiden, serta memberikan kontribusi terbaik kepada masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Timur," ujarnya.

Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur, setuju dengan pendapat Gubernur Luthfi. Ia menyatakan bahwa Jatim dan Jateng adalah pusatnya nusantara. "Dhawuh Mbah Kiai Maimoen Zubair, Jawa Timur dan Jawa Tengah harus nyawiji (bersatu). Jadi, kalau Pak Gubernur (Ahmad Luthfi) bilang puser, beliau bilang Jawa Timur dan Jawa Tengah itu punjere Indonesia," kata Khofifah.

Oleh karena itu, menurut Khofifah, kerja sama dan kolaborasi antara Jawa Tengah dan Jawa Timur penting. Seluruh elemen strategis di kedua provinsi tersebut diharapkan tidak hanya tersambung secara institusional, tetapi juga dari sisi kemajuan bersama.

Salah satu contohnya adalah dalam bidang perekonomian, di mana dua provinsi tersebut termasuk yang terbesar dalam kontribusi pertumbuhan ekonomi nasional.

"Tentu, harapan kita adalah sinergi, sinergi, sinergi. Kolaborasi, kolaborasi, kolaborasi. Banyak sektor-sektor yang potensinya besar di Jawa Tengah dan kita membutuhkan. Sebaliknya ada sektor yang Jawa Tengah masih membutuhkan dari Jawa Timur, ini bentuk sinergi dan kolaborasi," tuturnya dalam forum tersebut.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan