AHY: Butuh Rp10,7 Triliun Investasi Infrastruktur untuk Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

admin.aiotrade 10 Okt 2025 3 menit 22x dilihat
AHY: Butuh Rp10,7 Triliun Investasi Infrastruktur untuk Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen


JAKARTA, aiotrade.app
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan bahwa Indonesia membutuhkan investasi infrastruktur sebesar 650 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 10,7 triliun (berdasarkan asumsi kurs Rp 16.500) untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. Dari total kebutuhan tersebut, sekitar 190 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 3,1 triliun harus berasal dari investasi swasta.

AHY menjelaskan bahwa perhitungan ini didasarkan pada analisis dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). "Menurut Bappenas, Indonesia membutuhkan investasi infrastruktur sekitar 650 miliar dolar AS untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen. Dari total ini, sekitar 190 miliar (dolar) harus berasal dari modal swasta," ujarnya dalam acara Indonesia International Sustainably Forum (ISF) di Jakarta, Jumat (10/10/2025).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Ia menambahkan bahwa kebutuhan anggaran ini jauh lebih besar dibandingkan periode sebelumnya, sehingga anggaran negara tidak bisa menanggung beban tersebut sendirian. Saat ini, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan sedang berupaya membangun ekosistem pembiayaan yang menggabungkan antara pemerintah dan swasta.

"Memobilisasi dana negara, melibatkan mitra multilateral, dan mendorong pembiayaan campuran," jelas AHY. Namun, ia juga menekankan bahwa investasi hanya akan mengalir jika ada kepercayaan. "Inilah mengapa fokus kami adalah memastikan iklim investasi yang terprediksi dan kepastian regulasi," tambahnya.

Selain itu, kebutuhan investasi infrastruktur senilai Rp 10 triliun lebih juga pernah disampaikan oleh Juru Bicara Kantor Komunikasi Presiden Fithra Faisal Hastiadi dalam acara Soemitro Economic Forum di Hotel The Tribrata, Jakarta, Rabu (4/6/2025) lalu.

Fithra menjelaskan bahwa Indonesia hanya mampu mengumpulkan investasi sebesar Rp 3.000 triliun dari dalam negeri. Sementara sisanya, yaitu sebesar Rp 7.000 triliun, harus datang dari investasi asing. "Untuk mengejar pertumbuhan ekonomi 8 persen, hitung-hitungan saya itu butuh Rp 10.000 triliun. Masalahnya, dari Rp 10.000 triliun itu kita cuma maksimal bisa memaksimalkan Rp 3.000 triliun dari sisi dalam negeri," ujarnya.

Dia melanjutkan bahwa kebutuhan investasi tersebut dapat dicapai melalui sektor-sektor yang mampu menciptakan efek berantai yang luas terhadap produktivitas dan lapangan kerja. Beberapa sektor yang dimaksud antara lain:

  • Infrastruktur dasar seperti energi – Investasi di bidang energi sangat penting untuk mendukung pengembangan sektor-sektor lain serta meningkatkan daya saing nasional.
  • Teknologi informasi dan komunikasi (ICT) – Pengembangan ICT akan mempercepat transformasi digital dan meningkatkan efisiensi dalam berbagai sektor ekonomi.
  • Sanitasi air dan sumber daya air – Pemenuhan kebutuhan air bersih dan pengelolaan air secara efisien menjadi kunci untuk memastikan kesehatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
  • Transportasi – Pengembangan transportasi yang andal dan ramah lingkungan akan mempercepat mobilitas barang dan manusia serta mengurangi kemacetan.
  • Perumahan – Ketersediaan perumahan yang layak dan terjangkau akan berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Dengan fokus pada sektor-sektor tersebut, Indonesia diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi sambil tetap menjaga keberlanjutan dan kesejahteraan rakyat.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan