
Pemerintah Berupaya Cari Solusi Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan bahwa pemerintah terus mencari solusi untuk menyelesaikan utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Menurut AHY, utang yang dialami proyek tersebut tidak akan mengurangi semangat pemerintah dalam memodernisasi sektor kereta api nasional.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Ia menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah secara tegas menyampaikan bahwa isu ini akan segera diselesaikan oleh pemerintah. “Restrukturisasi keuangan kereta cepat Jakarta-Bandung pasti akan kita lakukan,” ujar AHY saat berada di Tangerang, Banten, pada Kamis, 12 November 2025.
Menurut AHY, permasalahan utang Whoosh menjadi topik yang disorot selama dua pekan terakhir. Ia menegaskan bahwa masalah tersebut akan segera diselesaikan dengan baik dan tidak akan melemahkan semangat pemerintah dalam memodernisasi sektor transportasi kereta api secara nasional.
Kerja Sama dengan Danantara
Sebelumnya, pemerintah dikabarkan akan berbagi peran dengan Danantara dalam menangani permasalahan utang proyek Whoosh. Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, memastikan bahwa badan pengelola investasi tersebut akan turut serta dalam negosiasi restrukturisasi.
Dony menjelaskan bahwa Danantara akan bertanggung jawab atas penanganan masalah operasional Whoosh. Sementara itu, pemerintah akan menangani infrastruktur. “Sudah disampaikan oleh Pak Presiden, tentu melibatkan pemerintah dan Danantara. Nah ini juga solusi terbaik, mana yang porsinya Danantara tentu akan dilakukan oleh Danantara,” kata Dony di Graha Mandiri, Selasa, 11 November 2025.
Kepala BP BUMN itu menambahkan bahwa Danantara bertanggung jawab terhadap operasional Whoosh. Ia berharap jumlah penumpang kereta cepat tersebut akan meningkat ke depannya. “Kami bertanggung jawab secara operasional, bagaimana Whoosh lebih optimal lagi memberikan layanan,” ujar Dony.
Diskusi Restrukturisasi dan Dana Sitaan Korupsi
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa opsi restrukturisasi masih dalam diskusi. Termasuk rencana pemerintah menggunakan dana sitaan korupsi untuk membayar utang Whoosh. “Itu masih didiskusikan detailnya. Saat ini yang ada masih garis-garis besarnya,” kata Purbaya saat berbicara kepada awak media di Surabaya, Senin, 10 November 2025.
Bendahara negara itu juga menyebutkan bahwa pemerintah kemungkinan akan mengirim tim ke Cina untuk mendiskusikan pembayaran utang tersebut. Menkeu pun berharap bisa ikut serta dalam diskusi tersebut.
Langkah Kolaboratif untuk Masa Depan Transportasi
Pembagian peran antara pemerintah dan Danantara diharapkan dapat menjadi langkah kolaboratif yang efektif dalam menyelesaikan masalah utang Whoosh. Dengan keterlibatan pihak swasta dan pemerintah, proyek kereta cepat ini diharapkan dapat tetap berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Selain itu, penggunaan dana sitaan korupsi sebagai salah satu alternatif pembayaran utang juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam memanfaatkan sumber daya yang ada secara optimal.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, diharapkan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dapat segera selesai dan menjadi contoh sukses dalam pengelolaan infrastruktur nasional.