AHY Percaya Modernisasi Kereta Kurangi Biaya Logistik

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 13x dilihat
AHY Percaya Modernisasi Kereta Kurangi Biaya Logistik

Peran Kereta Api dalam Modernisasi Transportasi Nasional

Menteri Koordinator (Menko) Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menunjukkan optimisme terhadap modernisasi sektor transportasi kereta nasional. Menurutnya, pengembangan sistem ini dapat berkontribusi signifikan dalam mengurangi biaya logistik. Selain itu, AHY juga menjelaskan beberapa keunggulan yang dimiliki oleh kereta api dibandingkan moda transportasi darat lainnya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menyatakan komitmen pemerintah untuk mengembangkan sistem kereta api tidak hanya di Pulau Jawa, tetapi juga hingga Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Ia menekankan pentingnya pembangunan jaringan kereta ini secara bersamaan agar bisa membantu mengurangi biaya logistik. Pernyataan ini disampaikannya saat membuka ALFI Conference & Exhibition (ALFI Convex) di ICE BSD City, Tangerang, pada Kamis, 12 November 2025.

Kapasitas Angkut yang Lebih Besar

Salah satu keunggulan utama dari kereta api adalah kapasitas angkutnya yang sangat besar. AHY menjelaskan bahwa satu rangkaian kereta bisa setara dengan angkutan muatan dari 30 truk. Dalam hal penumpang, satu rangkaian kereta mampu mengangkut hingga seribu orang per rangkaian. Hal ini menunjukkan efisiensi yang luar biasa dibandingkan moda transportasi darat lainnya.

Akurasi Waktu yang Tinggi

Kereta api juga memiliki tingkat akurasi waktu yang lebih baik dibandingkan transportasi darat lainnya. Berdasarkan data Lebaran 2025, tingkat ketepatan waktu keberangkatan atau on-time performance kereta mencapai 99,69 persen. Sementara itu, tingkat ketepatan kedatangan berada di angka 97,23 persen. Angka ini menunjukkan kinerja yang sangat baik dan memastikan keandalan layanan transportasi kereta.

Hemat Energi dan Ramah Lingkungan

Selain efisien dalam kapasitas dan akurasi waktu, kereta api juga lebih hemat energi dan ramah lingkungan. AHY menjelaskan bahwa satu liter bahan bakar dapat membawa kereta api hingga 199 kilometer. Angka ini jauh melampaui kemampuan truk yang hanya mampu menempuh 56 kilometer per liter. Dengan demikian, kereta api tiga hingga empat kali lebih efisien dalam konsumsi bahan bakar.

Akibatnya, jejak karbon atau carbon footprint dari kereta api lebih minimal. Berdasarkan laporan Asian Transport Outlook 2024, sektor perkeretaapian tidak terlalu berkontribusi terhadap emisi karbon dioksida (CO2). Kontributor utama emisi di Indonesia adalah sektor transportasi darat sebesar 8,89 persen dan laut 5 persen. Dengan pengembangan kereta untuk logistik dan penumpang, Indonesia dapat membantu mencapai target net zero emission pada tahun 2060.

Investasi yang Efisien

Aspek lain yang menjadi pertimbangan adalah investasi. AHY menyoroti bahwa dengan memanfaatkan jalur rel yang sudah ada serta mereaktivasi dan merevitalisasi sarana dan prasarana kereta yang diperlukan, biaya yang dikeluarkan untuk membangun konektivitas akan jauh lebih hemat dan efisien. Ini membuat investasi dalam bidang transportasi kereta lebih efisien dibandingkan moda lainnya.

Rencana Pengembangan Jaringan Kereta Nasional

Sebelumnya, Presiden Prabowo menyatakan bahwa pembangunan sistem perkeretaapian nasional akan menjadi salah satu fokus utama dalam kebijakan pemerintahannya. Rencana ini disampaikan oleh Kepala Negara dalam sambutannya saat meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, pada Selasa, 4 November 2025.

Selain memperkuat layanan di kawasan perkotaan, Presiden juga memberi arahan untuk memperluas jaringan perkeretaapian guna menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional. “Jadi nanti saya kasih petunjuk ke Menko Infrastruktur, ya rencanakan yang baik Trans Sumatera Railway, Trans Kalimantan Railway, Trans Sulawesi Railway,” ujarnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan