
aiotrade, JAKARTA — Pemerintah telah memastikan bahwa proyek pengembangan kereta cepat Jakarta–Surabaya tidak akan terganggu oleh beban utang dari proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) setelah menghadiri Sidang Kabinet Paripurna 1 Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto–Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Negara, Senin (20/10/2025).
Menurut AHY, meskipun proyek Whoosh (Kereta Cepat Jakarta–Bandung) tengah menjadi sorotan publik terkait masalah pembiayaan, pemerintah tetap fokus pada pembangunan jaringan transportasi nasional yang efisien dan berkelanjutan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Belum dibahas secara khusus tadi, tapi yang jelas konektivitas ini terus kami kawal. Kita tidak hanya bicara kereta cepat, tetapi juga optimalisasi fungsi kereta secara nasional, baik untuk mobilitas manusia maupun logistik,” ujar AHY.
AHY mengakui bahwa isu pembiayaan proyek kereta cepat menjadi perhatian serius pemerintah. Dia menyebut telah dilakukan rapat koordinasi antara Kemenko Infrastruktur, Kementerian Perhubungan, KAI, Danantara, dan Kementerian Keuangan untuk membahas opsi restrukturisasi KCIC Jakarta–Bandung.
“Kami berbicara bagaimana melakukan restrukturisasi KCIC yang harus segera mendapatkan perhatian. Utang yang harus diselesaikan tidak boleh menghambat rencana besar kita mengembangkan konektivitas berikutnya,” tambahnya.
Dia menambahkan, pemerintah masih mengkaji berbagai skema restrukturisasi, termasuk kemungkinan penanganan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
“Masih dikembangkan sejumlah opsi. Apakah Danantara bisa meng-handle, bagaimana Kementerian Keuangan bisa berkontribusi, semua sedang dihitung. Kami menunggu arahan Presiden untuk menentukan opsi paling berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih lanjut, AHY menekankan bahwa pengembangan konektivitas tidak hanya bertumpu pada proyek kereta cepat. Pemerintah juga tengah mendorong reaktivasi jalur-jalur kereta lama dan optimalisasi jaringan logistik berbasis rel di berbagai daerah.
“Kita bicara konektivitas secara menyeluruh. Penting bagi kita menghadirkan transportasi yang efisien, bukan hanya untuk penumpang tapi juga barang. Jadi tidak hanya kereta cepat, tapi juga kereta logistik dan jalur lama yang bisa kita hidupkan kembali,” tegas AHY.
Berikut Beberapa Langkah yang Dilakukan Pemerintah dalam Mengembangkan Transportasi Nasional
-
Fokus pada Konektivitas
Pemerintah menjadikan konsep konektivitas sebagai prioritas utama dalam pengembangan transportasi. Ini mencakup tidak hanya kereta cepat, tetapi juga sistem transportasi yang saling terhubung dan saling mendukung satu sama lain. -
Optimalisasi Jaringan Logistik
Selain fokus pada kecepatan, pemerintah juga mengoptimalkan jaringan logistik berbasis rel. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi distribusi barang di seluruh wilayah Indonesia. -
Reaktivasi Jalur Kereta Lama
Pemerintah sedang mempertimbangkan reaktivasi jalur kereta lama yang sebelumnya tidak digunakan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas transportasi dan mengurangi beban pada jalur utama. -
Pembiayaan yang Berkelanjutan
Pemerintah terus mencari solusi untuk pembiayaan proyek transportasi yang berkelanjutan. Salah satu pendekatan yang dipertimbangkan adalah melibatkan lembaga atau badan investasi seperti BPI Danantara. -
Koordinasi Antar Lembaga
Untuk memastikan keberhasilan proyek, pemerintah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait, seperti Kementerian Keuangan dan Kementerian Perhubungan.