
JAKARTA – Uji konsumsi daya menjadi salah satu cara terbaik untuk mengetahui seberapa efisien mobil listrik dalam kondisi penggunaan harian. Kali ini, aiotrade melakukan uji coba konsumsi daya pada Aion UT dengan metode dan kondisi yang mendekati kebiasaan pengguna di jalan raya.
Tes dilakukan dengan memanfaatkan data dari Multi-Information Display (MID) kendaraan. Rute yang ditempuh sejauh sekitar 96 kilometer mencakup jalan tol dan non-tol. Perjalanan dimulai dari BSD City, melintasi Jalan Veteran, Bintaro, hingga berakhir di kawasan Palmerah, Jakarta Barat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Selama pengujian, mobil dikendarai dalam gaya normal tanpa menerapkan teknik eco driving. AC disetel pada suhu terendah, blower menyesuaikan, dan audio tetap menyala. Semua fitur yang biasanya digunakan pengguna sehari-hari tetap aktif.
Hasilnya, Aion UT mencatat konsumsi daya sebesar 17 kWh per 100 kilometer. Jika dirinci selama perjalanan 96 km, total energi yang dipakai sekitar 16,3 kWh. Catatan itu lebih boros dibandingkan tes sebelumnya, yaitu tes Jakarta-Bandung-Jakarta pada pertengahan September 2025, di mana saat pulang menuju Jakarta, konsumsi daya hanya 14,9 kWh per 100 km menggunakan mode Eco.
Untuk diketahui, pengujian ini dimulai ketika indikator baterai menunjukkan 77 persen. Setelah menempuh jarak 96 kilometer, sisa jarak tempuh yang tertera di MID adalah 218 kilometer. Artinya, performa konsumsi energi Aion UT masih tergolong stabil, tanpa penurunan signifikan pada estimasi daya tempuh.
Metode Pengujian yang Dilakukan
Pengujian konsumsi daya dilakukan dengan beberapa langkah penting:
-
Rute yang Ditempuh:
Rute yang dipilih mencakup jalan tol dan non-tol, sehingga menggambarkan kondisi nyata penggunaan mobil listrik di jalan raya. Perjalanan dimulai dari BSD City dan berakhir di kawasan Palmerah, Jakarta Barat. -
Kondisi Pengemudi:
Mobil dikendarai dalam gaya normal, tanpa menerapkan teknik eco driving. Hal ini bertujuan untuk memperoleh data konsumsi daya yang realistis. -
Fitur yang Digunakan:
Semua fitur yang biasa digunakan pengguna sehari-hari seperti AC, blower, dan audio tetap aktif selama pengujian. -
Data yang Digunakan:
Pengujian memanfaatkan data dari Multi-Information Display (MID) kendaraan, yang memberikan informasi akurat tentang konsumsi daya dan sisa jarak tempuh.
Hasil Pengujian dan Perbandingan
Hasil pengujian menunjukkan bahwa Aion UT mengonsumsi daya sebesar 17 kWh per 100 kilometer. Jika dilihat secara keseluruhan selama perjalanan 96 km, total energi yang digunakan sekitar 16,3 kWh.
Perbandingan dengan pengujian sebelumnya menunjukkan bahwa hasil ini sedikit lebih boros. Pada pengujian Jakarta-Bandung-Jakarta pada pertengahan September 2025, konsumsi daya hanya 14,9 kWh per 100 km dengan menggunakan mode Eco.
Namun, meskipun konsumsi daya meningkat, performa Aion UT tetap stabil. Setelah menempuh jarak 96 kilometer, sisa jarak tempuh yang tertera di MID adalah 218 kilometer. Ini menunjukkan bahwa estimasi daya tempuh mobil masih akurat dan tidak mengalami penurunan signifikan.
Kesimpulan
Pengujian konsumsi daya Aion UT menunjukkan bahwa mobil ini memiliki efisiensi yang cukup baik dalam kondisi penggunaan harian. Meski konsumsi daya sedikit lebih tinggi dibandingkan pengujian sebelumnya, performa mobil tetap stabil dan layak dipertimbangkan sebagai pilihan transportasi listrik.