Aiptu Junaidy Bakary Bantu Petani LPTI Talawaan Bantik Pupuk Jagung

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 14x dilihat
Aiptu Junaidy Bakary Bantu Petani LPTI Talawaan Bantik Pupuk Jagung
Aiptu Junaidy Bakary Bantu Petani LPTI Talawaan Bantik Pupuk Jagung

Kolaborasi Polsek Wori dan Petani dalam Program Ketahanan Pangan

Di tengah tantangan ekonomi yang semakin berat dan perubahan iklim yang tidak menentu, semangat kebersamaan antara aparat kepolisian dan masyarakat desa tetap tumbuh subur. Hal ini terlihat dari kegiatan yang digelar oleh Polsek Wori bersama Kelompok Tani LPTI Desa Talawaan Bantik, yang berlangsung pada Kamis (9/10/2025) pagi kemarin.

Sejak matahari pagi mulai menembus kabut tipis di Desa Talawaan Bantik, Kecamatan Wori, Sulawesi Utara, sejumlah petani terlihat sibuk di lahan jagung seluas sekitar satu hektar. Mereka tidak bekerja sendirian. Di tengah barisan petani yang berpeluh, tampak pula Kanit Binmas Polsek Wori, Aiptu Junaidy Bakary, ikut turun tangan memegang cangkul dan membantu proses pemupukan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program ketahanan pangan yang diinisiasi oleh Polsek Wori bersama Lembaga Pelatihan dan Tenaga Instruktur (LPTI). Turut hadir dalam kegiatan itu penyuluh pertanian Markus Masoara, sejumlah anggota Polsek Wori, dan para petani setempat yang tergabung dalam kelompok tani binaan desa.

Pemupukan dilakukan menggunakan pupuk subsidi PONSKA (25 kilogram) dan UREA (50 kilogram), yang diharapkan dapat meningkatkan kesuburan tanah dan hasil panen jagung secara signifikan. Proses ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, menyesuaikan kondisi cuaca dan kesiapan lahan.

Menurut Aiptu Junaidy, kegiatan seperti ini bukan sekadar simbol dukungan, melainkan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap kesejahteraan masyarakat desa. “Kami bersama masyarakat terus berkolaborasi menjaga ketahanan pangan, terutama di sektor pertanian seperti jagung yang menjadi salah satu komoditas unggulan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan aparat kepolisian dalam kegiatan pertanian juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antara polisi dan warga. Dengan terjun langsung membantu petani, Polsek Wori berharap dapat menumbuhkan rasa saling percaya dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Sementara itu, penyuluh pertanian Markus Masoara mengapresiasi langkah Polsek Wori yang aktif turun ke lapangan. Menurutnya, dukungan moral dan tenaga dari aparat sangat berarti bagi petani. Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, Polsek Wori menunjukkan bahwa menjaga keamanan dan melayani masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara, termasuk dengan menanam dan merawat jagung bersama warga demi terciptanya kemandirian pangan di daerah.

Manfaat Keterlibatan Polisi dalam Pertanian

Keterlibatan aparat kepolisian dalam aktivitas pertanian memiliki beberapa manfaat yang signifikan, antara lain:

  • Meningkatkan keterlibatan masyarakat: Dengan partisipasi langsung dari aparat kepolisian, masyarakat menjadi lebih termotivasi untuk berpartisipasi dalam kegiatan pertanian, sehingga memperkuat ikatan sosial antara polisi dan warga.
  • Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani: Kehadiran penyuluh pertanian dan anggota polisi memberikan peluang bagi petani untuk belajar teknik-teknik baru dalam bertani, seperti penggunaan pupuk yang tepat dan perawatan tanaman.
  • Memperkuat kemandirian pangan: Dengan kolaborasi antara polisi dan petani, program ketahanan pangan dapat berjalan lebih efektif, sehingga masyarakat tidak hanya tergantung pada pasokan luar, tetapi juga mampu memproduksi kebutuhan pangan sendiri.

Peran Lembaga Pelatihan dan Tenaga Instruktur (LPTI)

Lembaga Pelatihan dan Tenaga Instruktur (LPTI) memainkan peran penting dalam mendukung program ketahanan pangan. LPTI tidak hanya memberikan pelatihan teknis kepada petani, tetapi juga menjadi jembatan antara pemerintah, aparat kepolisian, dan masyarakat. Dengan adanya LPTI, petani dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian mereka.

Selain itu, LPTI juga berperan dalam menyediakan sumber daya seperti pupuk subsidi dan alat pertanian yang dibutuhkan oleh petani. Dengan bantuan LPTI, kegiatan pemupukan dan perawatan tanaman dapat dilakukan secara lebih efisien dan efektif.

Kesimpulan

Kolaborasi antara Polsek Wori dan masyarakat desa dalam program ketahanan pangan adalah contoh nyata dari kerja sama yang saling menguntungkan. Dengan partisipasi aktif dari aparat kepolisian dan dukungan dari lembaga pelatihan, kegiatan pertanian dapat berjalan lebih baik dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, semangat gotong royong dan kebersamaan antara polisi dan warga akan terus tumbuh dan berkembang.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan