Air Masuk ke Rumah, Siti Warga Siak Terpaksa Mengungsi ke Aula Kampung

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 14x dilihat
Air Masuk ke Rumah, Siti Warga Siak Terpaksa Mengungsi ke Aula Kampung
Air Masuk ke Rumah, Siti Warga Siak Terpaksa Mengungsi ke Aula Kampung

Kondisi Banjir di Kampung Muara Kelantan, Kabupaten Siak

Kondisi banjir yang terjadi di Kampung Muara Kelantan, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, kini menjadi perhatian serius dari berbagai pihak. Hujan yang turun secara terus-menerus sejak awal Desember 2025 menyebabkan tanah menjadi jenuh air, sementara parit dan kanal di sekitar permukiman tidak mampu menampung debit air yang mengalir.

Berdasarkan pengamatan warga setempat, air mulai naik dan masuk ke dalam rumah-rumah warga. Siti (42), salah satu warga RT 009, mengatakan bahwa saat genangan air mencapai ketinggian betis orang dewasa, ia harus segera mengungsi ke aula kantor pemerintahan kampung untuk menghindari risiko lebih besar.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Air naik cepat. Kami takut kalau hujan turun lagi malam hari, jadi langsung mengungsi ke aula kampung,” ujar Siti, Rabu (17/12/2025). Ia bersama suami dan anak-anaknya hanya membawa barang-barang penting, karena banyak barang lainnya tidak sempat diselamatkan.

Menurut Siti, banjir kali ini terasa lebih berat dibanding kejadian sebelumnya. Curah hujan yang tinggi sejak awal Desember membuat tanah jenuh air, sementara parit dan kanal di sekitar permukiman tidak mampu menampung debit air yang datang bersamaan. Ia berharap parit-parit segera dibersihkan agar risiko banjir bisa diminimalkan.

Data Terkini dan Upaya Penanganan

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Siak menunjukkan bahwa banjir di Kampung Muara Kelantan telah merendam sedikitnya tiga RT. Di RT 009, sebanyak 20 kepala keluarga terdampak dengan air masuk ke dalam rumah. Sementara itu, di RT 004 dan RT 005, masing-masing 20 dan 10 kepala keluarga mengalami genangan di halaman rumah.

Tinggi muka air tercatat sekitar 30 sentimeter. Pemerintah kampung bersama pihak kecamatan telah mengevakuasi warga terdampak ke Aula Gedung TPP Kampung Muara Kelantan yang difungsikan sebagai tempat pengungsian sementara.

Warga juga secara swadaya melakukan pembersihan kanal dengan memanfaatkan alat berat milik pihak swasta, sementara biaya bahan bakar dan operasional ditanggung bersama. Upaya ini dilakukan untuk mempercepat proses penanganan banjir dan mencegah kondisi semakin memburuk.

Tanggapan dari BPBD Kabupaten Siak

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Siak, Novendra Kasmara, menjelaskan bahwa banjir di Muara Kelantan dipicu oleh tingginya curah hujan sejak awal Desember. Selain itu, tersumbatnya sejumlah kanal dan parit juga menjadi faktor utama.

“Saat ini kondisi air di Muara Kelantan masih belum surut. Kami terus melakukan pemantauan debit air, patroli di wilayah rawan, serta berkoordinasi dengan pemerintah kampung dan kecamatan untuk penanganan lanjutan,” ujar Novendra.

Ia juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Berdasarkan peringatan dini BMKG, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Siak, termasuk Kecamatan Sungai Mandau, dan dapat disertai kilat, petir, serta angin kencang.

BPBD Kabupaten Siak memastikan kondisi banjir di Kampung Muara Kelantan masih dalam pemantauan. Upaya normalisasi parit, monitoring curah hujan, serta koordinasi lintas sektor terus dilakukan guna mencegah dampak yang lebih luas.

Perlu Kolaborasi dan Kesiapsiagaan

Dalam situasi seperti ini, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan instansi terkait sangat penting. Tidak hanya upaya pembersihan parit dan kanal, tetapi juga kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi cuaca ekstrem adalah kunci untuk mengurangi risiko bencana.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan