Air Mata Keluarga Farhan dan Reno Pecah di RS Polri Kramat Jati

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 12x dilihat
Air Mata Keluarga Farhan dan Reno Pecah di RS Polri Kramat Jati


Keluarga Muhammad Farhan Hamid dan Reno Syahputra Dewo mengalami krisis emosional setelah hadir di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Mereka datang untuk mendengarkan penjelasan dari pihak kepolisian dan rumah sakit mengenai dua kerangka manusia yang ditemukan di lantai 2 Gedung ACC Kwitang, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.

Tangisan pecah saat pihak rumah sakit mengumumkan bahwa salah satu dari dua kerangka tersebut adalah Reno. Abraham, kakak kandung Farhan, terlihat menangis tersedu-sedu. Ia kemudian ditenangkan oleh beberapa orang dan dibawa keluar ruangan sambil dielus punggungnya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan


Tangisan juga terdengar dari Dani Aji Nagara, kakak sepupu Reno. Ia mengaku masih dalam kondisi syok setelah mengetahui bahwa satu dari dua kerangka itu adalah sepupunya. Menurut dia, keluarga masih akan berdiskusi mengenai tindak lanjut yang akan diambil.

"Kita lebih ke arah syok sih. Kita mau ngapain nih habis ini. Kalau untuk janggal kayaknya enggak sih. Tapi kalau seandainya ada upaya ke depannya, ya kita masih mau diskusi dulu dengan keluarga," ujar Dani.


Dani menjelaskan bahwa selama ini, pihak keluarga telah mencari Reno ke berbagai tempat tanpa hasil. Ternyata, Reno telah meninggal dunia di sebuah gedung dalam kondisi hangus terbakar dan tertimbun puing-puing.

"Saya udah nyari ke Kwitang terus ke Mako Brimob, gak ada, kita cari ke rumah sakit sekitar situ macem-macem gak ada," kata dia.


Hasil tes DNA terhadap dua kerangka manusia yang ditemukan di gedung di Kwitang, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, akhirnya diumumkan. Dua kerangka tersebut dipastikan adalah Reno Syahputra Dewo dan Muhammad Farhan Hamid.

"Dari hasil pemeriksaan bahwa nomor postmortem 0080 cocok dengan antemortem 002 sehingga teridentifikasi sebagai Reno Syahputradewo anak biologi dari Bapak Muhammad Yasin," ujar Karo Labdokkes Polri, Brigjen Sumy Hastry Purwanti, di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta, Jumat (7/11).

Hastry menjelaskan bahwa tim forensi melakukan sejumlah pemeriksaan primer dan sekunder terhadap kerangka jenazah. Untuk Reno, tim memeriksa tulang tengkorak, tulang panggul, gigi, hingga mengambil sampel DNA tulang belakang.

"Dari hasil pemeriksaan bahwa nomor postmortem 0081 cocok dengan antemortem 001 sehingga teridentifikasi sebagai Muhammad Farhan Hamid," tambah dia.

Proses Identifikasi Jenazah

Proses identifikasi jenazah melibatkan beberapa tahapan penting:
Pemeriksaan primer meliputi pengamatan fisik tubuh, seperti bentuk tulang, ukuran, dan ciri-ciri khas yang bisa digunakan untuk membandingkan dengan data antemortem.
Pemeriksaan sekunder melibatkan pengambilan sampel DNA, pemeriksaan gigi, serta analisis tulang-tulang spesifik seperti tengkorak dan panggul.

Setiap proses dilakukan secara hati-hati agar tidak terjadi kesalahan identifikasi. Tim forensik juga memperhatikan catatan medis dan informasi dari keluarga korban untuk memperkuat hasil pemeriksaan.

Tanggapan Keluarga

Keluarga korban merasa sedih dan kecewa karena tidak mengetahui nasib Reno dan Farhan selama bertahun-tahun. Namun, mereka juga merasa lega setelah hasil tes DNA menunjukkan identitas korban.

Dalam wawancara, Dani mengatakan bahwa keluarga akan tetap berkomunikasi dengan pihak berwenang untuk mengetahui lebih lanjut tentang penyebab kematian dan proses pemulihan jenazah.

Langkah Selanjutnya

Beberapa langkah yang mungkin diambil oleh keluarga termasuk:
Membuat laporan resmi kepada pihak kepolisian mengenai peristiwa yang terjadi.
Mengajukan permohonan untuk menggelar pemakaman sesuai dengan adat dan agama.
Menuntut kejelasan* tentang bagaimana Reno dan Farhan dapat terjebak di gedung tersebut.

Proses ini diharapkan dapat memberikan keadilan bagi keluarga dan membuka tabir misteri yang selama ini menghiasi kasus ini.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan