
Fenomena Air Minum Berbintik di Termos
Sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan air minum yang tampak mengandung bintik-bintik berkilau setelah dituang dari termos. Pengunggah video menduga bahwa bintik tersebut berasal dari komponen logam atau lapisan dalam termos yang terkelupas. Video ini memicu kekhawatiran banyak orang tentang potensi kontaminasi air dari penggunaan termos.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Selama ini kami tidak sadar air minum tercemar dari termosnya. Lapisan kaca bagian dalamnya kilap-kilap dan terkelupas, akhirnya airnya tercampur. Jadi hati-hati, selalu cek air dari termos seperti itu,” tulis akun @abd****.
Termos digunakan oleh banyak orang untuk menjaga suhu air tetap panas atau hangat. Namun, apakah benar komponen termos bisa terkelupas dan mencemari air? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu memahami fenomena degradasi material pada termos.
Fenomena Degradasi Material pada Termos
Prof. Prabang Setyono, Guru Besar Ilmu Pencemaran Lingkungan dari Universitas Sebelas Maret (UNS), menjelaskan bahwa serpihan yang muncul dalam air minum biasanya berasal dari lapisan dalam termos. Dalam kasus seperti itu, serpihan umumnya berasal dari lapisan pelindung atau korosi pada dinding stainless steel.
Jika lapisan pelindung rusak, partikel logam seperti besi (Fe), nikel (Ni), atau kromium (Cr) bisa larut ke dalam air. Fenomena ini disebut degradasi material, yang dapat berupa pelepasan coating atau korosi pada stainless steel.
"Pada termos yang tidak memenuhi standar mutu atau telah mengalami degradasi, terdapat dua potensi sumber kontaminasi," jelas Prabang. Potensi kontaminasi tersebut antara lain lepasnya lapisan coating yang umumnya berbasis aluminium atau resin sintetis, serta korosi stainless steel yang umumnya pada tipe SS201 atau SS304 yang dapat melepaskan unsur Fe, Ni, dan Cr.
Berdasarkan penelitian dari Journal of Hazardous Materials tahun 2020 dan jurnal Materials Chemistry and Physics tahun 2021, korosi stainless steel dapat melepaskan logam ke air panas pada rentang konsentrasi:
- Fe: 0,03–1 mg/L
- Ni: 0,005–0,3 mg/L
- Cr: 0,002–0,1 mg/L
Sementara itu, batas aman logam dalam air minum menurut World Health Organization (WHO) cukup ketat. Contohnya, untuk nikel hanya 70 mikrogram per liter, dan kromium 50 mikrogram per liter. Ketika termos berkualitas rendah mengalami korosi, pelepasan logam bisa melebihi batas tersebut.
Risiko Kesehatan dari Kontaminasi Logam
Prabang menjelaskan bahwa paparan kecil pada air minum cenderung berisiko rendah. Namun, paparan yang berulang, terus menerus, dan berlangsung lama tetap berpotensi menimbulkan efek kesehatan. Beberapa risiko meliputi:
- Gangguan saluran cerna
- Reaksi alergi nikel
- Risiko toksisitas ginjal
- Ritasi gastrointestinal
- Kontaminasi partikel non-logam dari coating yang bersifat iritatif
Penyebab Kerusakan Termos
Beberapa faktor menyebabkan kerusakan termos meningkat. Menurut Prabang, termos dapat mengalami kerusakan jika terlalu sering terpapar:
- Air panas berulang
- Minuman asam (jeruk, infused water, kopi)
- Pembersihan abrasif yang merusak lapisan pasif kromium
- Produk berbahan stainless steel kualitas rendah (SS201)
Ketika lapisan pelindung rusak, ion logam lebih mudah terlarut atau terkelupas dalam bentuk serpihan.
Rekomendasi untuk Masyarakat
Prabang menyarankan agar masyarakat memerhatikan adanya serpihan, perubahan rasa, serta warna air yang keluar dari termos. “Jika masyarakat melihat serpihan mengkilap atau perubahan rasa dan warna air, sebaiknya hentikan penggunaan termos,” ungkap Prabang.
Selain itu, ia menyarankan untuk menggunakan produk stainless steel food-grade seperti tipe 304 atau 316 atau disebut juga SS304 dan SS316. “Hindari juga menyimpan minuman asam terlalu lama karena dapat mempercepat korosi,” kata Prabang.
Apabila terdapat bagian yang menghitam, berkarat, dan mengeluarkan serpihan, Prabang menyarankan untuk menghentikan penggunaan. “Ganti juga termos secara berkala terutama untuk produk low-grade,” pungkasnya.