Ajakan Ilmuwan ke Pemimpin Negara di COP30: Hentikan Ekspansi Biofuel

admin.aiotrade 07 Nov 2025 2 menit 14x dilihat
Ajakan Ilmuwan ke Pemimpin Negara di COP30: Hentikan Ekspansi Biofuel

Meningkatkan Kesadaran tentang Dampak Biofuel pada Perubahan Iklim

Menjelang babak utama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim COP30 yang akan berlangsung pada 10-21 November 2025, lebih dari 100 anggota komunitas ilmiah global mengeluarkan peringatan penting terkait penggunaan biofuel. Mereka menyerukan para pemimpin dunia untuk membatasi ekspansi penggunaan bahan bakar ini. Surat desakan tersebut ditandatangani oleh para ilmuwan dari organisasi seperti Union of Concerned Scientists dan World Resources Institute.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Surat ini muncul di tengah upaya Brasil dalam mencari dukungan dari para pemimpin dunia untuk meningkatkan penggunaan bahan bakar berkelanjutan. Salah satu janji yang mereka ajukan adalah melipatgandakan konsumsi biofuel sebagai bagian dari respons internasional terhadap krisis iklim. Namun, bukti ilmiah menunjukkan bahwa biofuel yang dianggap ramah lingkungan justru menghasilkan rata-rata 16 persen emisi lebih banyak dibanding bahan bakar fosil yang digantikannya.

Jika produksi biofuel diperbanyak, maka diprediksi akan meningkatkan emisi gas rumah kaca global sebesar hampir 34 MtCOe per tahun. Angka ini setara dengan penambahan 30 juta mobil diesel baru di jalan. Hal ini menjadi kekhawatiran besar bagi para ilmuwan dan aktivis lingkungan.

Dampak Lingkungan yang Mengkhawatirkan

Surat tersebut juga menyampaikan peringatan mengenai dampak lingkungan serius yang bisa terjadi akibat peningkatan penggunaan biofuel. Wilayah-wilayah dengan keanekaragaman hayati tinggi rentan mengalami kerusakan. Selain itu, konsumsi air yang langka dan peningkatan limpasan pertanian juga menjadi masalah yang semakin parah.

Peningkatan penggunaan biofuel juga dikhawatirkan dapat memperburuk kelaparan global. Dalam keterangan tertulis mereka, para ilmuwan menyebutkan bahwa dengan naiknya harga pangan dan volatilitas harga pangan, serta pengalihan kalori dari konsumsi manusia, situasi ini bisa menjadi lebih buruk.

Langkah yang Sudah Dilakukan

Pembatasan penggunaan biofuel yang tidak terkendali bukanlah hal baru. Pada 2020, Uni Eropa telah membatasi penggunaan biofuel berbasis tanaman konvensional—generasi pertama bahan bakar tersebut—hingga 7 persen di sektor transportasi. Sementara itu, biofuel berbasis limbah dan residu dibatasi hingga 1,7 persen.

Di negara-negara produsen biofuel seperti Brasil dan Indonesia, organisasi sipil juga menyerukan pendekatan holistik. Pendekatan ini mencakup pembatasan lahan tanam, peningkatan keterlacakan, investasi dalam tata kelola komunitas, serta pengembangan energi terdesentralisasi.

Pandangan dari Aktivis Lingkungan

Cian Delaney, juru kampanye biofuel, menyampaikan pandangannya bahwa membakar tanaman untuk bahan bakar adalah ide yang buruk. Ia menekankan bahwa efeknya terhadap iklim, ekologi, dan ketahanan pangan tidak boleh diabaikan.

Dengan semakin dekatnya COP30, penting bagi para pemimpin dunia untuk mempertimbangkan dampak jangka panjang dari penggunaan biofuel. Tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat dan stabilitas pangan global.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan