Akademisi: Ceker Ayam Bergizi, Tapi Jangan Berlebihan

admin.aiotrade 21 Okt 2025 2 menit 13x dilihat
Akademisi: Ceker Ayam Bergizi, Tapi Jangan Berlebihan


Ceker ayam sering menjadi hidangan favorit masyarakat Indonesia, baik sebagai pelengkap makanan maupun camilan. Selain rasanya yang lezat, ceker ayam juga dikenal kaya akan kolagen dan mineral penting yang bermanfaat bagi tubuh. Namun, meski memiliki manfaatnya, konsumsinya tetap perlu dibatasi agar tidak menimbulkan efek negatif pada kesehatan.

Menurut ahli gizi, ceker ayam mengandung berbagai zat gizi yang bermanfaat, salah satunya adalah protein. Dalam 100 gram ceker ayam, kadar protein mencapai sekitar 20,10 persen. Dari jumlah tersebut, ceker ayam juga menyimpan banyak kolagen, yang menjadi salah satu sumber protein penting bagi tubuh.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Komponen utama dalam ceker ayam adalah kolagen. Kadar kolagen dalam ceker ayam berkisar antara 5,64–31,39 persen atau sebesar 28,73–36,83 persen dari total protein. Hal ini menjadikannya sebagai sumber kolagen yang cukup melimpah.


Selain itu, ceker ayam mengandung sekitar 29 jenis kolagen yang berbeda. Kolagen tipe I merupakan jenis yang paling banyak ditemukan. Menurut Cleveland Clinic, kolagen tipe I berperan penting dalam menjaga bentuk dan kekuatan kulit, tulang, tendon, serta ligamen tubuh.

Meskipun kaya akan kolagen dan bermanfaat bagi kulit dan sendi, ceker ayam juga memiliki kandungan kolesterol. Dalam 100 gram ceker ayam, terdapat sekitar 84 miligram kolesterol, yang setara dengan 20 persen dari kebutuhan harian orang dewasa. Oleh karena itu, konsumsi ceker ayam sebaiknya tidak berlebihan.

Kandungan kolesterol yang tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan jika dikonsumsi secara terus-menerus. Jika seseorang mengonsumsi ceker ayam dalam jumlah banyak atau sering, hal ini bisa menyebabkan peningkatan kolesterol dalam darah. Jika terjadi secara terus-menerus, kondisi ini bisa memicu rasa lelah dan bahkan berpotensi menyebabkan gagal jantung atau stroke.

Ahli gizi tersebut juga menambahkan bahwa konsumsi ceker ayam dianggap berlebihan jika dilakukan lebih dari tiga kali seminggu dengan porsi lebih dari satu potong setiap kali makan. Hal ini terutama berlaku jika kebiasaan tersebut terus-menerus dilakukan tanpa batasan.

Dengan demikian, ceker ayam memang memiliki manfaat berkat kandungan kolagennya. Namun, untuk menjaga kesehatan, konsumsinya harus dilakukan dengan bijak dan tidak berlebihan. Dengan cara ini, manfaat yang diperoleh bisa maksimal tanpa menimbulkan efek buruk bagi tubuh.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan