Akademisi Sebut Soeharto Layak Jadi Pahlawan Nasional

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 19x dilihat
Akademisi Sebut Soeharto Layak Jadi Pahlawan Nasional

Penilaian Akademisi Terhadap Pemberian Gelar Pahlawan Nasional Kepada Soeharto

Sejumlah akademisi dan tokoh masyarakat menganggap bahwa mantan Presiden Republik Indonesia, Soeharto, layak diberikan gelar pahlawan nasional. Salah satu yang menyampaikan pendapat tersebut adalah Ni Made Adi Novayanti, seorang dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Dwijendra (Undwi) Bali. Menurutnya, masyarakat perlu melihat secara objektif perjalanan karier dan kontribusi Soeharto selama memimpin negara.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Bapak Soeharto memimpin selama puluhan tahun sehingga kita juga harus melihat apa yang sudah dibangun oleh beliau. Jadi, berhak juga beliau untuk diberikan gelar tersebut,” ujar Ni Made saat diwawancarai pada hari Kamis (6/11).

Meski ada pro dan kontra terkait rencana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto, Ni Made menilai bahwa masyarakat tidak boleh melupakan jasa-jasa yang telah diberikan oleh mantan presiden tersebut. Ia menekankan pentingnya menghargai peran seorang pemimpin dalam membangun bangsa, meskipun ada sisi-sisi tertentu yang masih menjadi kontroversi.

Di sisi lain, I Gede Nandya Oktora, dosen Manajemen di Universitas Udayana Bali, juga memberikan pandangan serupa. Ia mengingatkan publik agar tidak melupakan jasa-jasa para pemimpin terdahulu, termasuk Soeharto. “Yang jelas, kita tidak boleh melupakan sejarah dan jasa beliau,” ujarnya.

Upaya Partai Golkar Mengajukan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, telah melakukan langkah resmi untuk mengusulkan Soeharto sebagai pahlawan nasional. Ia bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan usulan tersebut.

“Dengan penuh harapan lewat mekanisme rapat DPP Partai Golkar, kami sudah mengajukan Pak Harto sebagai pahlawan nasional,” ujar Bahlil di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/11).

Pengajuan ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa Soeharto memiliki peran penting dalam sejarah Indonesia. Meskipun masih ada banyak perdebatan tentang kepemimpinannya, Partai Golkar yakin bahwa kontribusi Soeharto dalam pembangunan bangsa layak diakui.

Proses Penyusunan Daftar Calon Pahlawan Nasional

Pada 5 November 2025, Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK), Fadli Zon, mengungkapkan bahwa telah menyerahkan 49 nama calon pahlawan nasional kepada Presiden Prabowo. Termasuk dalam daftar tersebut adalah nama Soeharto.

Fadli Zon menjelaskan bahwa proses penyusunan daftar calon pahlawan nasional dilakukan secara transparan dan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Ia menegaskan bahwa setiap nama yang diajukan harus memiliki kontribusi signifikan bagi bangsa dan negara.

Perbedaan Pandangan Masyarakat

Meski ada dukungan dari kalangan akademisi dan partai politik, masyarakat tetap memiliki berbagai pandangan mengenai pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto. Beberapa orang masih merasa bahwa masa kekuasaan Soeharto penuh dengan kontroversi, termasuk isu pelanggaran HAM dan penggunaan kekuasaan yang tidak proporsional.

Namun, bagi sebagian pihak, Soeharto tetap layak mendapatkan penghargaan tersebut karena kontribusinya dalam membangun infrastruktur, ekonomi, dan stabilitas nasional selama periode kepemimpinannya.

Kesimpulan

Pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto menjadi topik yang masih memicu perdebatan. Di satu sisi, ada pendapat yang menilai bahwa ia layak menerima penghargaan tersebut karena kontribusinya dalam membangun bangsa. Di sisi lain, masih ada keraguan terkait kepemimpinan dan tindakan yang diambil selama masa jabatannya.

Bagaimanapun, penting bagi masyarakat untuk terus menghargai sejarah dan jasa-jasa para pemimpin terdahulu, sambil tetap kritis dan objektif dalam menilai peran mereka.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan