Peristiwa Penciuman Anak yang Mengundang Kontroversi
Gus Elham, seorang pendakwah asal Kediri, akhirnya mengakui kesalahannya setelah video yang menunjukkan dirinya mencium anak perempuan beredar secara viral di media sosial. Kejadian ini menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat dan juga pihak berwenang.
Permohonan Maaf dari Gus Elham
Setelah kejadian tersebut menjadi sorotan publik, Gus Elham akhirnya memberikan pernyataan resmi. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan permohonan maaf atas tindakan yang dilakukannya. Ia menjelaskan bahwa kejadian tersebut merupakan kesalahan yang tidak sengaja terjadi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Saya Muhammad Ilham Yahya Al Maliki secara pribadi memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas beredarnya video yang menimbulkan kegaduhan," ujar Gus Elham.
Ia juga mengakui bahwa tindakannya di panggung tersebut tidak etis dan tidak sesuai dengan norma yang berlaku. "Saya mengakui bahwa hal tersebut merupakan kekhilafan dan kesalahan saya pribadi," tambahnya.
Penjelasan Terkait Video yang Beredar
Gus Elham juga menjelaskan bahwa video yang beredar adalah video lama yang telah dihapus dari semua media sosial resmi Majelis Taklim Ibadallah. Ia menegaskan bahwa anak-anak dalam video tersebut berada dalam pengawasan orang tua masing-masing saat acara berlangsung.
"Dan perlu disampaikan juga bahwa anak-anak dalam video viral tersebut adalah mereka yang dalam pengawasan orang tuanya yang mengikuti rutinan pengajian saya. Namun demikian saya tetap memohon maaf atas hal tersebut," jelasnya.
Ia berkomitmen untuk memperbaiki diri dan menjadikan pengalaman ini sebagai pelajaran agar tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan.
Tanggapan dari Wakil Menteri Agama
Tindakan Gus Elham ini mendapat perhatian dari Wakil Menteri Agama, Muhammad Syafii. Ia menegaskan bahwa aksi seperti ini harus dihentikan karena bertentangan dengan prinsip pesantren dan madrasah ramah anak.
"Pada rapat bersama Komisi VIII DPR RI, kami menyimpulkan bahwa ada surat keputusan dari Dirjen Pendis tentang madrasah dan pesantren ramah anak. Intinya, anak-anak harus mendapatkan pemenuhan haknya sebagai peserta didik dan jauh dari tindak kekerasan yang tidak seharusnya mereka terima," ujar Syafii.
Menurutnya, tindakan penciuman anak bisa saja dianggap sebagai pelecehan seksual. "Saya sepakat dengan pendapat publik bahwa tindakan ini harus dihentikan," katanya.
Syafii juga menekankan pentingnya pengawasan yang lebih ketat di lingkungan pendidikan agama, termasuk pondok pesantren dan majelis taklim. Ia menyatakan bahwa jika tindakan Gus Elham tidak berubah, maka langkah pembinaan dapat dilakukan.

Langkah Selanjutnya
Wakil Menteri Agama menegaskan bahwa kasus seperti ini mungkin akan terus terjadi, tetapi pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.
"Kami akan melakukan upaya mengingatkan posisi Gus Elham jika tidak mengulangi perbuatan-perbuatan itu," ujarnya.
Dengan adanya permohonan maaf dari Gus Elham dan penjelasan dari pihak berwenang, masyarakat kini menantikan langkah-langkah konkrit yang akan diambil untuk mencegah terulangnya insiden serupa.