
Fakta Terbaru Mengenai Kematian Mahasiswa Fisip Unud
Kematian mahasiswa Fisip Universitas Udayana (Unud), Timothy Anugerah Saputra, kini mulai terungkap melalui penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, ditemukan informasi penting mengenai isu perundungan yang sempat beredar di masyarakat.
Timothy Anugerah meninggal dunia setelah jatuh dari lantai empat gedung Fisip Unud pada Rabu (15/10/2025). Setelah kejadian tersebut, beredar chat grup yang menunjukkan aksi beberapa mahasiswa meledek tewasnya Timothy. Isu ini memicu spekulasi bahwa korban meninggal karena dibully oleh teman-temannya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menanggapi hal ini, pihak kepolisian melakukan penyelidikan dengan memeriksa belasan saksi, termasuk sahabat dan teman dekat Timothy. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kemungkinan besar korban tidak menjadi korban perundungan selama hidupnya. Menurut Kompol Laksmi Trisnadewi, Kapolsek Denpasar Barat, korban memiliki prinsip yang kuat dan tidak mudah menjadi target bullying.
"Kalau untuk menjadi korban pembullyan itu dari teman-temannya itu pun merasa sangat kecil sekali kemungkinannya terjadi karena korban ini orang yang berprinsip sekali," ujar Kompol Laksmi Trisnadewi.
Dari pengakuan para saksi, mereka menyatakan bahwa selama ini tidak pernah mendengar adanya perundungan yang dialami oleh Timothy. Bahkan, teman-teman seangkatan dan sahabat korban juga tidak menyebutkan adanya kejadian bullying dalam keterangan mereka.
Namun, ada dugaan perundungan yang terjadi setelah Timothy tewas. Chat grup di media sosial yang berisi ledekan terhadap kematian korban menjadi bukti bahwa isu bullying muncul setelah kejadian. Meskipun begitu, para saksi mengatakan bahwa sebelum kejadian, tidak ada indikasi bahwa korban menjadi korban bullying.
Selain itu, polisi juga memeriksa saksi di tempat kejadian perkara (TKP). Dari olah TKP, ditemukan informasi bahwa ada mahasiswa yang melihat Timothy sendirian di lantai empat sebelum kejadian. Korban tampak duduk dan melepas sepatu. Namun, tidak ada saksi yang melihat korban terjatuh atau melompat.
Hal ini menimbulkan indikasi bahwa kemungkinan besar korban meninggal karena bunuh diri. Namun, penyidik masih memeriksa kemungkinan tersebut. Sayangnya, penyidik belum bisa mengecek ponsel korban karena tidak diperbolehkan oleh keluarga.
Kompol Laksmi Trisnadewi menjelaskan bahwa jika akses ke ponsel korban diberikan, kemungkinan besar akan ditemukan informasi lebih lanjut. Namun, ibu dan ayah korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak ingin memperpanjang permasalahan ke jalur hukum.
Penanganan di Tingkat Kampus
Di sisi lain, universitas juga turut merespons isu perundungan yang beredar. Universitas Udayana (Unud) menyatakan bahwa kasus kematian Timothy sedang diselidiki oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK).
Berdasarkan surat pemberhentian yang dikeluarkan, enam mahasiswa yang diduga terlibat dalam perundungan diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pengurus di organisasi. Keenam mahasiswa tersebut adalah:
- Vito Simanungkalit, Wakil Kepala Departemen Eksternal Himapol FISIP Unud Kabinet Cakra
- Muhammad Riyadh Alvitto Satriyaji Pratama sebagai Kepala Departemen Kajian, Aksi, Strategis, dan Pendidikan
- Maria Victoria Viyata Mayos, Kepala Departemen Eksternal
Lalu keempat yang dikeluarkan dari organisasi adalah:
- Anak Agung Ngurah Nanda Budiadnyana, Wakil Ketua Departemen Minat dan Bakat
- Leonardo Jonathan Handika Putra dari jabatan Wakil Ketua BEM Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Universitas Udayana