Akhirnya Terungkap! Alasan Purbaya dan Luhut Tak Sapa di Sidang Kabinet

admin.aiotrade 21 Okt 2025 4 menit 16x dilihat
Akhirnya Terungkap! Alasan Purbaya dan Luhut Tak Sapa di Sidang Kabinet

Perang Dingin antara Menteri Keuangan dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional

Sebuah isu tentang perang dingin antara Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan sedang menjadi sorotan publik. Isu ini muncul setelah keduanya tidak saling bertegur sapa saat menghadiri sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2025). Meski begitu, Purbaya membantah bahwa ia enggan berbicara dengan Luhut.

Purbaya Yudhi adalah Menteri Keuangan pengganti Sri Mulyani. Ia lulusan Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung yang kemudian melanjutkan studi di Purdue University, AS, dan meraih gelar MSc serta Ph.D dalam bidang Ilmu Ekonomi. Karier profesionalnya dimulai sebagai Field Engineer di Schlumberger Overseas SA (1989-1994), lalu beralih ke dunia riset ekonomi sebagai Senior Economist di Danareksa Research Institute pada 2000–2005. Purbaya juga pernah menjabat Direktur Utama PT Danareksa Securities (2006–2008) dan Chief Economist Danareksa Research Institute (2005–2013).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Karier politik dan pemerintahan Purbaya dimulai sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi di Kemenko Perekonomian pada era 2010–2014, dan juga menjadi Anggota Komite Ekonomi Nasional. Ia kemudian menjabat Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis di Kantor Staf Presiden (2015), Staf Khusus Bidang Ekonomi di Kemenko Polhukam (2015–2016), Wakil Ketua Satgas Debottlenecking (Pokja IV), dan Staf Khusus bidang Ekonomi Kemenko Maritim (2016–2020). Purbaya juga pernah menjabat Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi di Kemenko Kemaritiman dan Investasi (2018–2020).

Ia diangkat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melalui Keputusan Presiden RI No.58/M Tahun 2020 dan resmi menjabat mulai 3 September 2020. Jabatan tersebut mempertegas perannya sebagai penjaga stabilitas sistem keuangan nasional. Selain itu, Purbaya juga pernah menjadi komisaris di holding BUMN Pertambangan PT Inalum (Persero).

Purbaya dilantik Presiden Prabowo sejak 8 September 2025. Meski terbilang baru menjabat sebagai Menkeu, Purbaya sudah menunjukkan gaya kepemimpinan yang tegas dan berani, termasuk menentang tokoh besar di kabinet seperti Luhut Binsar Pandjaitan dan Bahlil Lahadalia.

Kekerasan dalam Pendekatan Purbaya terhadap Dana Negara

Isu keretakan hubungan antara Purbaya dan Luhut bermula dari sikap Purbaya yang sering menolak permintaan Luhut terkait pemakaian uang negara. Pertama, Purbaya menolak usulan pembangunan Family Office menggunakan anggaran APBN. Proyek ini telah lama diusulkan oleh Luhut sejak masa jabatannya sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi era Presiden Jokowi.

Selain itu, Purbaya juga menolak usulan Luhut untuk memberikan suntikan dana kepada Indonesia Investment Authority (INA) sebesar Rp 50 triliun per tahun. Luhut juga sempat mengingatkan Purbaya agar tidak mengambil dana Badan Gizi Nasional (BGN) yang belum terserap. Namun, Purbaya tetap memberikan tenggat waktu kepada BGN untuk segera menyerap anggaran.

Rekam Jejak Purbaya Sebagai Anak Buah Luhut

Purbaya diketahui memiliki rekam jejak panjang sebagai mantan anak buah Luhut di berbagai lembaga pemerintahan. Karier Purbaya bersama Luhut dimulai sejak 2014. Di Kantor Staf Presiden (KSP), ia menjabat sebagai Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis dari April hingga September 2015, saat Luhut menjabat sebagai Kepala KSP.

Ketika Luhut diangkat menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Purbaya turut diboyong dan dipercaya sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi dari November 2015 hingga Juli 2016. Setelah Luhut berpindah ke Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Purbaya kembali mengikuti jejaknya sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi dari Juli 2016 hingga Mei 2018.

Dukungan Luhut terhadap Purbaya

Meskipun ada perbedaan pandangan, Luhut menyatakan dukungannya terhadap keputusan Presiden Prabowo yang memilih Purbaya sebagai Menteri Keuangan. Menurutnya, Purbaya adalah sosok yang tepat untuk mengemban tugas penting tersebut. "Pak Purbaya orang baik, saya kira punya pengalaman yang bagus," kata Luhut melansir dari Wartakotalive.com, Rabu (10/9/2025).

Luhut meminta masyarakat melihat kinerja Purbaya seiring berjalannya waktu setelah pelantikan ini. Ia yakin, Purbaya mampu berbuat banyak bagi ekonomi nasional dengan kemampuan dan pengalamannya untuk memenuhi target Presiden RI Prabowo Subianto. "Tapi, saya yakin Pak Purbaya akan bisa berbuat banyak untuk membantu keinginan Bapak Presiden dalam pencapaian pertumbuhan ekonomi maupun penciptaan lapangan kerja," kata dia.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan