Kisah Pilu Melda Safitri: Diceraikan Suami Jelang Pelantikan PPPK
Melda Safitri, seorang perempuan asal Aceh Singkil, kini menjadi sorotan publik setelah kisah hidupnya viral di media sosial. Cerita pilu tentang rumah tangganya yang berujung pada perceraian menjelang pelantikan suaminya sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menarik perhatian banyak orang.
Pada awalnya, Melda Safitri atau dikenal dengan panggilan Fitri mencoba memperbaiki hubungan rumah tangganya. Namun, kejadian tersebut terjadi saat ia sedang sibuk mempersiapkan baju Korpri untuk suaminya yang akan dilantik. Baju tersebut dibeli dari hasil jualan cabai dan sayur yang ia lakukan sehari-hari.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Awal Masalah Rumah Tangga
Masalah dalam rumah tangga Melda dimulai ketika suaminya marah karena tidak ada nasi dan lauk di rumah. Kejadian ini terjadi dua hari sebelum pelantikan suaminya sebagai PPPK. Ia mengaku tidak sempat memasak karena tidak ada bahan makanan yang cukup.
Dia tanya ke anak, sudah makan belum? Padahal anak saya memang makan gorengan dari hasil jualan saya di depan rumah, kata Fitri. Hal ini memicu pertengkaran antara mereka. Suaminya kemudian masuk ke kamar dan membawa pakaian serta pergi dengan sepeda motor. Sebelum keluar rumah, ia mengucapkan talak kepada Fitri.
Sejak saat itu, Fitri tidak pernah lagi bertemu dengan suaminya. Ia bahkan diblokir dari semua kontak dan hanya mengetahui kabar suaminya dari tetangga. Tidak ada telepon, tidak ada kabar. Semua kontak saya diblokir, ujar Fitri.
Berjuang Hidup Sendiri
Dengan kondisi yang sangat sulit, Fitri harus berjuang sendiri untuk menghidupi dua anaknya. Ia mulai berjualan gorengan dan minuman seribu rupiah di depan rumah. Selain itu, ia juga menjual sayur dan cabai untuk menambah penghasilan.
Dari jualan kecil itu saya biayai anak-anak. Kadang jualan sayur dan cabai juga, ujarnya. Meski begitu, ia tetap berusaha memperbaiki kehidupannya dan fokus pada anak-anaknya.
Baju Korpri dari Hasil Jualan
Hati Fitri semakin pilu karena dalam kondisi tersebut, ia masih sempat menyiapkan baju Korpri untuk pelantikan suaminya. Baju tersebut dibeli dari hasil jerih payahnya. Baju pelantikan itu saya yang belikan, dari hasil jualan cabai dan sayur di pasar.
Fitri mengaku kecewa karena selama ini selalu mendukung sang suami, bahkan saat ekonomi sulit. Kalau memang mau cerai, kenapa tidak dari dulu? Kenapa pas sudah lulus dan mau dilantik baru saya ditinggal? tanyanya.
Masalah Muncul Sejak Awal Menikah
Fitri juga menyebut hubungan rumah tangganya tidak pernah disukai oleh ibu mertua. Dari awal memang ibu kandungnya tidak merestui saya. Sampai hal kecil pun dibicarakan ke tetangga. Suami bantu cuci piring saja dibilang dibudak-budak, cerita Fitri.
Namun, Fitri tetap berusaha bertahan demi anak-anak dan karena ingin mempertahankan rumah tangga yang sudah ia bangun sejak menikah pada tahun 2020. Kami dulu berjuang dari bawah. Tapi ketika Allah kasih sedikit rezeki lewat jabatan PPPK, saya justru ditinggalkan, ujarnya.
Video Viral dan Dukungan Publik
Cerita pilu Safitri yang diceraikan suami yang lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) viral di media sosial. Padahal, selama ini Safitri membantu sang suami mencari nafkah dengan berjualan sayur demi menghidupi keluarga.
Diperoleh informasi, Fitri diceraikan pada 15 Agustus 2025, sementara pelantikan suaminya berlangsung tak lama kemudian, yakni pada 17 Agustus 2025. Usai dilantik jadi PPPK, sang suami kemudian menceraikan Fitri tanpa sebab jelas.

Dari video yang beredar, Fitri bersama dua anaknya meninggalkan rumah kontrakannya di Desa Siti Ambia, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Utara. Suasana berlangsung pilu. Fitri, bersama anak-anaknya, diantar oleh tetangga yang terdengar memberikan semangat dan bahkan menangisi kepergiannya.
Saat ini, Fitri dan anak-anaknya telah pindah dan tinggal bersama orang tuanya di Mukek, Kabupaten Aceh Selatan. Demi menghidupi anak-anaknya, Fitri dikabarkan kini berjualan gorengan.
Menanggapi kasus ini, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Aceh Singkil menyatakan akan segera mengambil langkah. Pihak BKPSDM Aceh Singkil menegaskan akan memanggil suami Fitri untuk dimintai keterangan dan klarifikasi terkait kasus perceraian yang terjadi menjelang pengangkatan status kepegawaiannya tersebut.
Dukungan dari Warga dan Netizen
Sejak videonya viral, Fitri mendapat banyak dukungan dari warga dan netizen. Alhamdulillah, banyak yang baik. Tetangga-tetangga bantu saya waktu pulang, bahkan yang bantu angkat barang-barang saya ke mobil, katanya.
Fitri kini tinggal di rumah orang tua di Aceh Selatan, berusaha memulai hidup baru bersama dua anaknya. Semoga Allah ganti dengan yang lebih baik. Saya cuma ingin fokus pada anak-anak, pungkasnya.