Akhirnya Terungkap, Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Ternyata Siswa Sekolah itu Sendiri

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 18x dilihat
Akhirnya Terungkap, Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Ternyata Siswa Sekolah itu Sendiri
Akhirnya Terungkap, Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Ternyata Siswa Sekolah itu Sendiri

Kapolri Pastikan Pelaku Ledakan di SMAN 72 Bukan Orang Luar

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan pernyataan terkait insiden ledakan yang terjadi di lingkungan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dalam keterangannya, ia memastikan bahwa pelaku kejadian tersebut masih berstatus sebagai siswa aktif di sekolah tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada pihak luar yang terlibat dalam kejadian tersebut.

Menurut informasi awal yang diperoleh, rangkaian peristiwa itu dilakukan oleh seorang pelajar yang diduga bertindak sendiri. “Pelakunya masih dari lingkungan SMAN 72, dia adalah salah satu siswa,” ujar Kapolri dalam pernyataannya. Saat ini, proses penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut sedang berlangsung untuk mengungkap motif serta bagaimana pelajar tersebut merakit dan memperoleh bahan peledak.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Polisi juga tengah melakukan pendalaman untuk memastikan apakah ada pihak lain yang terlibat atau memengaruhi aksi tersebut. “Informasi sementara masih dari lingkungan sekolah tersebut. Iya (pelajar),” kata Listyo di teras Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (7/11/2025). Ia menjelaskan bahwa pihaknya saat ini masih terus mendalami identitas, lingkungan, hingga tempat tinggal maupun rumah terduga pelaku.

Selain itu, isu yang menyebut orangtua terduga pelaku merupakan anggota kepolisian belum dapat dipastikan. “Sementara tidak ada (informasi itu). Ya, sedang kita dalami,” ucapnya. Nantinya, Polri akan menyampaikan hasil pendalaman kepada publik. “Tentunya setiap tahapan dan perkembangan yang perlu diinformasikan, akan kita informasikan,” beber Listyo.

Korban dan Proses Perawatan

Lebih lanjut, Listyo memerinci bahwa jumlah korban dari peristiwa tersebut mencapai lebih dari 50 orang. Sebanyak dua orang di antaranya perlu mendapat operasi. Satu orang yang dioperasi merupakan terduga pelaku. “Untuk saat ini, salah satu yang dari yang saat ini melakukan operasi terduga pelaku, dan untuk motif memang saat ini sedang kita dalami berbagai macam informasi, tentunya akan kita kumpulkan supaya menjadi satu informasi yang bulat pada saat diinformasikan,” tandas Listyo.

Sebelumnya, diberitakan bahwa ledakan yang terjadi di lingkungan SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11/2025) siang, sedikitnya membuat 10 siswa dibawa ke rumah sakit. “Korban banyak, ada lebih dari 10 orang dibawa ke rumah sakit. Tapi untuk total pastinya belum tahu,” ujar Guru SMAN 72 Jakarta, Totong Koswara, dikutip dari tayangan KompasTV, Jumat.

Totong menuturkan bahwa ledakan terdengar tiga kali dan membuat para siswa langsung panik dan berhamburan keluar area tempat ibadah. Ledakan pertama terjadi di dalam masjid sekolah, disusul dua ledakan lainnya di area luar. Meski ledakan terdengar keras, tidak ada kerusakan signifikan di dalam gedung sekolah. “Kalau kerusakan di dalam enggak ada (yang begitu parah). Ledakan terjadi di beberapa titik, tapi jangka waktunya (ledakannya) berdekatan,” jelas Totong.

Penyelidikan oleh Densus 88

Terbaru, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri masih melakukan pendalaman terkait insiden ledakan yang terjadi di lingkungan SMAN 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11/2025) siang. Juru Bicara Densus 88 AKBP Mayndra Eka Wardhana mengatakan bahwa pihaknya belum dapat memastikan apakah peristiwa tersebut berkaitan dengan aksi terorisme atau tidak. Saat ini, tim masih mengumpulkan informasi dan berkoordinasi dengan kepolisian setempat.

“Hingga saat ini, Densus 88 masih melakukan pendalaman apakah insiden tersebut terdapat unsur terorisme atau tidak,” kata Mayndra Eka kepada wartawan, Jumat.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan