Akses Ekonomi Terancam, Warga Payaraman Ogan Ilir Keluhkan Jalan Rusak dan Berlumpur

Akses Ekonomi Terancam, Warga Payaraman Ogan Ilir Keluhkan Jalan Rusak dan Berlumpur
Akses Ekonomi Terancam, Warga Payaraman Ogan Ilir Keluhkan Jalan Rusak dan Berlumpur

Kerusakan Jalan di Payaraman Mengganggu Kehidupan Warga

Tiga ruas jalan utama di Kecamatan Payaraman, Kabupaten Ogan Ilir, saat ini dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Jalanan yang seharusnya menjadi akses utama bagi masyarakat kini mengalami kerusakan parah, berlumpur, dan penuh dengan sedimen tanah. Hal ini membuat warga merasa terisolasi dan kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Ketiga ruas jalan tersebut antara lain ruas Payaraman–Rengas, Seri Kembang–Rengas, dan ruas jalan di Desa Lubuk Bandung. Menurut Suhandi, warga asal Desa Rengas, wilayah tempat tinggalnya kini terkurung akibat kerusakan jalan yang sangat parah.

"Mau ada urusan ke kecamatan (Payaraman), sekarang ini rasanya tidak sanggup melintas karena jalanan rusak," ujarnya kepada media lokal.

Menurut Suhandi, kerusakan jalan tersebut sudah terjadi sejak lama. Namun, dalam sepekan terakhir, empat kali hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Payaraman dan sekitarnya, sehingga kerusakan semakin parah. "Jadilah kerusakan jalan semakin parah dan semuanya seperti kubangan hewan," tambahnya.

Di ruas Seri Kembang–Rengas, kondisi jalan bahkan nyaris putus karena sepanjang 20 meter digenangi air. Warga berharap agar penanggulangan kerusakan dapat dilakukan sesegera mungkin, sebab ketiga ruas jalan tersebut merupakan urat nadi perekonomian warga setempat.

"Minimal jalan diperkeras agar bisa dilalui. Kalaupun anggaran pemerintah terbatas, warga siap gotong-royong bantu kerja," ucap Suhandi.

Keluhan warga tentang jalan rusak telah sampai ke Pemkab Ogan Ilir. Perbaikan jalan sebenarnya sudah terjadwal setelah Lebaran Idul Fitri lalu, namun terkendala oleh tingginya curah hujan dalam beberapa minggu terakhir.

"Alat berat kita sudah siap. Insya Allah secepatnya (kerusakan jalan) ditanggulangi," kata Kepala Dinas PUPR Ogan Ilir, H. Ruslan.

Tantangan dalam Perbaikan Jalan

Perbaikan jalan di Payaraman menghadapi beberapa tantangan, terutama cuaca yang tidak menentu. Curah hujan yang tinggi selama beberapa minggu terakhir membuat proses perbaikan tertunda. Meski begitu, pihak dinas tetap berkomitmen untuk segera melakukan tindakan.

Beberapa langkah yang akan dilakukan antara lain:

  • Penggunaan alat berat untuk memperbaiki permukaan jalan
  • Pembersihan sedimen dan lumpur yang menumpuk
  • Pemadatan tanah untuk mencegah kerusakan lebih lanjut

Warga juga menyatakan kesiapan untuk membantu proses perbaikan, meskipun anggaran pemerintah terbatas. Mereka bersedia melakukan gotong-royong demi kelancaran aktivitas ekonomi dan transportasi.

Harapan Masyarakat

Masyarakat di Payaraman sangat berharap agar perbaikan jalan segera dilakukan. Kondisi jalan yang rusak tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga berdampak pada perekonomian daerah. Banyak usaha kecil dan menengah yang bergantung pada akses jalan yang baik untuk mendistribusikan barang dan layanan.

Selain itu, kondisi jalan yang buruk juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Warga berharap pemerintah dapat memberikan prioritas pada perbaikan jalan ini, terlebih jika kondisi cuaca tetap tidak stabil.

Dengan adanya komitmen dari pihak dinas dan dukungan dari masyarakat, diharapkan perbaikan jalan di Payaraman dapat segera terealisasi dan memberikan manfaat bagi seluruh warga setempat.