Akses internet terganggu di 602 titik akibat banjir Sumatera

admin.aiotrade 10 Des 2025 3 menit 18x dilihat
Akses internet terganggu di 602 titik akibat banjir Sumatera

Pemulihan Akses Internet di Wilayah Terdampak Banjir dan Longsor

Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Digital, Fadhilah Mathar, menyampaikan bahwa akses internet di 602 lokasi yang terdampak banjir dan longsor mengalami gangguan. Dari jumlah tersebut, pemerintah masih berupaya memulihkan 189 titik di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Per Sabtu, 6 Desember 2025, Fadhilah menjelaskan bahwa kementeriannya telah berhasil memulihkan 413 titik. “Dari total 602 lokasi di wilayah Sumatera yang terdampak banjir, sebanyak 413 titik telah dipulihkan dan dapat digunakan oleh warga,” ujarnya kepada awak media di Cikarang, Jawa Barat, pada Rabu, 10 Desember 2025.

Fadhilah menambahkan bahwa di wilayah Aceh, sebanyak 348 dari enam kabupaten terdampak banjir. Sementara itu, di Sumatera Barat, terdapat 49 titik di Kabupaten Padang Pariaman, dan di Sumatera Utara, ada 205 lokasi terdampak dari delapan kabupaten.

Selain itu, Fadhilah menyebutkan bahwa kementeriannya telah menyediakan 17 lokasi akses internet darurat di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. “Bakti telah menyediakan 17 lokasi akses internet darurat,” katanya.

Bantuan Teknologi Satelit untuk Konektivitas Darurat

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan bahwa kerusakan Base Transceiver Station (BTS) mencapai titik terparah pada 2 Desember 2025. Namun, kebutuhan telekomunikasi di area bencana Sumatera, termasuk yang terdampak tanah longsor, bisa disokong dengan layanan internet darurat.

“Konektivitas sementara melalui satelit telah kami deploy (tempatkan) di wilayah-wilayah yang terdampak,” ujar Meutya pada Kamis, 4 Desember 2025, dalam pernyataan tertulisnya.

Beberapa layanan yang telah merambah ke area bencana antara lain SATRIA-1, internet satelit Starlink, serta layanan satelit mandiri PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN). “Kami masih melihat di mana (wilayah) nanti diperlukan untuk bantuan satelit,” tambah Meutya.

Kementerian Komunikasi dan Digital telah menyediakan 10 titik layanan internet darurat berbasis satelit SATRIA-1. Menurut Meutya, teknologi ini membantu perangkat warga di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara tetap terhubung ke internet meski infrastruktur lokal sedang terganggu. Teknologi seperti SATRIA-1 dirancang khusus untuk menjangkau wilayah 3T dan daerah yang sulit diakses.

Upaya Bersama untuk Memulihkan Infrastruktur

Pemulihan akses internet di wilayah terdampak banjir dan longsor menjadi prioritas utama pemerintah. Berbagai upaya dilakukan, baik melalui pemulihan infrastruktur fisik maupun penggunaan teknologi darurat. Selain itu, kerja sama antara instansi pemerintah dan perusahaan swasta juga turut berkontribusi dalam memastikan masyarakat tetap terhubung.

Beberapa langkah yang dilakukan antara lain: * Pemulihan 413 titik akses internet di wilayah Sumatera. * Penyediaan 17 lokasi akses internet darurat di tiga provinsi. * Penggunaan layanan satelit seperti SATRIA-1 dan Starlink untuk mendukung komunikasi di daerah terisolasi. * Koordinasi dengan perusahaan penyedia layanan satelit untuk memastikan cakupan yang optimal.

Dengan upaya yang dilakukan, diharapkan masyarakat di daerah terdampak dapat kembali menggunakan layanan internet secara normal. Hal ini juga penting untuk memfasilitasi koordinasi dalam penanganan bencana dan distribusi bantuan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan