Akun Instagram BGN Dibanjiri Komentar Soal Gaji SPPI yang Tertunda

admin.aiotrade 10 Nov 2025 3 menit 16x dilihat
Akun Instagram BGN Dibanjiri Komentar Soal Gaji SPPI yang Tertunda


Pengguna media sosial kembali membanjiri unggahan terbaru Badan Gizi Nasional (BGN) di akun Instagram @badangizinasional.ri dengan berbagai komentar mengenai penundaan pembayaran gaji bagi para kepala satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur makan bergizi gratis (MBG). Unggahan tersebut menampilkan foto kegiatan program MBG di SDN Kalibaru 07 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara. Caption dalam foto itu menyebutkan bahwa keceriaan yang terlihat berasal dari tawa anak-anak dan energi positif setelah mereka menikmati makanan bergizi gratis.

Beberapa pengguna media sosial menyoroti masalah utama yang terjadi, yaitu penundaan pembayaran gaji. Salah satu komentar menyebutkan bahwa gaji Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) batch ketiga belum cair. "Gaji SPPI Batch 3 belom cair, termin tanggal 6 dari bulan kemarin telat teross duitnya udah ada itu tinggal ei tf aja boss," tulis akun @myname_is_i***.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Akun @rendisanjaya889 juga menyampaikan keluhan serupa. Ia mempertanyakan komitmen BGN terhadap para pekerja. Menurutnya, para SPPI telah menandatangani surat perjanjian kerja (SPK) yang disertai materai. "Kalian leha-leha di atas sana sedangkan kami di bawah banyak keluhan. Mengenai gaji kan sudah ada SPK nya d TTD pakai materai Igi. Terus apa fungsinya? Untuk bungkus gorengan? Atau untuk menyelamatkan kalian dari BPK?" tulis akun tersebut.

Pertanyaan serupa juga diajukan oleh akun lain. "SPK cuma untuk formalitas kah?" tanya akun tersebut. "Gaji kami SPPIi bayar Pak. Kami butuh menafkahi keluarga," tambah @anjaz_pulamba24.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengakui adanya masalah dalam sistem penggajian SPPI. Ia menjelaskan bahwa keterlambatan pembayaran disebabkan oleh permasalahan administrasi. "Masalah administrasi saja," ujar Dadan melalui pesan singkat pada Senin, 10 Oktober 2025. Meski demikian, ia enggan memberikan penjelasan lebih lanjut tentang detail permasalahan tersebut maupun jumlah gaji yang belum dibayarkan.

Dadan hanya menegaskan bahwa semua gaji pegawai dapur MBG akan selesai dibayarkan pada pekan ini. "Minggu ini selesai semua," katanya.

Selama ini, ketentuan gaji SPPI di BGN tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 11 Tahun 2024. Besaran gaji mereka mengikuti aturan Gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) berdasarkan golongan dan masa kerja. Sesuai aturan tersebut, besaran gaji pokok PPPK berkisar antara Rp3.203.600 hingga Rp5.261.500. Namun, sampai saat ini, beberapa SPPI masih mengalami keterlambatan pembayaran.

Beberapa isu yang muncul di media sosial menunjukkan ketidakpuasan terhadap proses administrasi dan transparansi pembayaran gaji. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas sistem pengelolaan anggaran dan pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG. Masyarakat dan para pekerja menantikan solusi yang jelas dan cepat dari BGN agar tidak ada lagi penundaan pembayaran yang berulang.

  • Masalah administrasi yang menyebabkan keterlambatan pembayaran gaji
  • Penundaan pembayaran gaji SPPI yang dilaporkan oleh berbagai akun media sosial
  • Kekhawatiran tentang transparansi dan efisiensi sistem pengelolaan anggaran
  • Persyaratan SPK yang telah ditandatangani namun belum diimbangi dengan pembayaran yang sesuai
  • Harapan masyarakat dan pekerja agar BGN segera menyelesaikan masalah tersebut

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan