Al Haris Serahkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir dan Longsor Sumbar

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 18x dilihat
Al Haris Serahkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir dan Longsor Sumbar
Al Haris Serahkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir dan Longsor Sumbar

Bantuan Kemanusiaan dari Jambi untuk Sumatera Barat

Gubernur Jambi, Al Haris, secara langsung menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Penyerahan bantuan ini dilakukan dalam rangka membantu masyarakat yang terdampak banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di provinsi tersebut.

Bantuan yang diserahkan oleh Pemprov Jambi mencakup berbagai kebutuhan pokok dan logistik penting. Di antaranya adalah 10 ton beras, dana tunai sebesar Rp500 juta, pembukaan dapur umum, serta siaga ambulans rumah sehat BAZNAS lengkap dengan obat-obatan. Selain itu, tersedia juga paket hygiene kit dan kegiatan pembersihan pasca-banjir. Bantuan ini juga dilengkapi alat-alat pembersih rumah untuk membantu warga memulai aktivitas sehari-hari kembali.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung dalam seremoni yang digelar di Rumah Dinas Gubernur Sumbar, Selasa (16/12/2025) malam. Acara ini turut dihadiri oleh Bupati Bungo, Dedy Putra, serta para pejabat dari Pemerintah Provinsi Jambi. Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa kedatangan rombongan Pemprov Jambi ke Sumbar merupakan bentuk panggilan nurani dan ikatan kekeluargaan yang telah lama terjalin antara dua provinsi tersebut.

"Kami sengaja datang ke saudara dan tetangga kami di Sumatera Barat yang sedang diuji Allah dengan musibah banjir bandang dan longsor. Jambi dan Sumbar ini sulit dipisahkan, dari sejarah hingga hubungan kekeluargaan," ujarnya.

Dia juga menegaskan bahwa banyak keluarga di Jambi berasal dari Sumbar. Oleh karena itu, bantuan ini merupakan bentuk gotong royong dari keluarga besar Jambi untuk keluarga besar Sumbar. "Semoga bisa meringankan beban saudara-saudara kita," tambahnya.

Gubernur Al Haris juga menyampaikan keyakinannya terhadap kepemimpinan Gubernur Mahyeldi, yang dinilainya berpengalaman dan solid bersama jajaran OPD. Ia optimistis bahwa penanganan bencana hingga pemulihan dapat dilakukan dengan baik, terlebih dengan dukungan pemerintah pusat dan berbagai provinsi lain.

"Insyaallah dengan kesabaran, kebersamaan, dan pertolongan Allah, kita bisa mengakhiri musibah ini dengan baik dan kembali seperti sediakala," katanya.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian besar dari Pemerintah Provinsi Jambi dan seluruh masyarakat Jambi. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti dalam mempercepat proses tanggap darurat yang berlangsung hingga 22 Desember 2025, sekaligus menjadi modal awal untuk memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

Mahyeldi menjelaskan bahwa dampak bencana di Sumbar sangat besar. Hingga saat ini, kerugian dan kerusakan ditaksir mencapai Rp5,2 triliun, dengan 244 orang meninggal dunia, 86 orang dinyatakan hilang, serta lebih dari 290 ribu jiwa terdampak di 16 kabupaten/kota. Ribuan rumah mengalami kerusakan berat, sedang, dan ringan, sedangkan puluhan ribu terendam, bahkan ratusan rumah hilang tersapu material banjir.

Tidak hanya permukiman, bencana juga merusak 153 rumah ibadah, 45 fasilitas kesehatan, 28 kantor pemerintahan, pasar, serta 437 sekolah. Sekitar 27 ribu hektare lahan sawah, kebun, dan kolam masyarakat turut terdampak akibat sungai yang dipenuhi material batu, kayu, dan tanah.

"Bencana ini lebih berat, karena banyak rumah benar-benar hilang tanpa sisa. Saat ini kami juga mempertimbangkan relokasi di wilayah rawan, dengan pendampingan Badan Geologi untuk penataan kembali kawasan terdampak," jelas Mahyeldi.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan