Alasan Chivu Setelah Inter Milan Kalah dari Napoli, Gagal Menggulingkan AC Milan di Liga Italia

admin.aiotrade 26 Okt 2025 3 menit 18x dilihat
Alasan Chivu Setelah Inter Milan Kalah dari Napoli, Gagal Menggulingkan AC Milan di Liga Italia

Alasan Kekalahan Inter Milan dari Napoli Menurut Cristian Chivu

Inter Milan, yang kini dilatih oleh pelatih asal Rumania, Cristian Chivu, harus menerima kekalahan 3-1 saat bertandang ke Stadion Diego Armando Maradona, markas Napoli dalam laga lanjutan Serie A Liga Italia. Hasil ini membuat Inter Milan tertahan di posisi tiga klasemen dengan 15 poin, sementara Napoli mengambil alih posisi puncak klasemen.

Pertandingan di Stadion Diego Armando Maradona

Stadion Diego Armando Maradona, yang sebelumnya dikenal sebagai Stadion San Paolo, merupakan tempat pertandingan yang memiliki kapasitas sekitar 54.726 penonton. Nama stadion ini diambil dari legenda sepak bola asal Argentina dan Napoli, Diego Armando Maradona.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dalam pertandingan tersebut, Napoli berhasil mencetak gol melalui Kevin De Bruyne, Scott McTominay, dan Andre-Frank Zambo. Sementara itu, gol tunggal Inter Milan dicetak oleh Hakan Calhanoglu. Kekalahan ini berdampak besar bagi Inter Milan karena mereka gagal menggulingkan AC Milan dari puncak klasemen.

Pernyataan Cristian Chivu

Setelah pertandingan, Cristian Chivu memberikan pernyataan mengenai penyebab kekalahan timnya. Ia menyebut bahwa Inter Milan bermain baik di babak pertama, tetapi kehilangan keseimbangan setelah jeda.

"Kami bermain baik di babak pertama, mencoba menjaga keseimbangan dan menciptakan peluang. Kami dua kali mengenai tiang gawang, jika saya tidak salah. Kami tertinggal satu gol meskipun menunjukkan reaksi yang baik di akhir babak pertama," ujar Chivu.

Ia juga menyebut bahwa antusiasme dari momen-momen positif itu membuat timnya kehilangan sedikit keseimbangan. Setelah tertinggal 2-0, Inter Milan berhasil memperkecil ketertinggalan lewat Hakan Calhanoglu, tetapi gagal menciptakan gol tambahan.

Kesalahan dan Pelajaran

Chivu menyebut beberapa kesalahan yang terjadi selama pertandingan, termasuk kurangnya konsentrasi dan kesalahan dalam memahami dinamika pertandingan. "Kami kurang memahami bahaya pada gol kedua. Kami terlalu banyak mengerahkan pemain dalam proses serangan dan umpan panjang dari Spinazzola mengejutkan kami."

Ia juga mengkritik tindakan tim yang terlalu fokus pada bangku cadangan lawan dan kehilangan fokus. "Gol ketiga, bagaimanapun, terjadi karena kurangnya konsentrasi. Kami tidak boleh kebobolan dengan cara seperti itu."

Persiapan untuk Laga Mendatang

Meski kekalahan ini menjadi pengalaman berharga, Chivu menekankan bahwa Inter Milan tidak boleh terlalu memikirkan hasil buruk ini. "Kami tidak boleh terlalu memikirkan kekalahan ini dan itu tidak akan menghapus semua hal baik yang telah kami lakukan. Kami harus siap secara mental untuk memulai kembali, dan tim ini selalu mampu melakukannya."

Ia percaya bahwa timnya akan bangkit dan kembali menunjukkan performa terbaiknya dalam laga-laga mendatang, baik di Serie A maupun Liga Champions.

Susunan Pemain dan Klasemen

Susunan pemain Napoli (4-2-3-1): - Milinkovic-Savic - Di Lorenzo, Buongiorno, Juan Jesus, Spinazzola - Gilmour - Politano, Anguissa, De Bruyne, McTominay - Neres

Pelatih: Antonio Conte

Susunan pemain Inter Milan (3-5-2): - Sommer - Akanji, Acerbi, Bastoni - Dumfries, Barella, Calhanoglu, Mkhitaryan, Dimarco - Lautaro Martinez, Bonny

Pelatih: Cristian Chivu

Klasemen Liga Italia

Berikut adalah klasemen sementara Liga Italia: 1. Napoli – 18 poin 2. AC Milan – 17 poin 3. Inter Milan – 15 poin 4. Roma – 15 poin 5. Bologna – 13 poin 6. Como – 13 poin 7. Atalanta – 12 poin 8. Juventus – 12 poin 9. Udinese – 12 poin 10. Cremonese – 11 poin 11. Sassuolo – 10 poin 12. Lazio – 8 poin 13. Cagliari – 8 poin 14. Torino – 8 poin 15. Parma – 7 poin 16. Lecce – 6 poin 17. Pisa – 4 poin 18. Verona – 4 poin 19. Fiorentina – 3 poin 20. Genoa – 3 poin

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan