Alasan Denny Goestaf Tuntut Rp13 Miliar dari Clara Shinta, Sindir Suami Baru

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 30x dilihat
Alasan Denny Goestaf Tuntut Rp13 Miliar dari Clara Shinta, Sindir Suami Baru
Alasan Denny Goestaf Tuntut Rp13 Miliar dari Clara Shinta, Sindir Suami Baru

Denny Goestaf Mengajukan Gugatan Pembagian Harta Bersama terhadap Clara Shinta

Denny Goestaf, mantan suami dari selebgram Clara Shinta, kini kembali muncul ke publik dengan mengajukan gugatan pembagian harta bersama atau yang dikenal sebagai harta gono-gini. Gugatan ini dilayangkan ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan setelah tiga tahun berpisah dari mantan istrinya. Nilai harta yang dipertaruhkan mencapai Rp13 miliar.

Denny Goestaf hadir bersama kuasa hukumnya, Arbianto, untuk mendaftarkan gugatan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa awalnya ia menyerahkan seluruh harta kepada Clara Shinta demi kepentingan anak mereka. Namun, setelah tiga tahun berlalu, ia merasa perlu mengambil langkah hukum untuk melindungi aset yang seharusnya menjadi milik anaknya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Waktu itu saya titipkan semua harta ke dia buat anak kita. Tapi setelah tiga tahun, saya rasa ada yang mesti diselamatkan, khususnya untuk anak,” ujarnya.

Menurut Denny, seluruh aset seperti rumah, mobil, dan tabungan kini dikuasai oleh Clara Shinta. Bahkan, hubungan antara Clara dengan anaknya dinilai tidak baik. Ia menyebut bahwa hubungan itu sudah tidak harmonis, sehingga ia memutuskan untuk mengamankan aset-aset tersebut.

“Iya, memang dikuasai dia semua. Rumah, mobil, tabungan itu semua di dia. Awalnya saya ikhlaskan, tapi setelah saya lihat hubungan dengan anak juga sudah tidak bagus, saya rasa lebih baik saya amankan dulu karena dia juga sudah punya pasangan baru,” tambahnya.

Clara Shinta dan Denny Goestaf menikah pada tahun 2017 dan berpisah pada tahun 2021. Dari pernikahan tersebut, mereka memiliki seorang putra. Menurut informasi yang beredar, alasan perceraian adalah masalah ekonomi. Clara Shinta pernah menyebut bahwa Denny Goestaf terlilit utang, bahkan utang tersebut sudah ada sejak sebelum mereka menikah.

Denny Goestaf merupakan seorang pengusaha di bidang bisnis ekspor. Ia dikenal sebagai presiden di perusahaan ekspor GENFISH Indonesia, yang telah berdiri sejak tahun 2014. Pendidikan Denny juga cukup membanggakan, ia lulus dari Texas A&M University dengan gelar sarjana dalam bidang Mechanical Engineering.

Perbedaan Usia yang Mencolok

Denny Goestaf mengaku telah mengenal Clara Shinta sejak ia masih SMA. Saat itu, Clara masih berusia 19 tahun. Perbedaan usia antara keduanya cukup besar, yakni sekitar 30 tahun. Denny saat ini berusia 60 tahun, sementara Clara lahir pada 25 Juni 1996.

“Saya kenal Clara itu masih kuliah, mungkin waktu dia umur 19 tahun. Perbedaan umur juga jauh, saya 60 (tahun) sekarang,” kata Denny dalam sebuah video yang diunggah di TikTok @haludrama3.

Meskipun pernikahan mereka berakhir dengan perceraian, Denny tetap menjaga hubungan dengan anaknya. Ia menyatakan bahwa hak asuh anak berada di tangan Clara Shinta. Namun, ia tidak ingin berkomentar lebih jauh mengenai hal tersebut.

“Anak itu memang kurang dekat dengan ibunya. Saya kasih waktu supaya dia bisa dekatkan diri, tapi dia lebih mementingkan diri sendiri aja,” ujar Denny dalam wawancara yang dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Jumat (7/11/2025).

Ia juga enggan memberikan komentar lebih lanjut terkait apakah Clara Shinta menelantarkan anaknya. “itu jelasnya nanti bisa jelas di persidangan,” ucapnya.

Aset yang Disengketakan

Salah satu aset yang menjadi perdebatan adalah rumah yang dinyatakan sebagai milik anak. Denny menyebut bahwa rumah tersebut akan diserahkan penuh ketika anaknya berusia 18 tahun. Ia khawatir jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sebelum masa itu tiba.

“Rumah itu memang untuk anak, tapi baru bisa jadi miliknya saat usia 18 tahun. Saya khawatir sebelum umur itu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tutur Denny.

Gugatan ini bukanlah bentuk permusuhan, melainkan langkah hukum untuk memastikan masa depan anak mereka. Denny menegaskan bahwa tujuannya bukan untuk mengambil harta, melainkan melindungi aset yang seharusnya menjadi milik anaknya.

Informasi Tambahan

Denny Goestaf kini aktif dalam dunia bisnis ekspor ikan. Ia juga memiliki latar belakang pendidikan yang kuat. Dengan pengalaman dan pengetahuan yang dimilikinya, ia tetap menjaga keseimbangan antara bisnis dan keluarga.



Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan